JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
RENCANA YANG GAGAL


__ADS_3

"Kamu benar-benar tega Revan,kamu benar-benar tega kenapa kamu setega ini membohongiku aku kira kamu memang sungguh-sungguh mencintaiku tapi nyatanya semua ini hanyalah dugaan-ku semata.


Kamu sangat bodoh Putri harusnya kamu tidak usah terlalu berharap kamu akan mampu dicintai seorang pria karena itu gak akan pernah terjadi kamu hanyalah seorang wanita malang yang terlalu mengharapkan yang tidak mungkin kamu sangat bodoh!"


Mendatangi kediaman yang sangat mewah, Putri yang melihat seorang Wanita baru aja keluar dari kediaman mewah itu ia memberikan satu pelukan hangat untuk wanita yang baru ia temui.


"Sayang kamu ada kenapa? Kenapa kamu datang menemui Mama ada apa sayang?"tanya Cassandra wanita yang tak lain adalah Mama Putri sendiri.


"Tidak ada apa-apa kok Ma, Putri hanya kangen sama Mama bolehkah Putri memeluk Mama, Putri ingin memenuhi rasa kangen Putri pada Mama jadi biar pun Mama melarang Putri, Putri akan terus berada disini jangan suruh Putri untuk pergi," ucapnya yang mau melepaskan pelukan hangat tersebut.


"Sayang ada apa sebenarnya kamu bukanlah Putri Mama yang punya sifat tegar. Kamu bukan seperti Putri Mama yang selama ini Mama kenal bisa menunjukkan senyumannya pada Mama ada apa sayang?"


"Ma apa benar Putri ini sangat tidak cocok untuk mendapatkan kebahagiaan? Apa benar Putri itu wanita malang yang tidak akan pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang Pria, kenapa Putri selalu saja dibuat kecewa dengan seorang Laki-laki kenapa?"


"Sayang apa-apa dengan kamu ini siapa yang bilang kalau kamu tidak berhak untuk dicintai? Siapa yang bilang kalau kamu bukanlah wanita istimewa yang layak untuk mendapatkan kasih sayang? Kamu sangat istimewa sayang bahkan Mama rasa Pria yang sudah membuatmu kecewa pastinya suatu saat nanti dia akan sangat menyesal telah mempermalukan kamu seperti ini katakan pada Mama siapa yang sudah menyakiti kamu katakan pada Mama?"ucap Cassandra dengan memegang wajah Putrinya.


"Tidak ada kok Ma yang menyakiti Putri, Putri hanya terluka karena keinginan Putri sendiri, Mama tidak perlu cemas aku baik-baik saja kok jadi Mama jangan cemas ya?"ucap balik Putri yang hanya bisa tersenyum.


"Kamu serius kan sayang tidak kenapa-kenapa?"tanya Mamanya yang nampak sangat penasaran.


"Iya Ma Putri serius kok kalau Putri tidak kenapa-kenapa jadi Mama jangan cemas ya?"


"Ya sudah kalau kamu masih ingin berada dekat dengan Mama, kamu gak masalah kan kalau Mama ajak kamu ke restoran?"


"Ma Putri rasa Putri tidak bisa, kan setelah Putri tahu kalau Putri anak kandung Mama, Putri berhenti langsung kerja di-restoran itu jadi kalau teman Putri tahu aku takut mereka akan marah atau pun sungkan pada Putri jadi gak usah ya Ma Putri kesana biar Putri disini aja,"timpalnya.


"Sayang Restoran itu sekarang bukan hanya milik Mama aja, tapi Restoran itu juga milik kamu dan adik kamu juga jadi sudah seharusnya Mama untuk memperkenalkan kamu dengan mereka semua ya," timpal Mamanya lagi.


"Tapi Ma Putri tidak bisa,"balasnya.


"Sayang kamu pasti bisa ayo," ajak Mamanya yang langsung mengandeng tangan Putrinya.


"Baiklah Ma," balas Putri yang langsung mengikuti Mamanya.

__ADS_1


Setibanya Putri di Restoran yang ingin mereka datangi, Putri nampak sungkan ketika ingin keluar dari mobil bersama dengan Mamanya.


"Sayang ayo keluar!"ajak Mamanya tapi Putri nampak takut.


"Beri waktu kepada Putri ya Ma, Mama masuklah dulu biar nanti Putri yang masuk duluan," pintanya.


"Tapi kamu gak ingin menghindar kan?"tanya Mamanya.


"Putri tidak akan menghindar kok Ma, Mama masuklah terlebih dulu biar nanti Putri yang masuk setelah itu."


"Baiklah Mama masuk dulu, tapi ingat kamu jangan pergi ya?"


"Iya Ma Putri tidak akan pergi kok, Mama yang tenang ya," balasnya.


"Baiklah Mama masuk ya," ucapnya.


