
Pagi yang cerah nampaknya mendukung akan tindakan yang hendak akan dilakukan dua sejoli ini.
"Apa kamu sudah siap?"tanya Putri ketika sudah berada didalam mobil tepat dihadapan perusahaan Mamanya.
"Iya aku sudah siap Nyonya, tapi kira-kira apa rencana nyonya ini akan berhasil? Nyonya menyuruhku menyamar jadi salah satu official boy di Perusahaan nyonya, sedangkan nyonya sendiri mengenakan seragam kantor layaknya seorang karyawan baru yang hendak akan melamar kerja di kantor ini. Apalagi dengan pakaian nyonya yang cukup dekil kaya gini saya sedikit bingung dengan rencana Nyonya saat ini?"heran Gibran pada Putri.
"Soal itu kamu tenang aja Gibran, selama ada aku apa yang tidak mungkin akan terjadi, kamu paham kan!"
"Iya Nyonya saya paham," balasnya yang masih bingung.
"Baiklah ayo kita turun,"ajak Putri.
"Baiklah," balasnya yang kemudian mengikuti langkah Putri.
Duduk disamping beberapa karyawan yang hendak ingin melamar kerja. Pandangannya fokus pada satu Wanita yang menurutnya memiliki sikap tidaklah beres.
Baru beberapa menit Putri duduk disebelahnya, Wanita itu memandang kearah Putri dengan tatapan sinisnya. Memperhatikan dari ujung kaki sampai kepala Putri, wanita itu pun akhirnya buka suara.
"Anda? Apa yang ingin anda lakukan apa anda ingin melamar kerja juga di perusahaan besar ini?" tanya Wanita itu berlalu Putri pun menatapnya.
"Iya saya memang ingin berniat ingin melamar kerja disini, memangnya kenapa Mbak apa ada yang salah dengan saya? Saya kan sudah mengenakan pakaian yang rapi apa seseorang seperti saya masih tidak pantas untuk mendapatkan pekerjaan ditempat besar seperti ini?" tanya Putri dengan ekspresinya menundukkan kepala seolah-olah ia sedang bersedih.
__ADS_1
"Hey sadarlah, ini itu perusahaan besar. Bahkan para karyawan yang kerja disini tidak lagi main-main mereka langsung keterima hanya karena mengandalkan orang yang terlahir dari golongan kaya! Sedangkan kamu? Apa yang kamu banggakan dari dirimu ini, bahkan pakaian yang kamu kenakan aja sudah terlihat kamu itu orang yang tidak mampu dan dekil jadi pastinya kamu akan nyesel nanti, jadi sudahlah dari pada nanti kamu akan nangis lebih baik kamu menyerahlah karena disini tidak akan ada karyawan yang modelnya seperti anda. Dan pastinya kamu tidak akan keterima disini pergilah!" usirnya dengan mendorong Putri hinga terjatuh.
"Dasar berani sekali wanita itu menghina Nyonya Putri seperti itu?" batin Gibran yang memperhatikannya dari jauh, genggamannya serasa sudahlah siap memukul wanita itu.
"Maafkan saya Mbak kalau saya sudah membuat anda marah. Tapi saya tidak akan menyerah kala rezeki seseorang berbeda-beda. Ada juga orang yang ucapannya terlalu tinggi dialah orang yang nantinya akan menyesal karena omongannya itu sendiri yang terlalu menyombongkan dirinya yang seolah-olah dialah yang terhebat!"
"Apa maksud anda. Jadi anda ngatain saya?" balasnya dengan tatapan geramnya. Serasa ingin menyerang balik Putri, Wanita itu yang berniat ingin menyerangnya langkahnya seketika terhenti setelah adanya office boy yang menabraknya dengan sengaja.
"Hey kamu itu kalau jalan punya mata gak sih, disini jalanan masih lebar kenapa kamu menumpahkan air ini kebajuku apa kamu tahu berapa harga pakaian yang saya kenakan ini,"bentak wanita itu sesaat ia sadar seseorang menumpahkan air pada pakaiannya.
"Berapapun mahal harga pakaian yang anda kenakan nyatanya tidak akan mampu membuat diri anda terlihat keren," balas seorang office boy yang kemudian ia menyiram kan kembali air itu pada wanita tersebut.
"Kenapa?"
"Sayang sudahlah jangan ladeni wanita stress ini!"
"Sayang...oh jadi laki-laki ini adalah Suami kamu pantesan kalian berdua sama-sama kampungan, dan para kumpulan orang-orang miskin!"
"Jaga bicara anda jika anda tidak mau akan menyesal atas ucapan anda sendiri. Jadi aku minta cepatlah anda minta maaf padanya jika anda tidak mau nangis nanti, cepat!" gertak Putri tapi tak dihiraukannya oleh Wanita itu.
"Apa maksud kamu menyuruhku untuk minta maaf padanya? Memangnya apa salahku?"balas Wanita itu dengan