"Baik Ma," balas Putri segera Mamanya pun masuk terlebih dulu.


"Mendingan aku masuk aja sekarang," ucap Putri tak lama ia pun segera keluar dari mobil Mamanya tak lupa ia memakai masker agar wajahnya tidak di kenali oleh siapa pun.


Hendak ia yang berusaha menghindari temannya yang kerja disini. Putri mendapati seorang Wanita yang dengan sengaja menaruh kecoa mati yang tadinya berada dalam tasnya yang kemudian ia taruh di piring makanan yang hendak akan ia santap.


"Wanita itu apa yang dia lakukan kenapa dia menaruh kecoa mati didalam makanannya?"batin Putri yang segera ia mengeluarkan ponsel dan merekamnya secara berhati-hati.


Berpura-pura berteriak sekeras mungkin pandangan semua pengunjung akhirnya tertuju pada seorang Wanita itu.


"Ada apa Mbak kenapa anda berteriak?"tanya pengunjung disebelahnya.


"Kecoa ... Bagaimana bisa disini ada kecoa mati. Apa seperti ini cara kalian menyajikan setiap menu buat pada para pengunjung?"


"Kecoa! Bagaimana bisa ada kecoa mati disini tadi saya yang menyajikannya dan tidak ada apa-apa saya berani bersumpah!"ucap pelayan yang mencoba meyakinkan semuanya.


"Astaga dasar menjijikkan jadi seperti itu cara kalian melayani kita semua?"kesal pengunjung yang lainnya.

__ADS_1


"Jadi seperti ini cara anda melakukan penipuan yang untuk menjatuhkan nama Restoran ini?"timpal Putri yang langsung menghadap pada seseorang itu.


"Siapa kamu dan apa maksud anda berkata seperti tadi?"tanya Wanita itu.


"Haruskah aku menjelaskan semuanya pada anda? Atau gini aja anda bilang yang sejujurnya pada mereka semua apa yang telah anda barusan lakukan, setelah itu aku akan menganggap masalah ini usai?"


"Apa maksud anda aku sama sekali tidak mengerti?"


"Jadi sudah dalam keadaan terpojok pun kamu masih belum mengakui juga. Apa tindakan anda yang memasukkan kecoa mati pada makanan anda sendiri belum meyakinkan anda jika anda itu sangatlah salah? Aku melihat sendiri jika anda memasukkan kecoa mati ini bahkan aku sempat merekam perbuatan anda apa anda masih tidak mau mengakui juga?"


"Kenapa anda diam aku bertanya pada anda dan siapa seseorang yang sudah menyuruh anda untuk berbuat seperti itu?"


"Cepat katakan siapa seseorang yang sudah menyuruhmu?"timpal Mamanya Putri yang langsung mendatanginya.


"Maafkan sama saya hanya diperintah oleh pemilik restoran sebelah untuk melakukannya maafkan saya!"ucapnya yang hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Sudahlah pergi anda sekarang!"


"Baik nyonya sekali terima kasih! Terima kasih!"segera pergi dari pandangan mereka, Putri segera bertanya pada Mamanya.


"Mama kenapa membiarkan dia pergi begitu saja, dia sudah hampir membuat nama Restoran ini hancur Ma?"


"Sudahlah sayang Mama tahu orang yang memerintahkan dia hanyalah orang yang iri lantaran restoran ini lebih ramai dari restoran miliknya jadi sudahlah lupakan saja!"


"Putri ini beneran kamu kan? Apa yang aku dengar tadi benar-benar sungguhan kamu memangil nyonya Cassandra dengan sebutan Mama jadi kamu itu Putri nyonya Cassandra?"


"Iya **** aku memang Putri Mama yang telah lama menghilang. Aku sempat tidak percaya dengan ini tapi inilah faktanya maafkan aku kalau aku baru bisa memberitahumu sekarang maafkan aku, tapi setelah kamu tahu kalau aku anak dari pemilik tempat kamu kerja? Kamu gak akan jauhi aku kan? Kamu masih mau menganggap ku sebagai sabahat kamu kan?"


"Putri kamu itu ngomong apa sih, disini derajatnya yang lebih tinggi itu kamu ketimbang aku, tapi kenapa kamu malah bilang kalau aku tidak mau berteman denganmu yang ada itu kebalikannya. Apa kamu mau bersahabat denganku yang jelas-jelas hanya sebatas seorang pelayan!"


"Baiklah kalau kamu gak keberatan untuk menjadikan aku sebagai sahabat mu. Aku mau kok jadi sahabat kamu," balasnya hanya bisa dengan menunjukkan senyum.


"Kamu serius Putri ingin berteman dengan kita?"timpal teman yang satunya.

__ADS_1


"Iya aku serius mana mungkin aku akan melupakan kalian,"timpal Putri yang langsung memeluk keduanya.


BERSAMBUNG.


__ADS_2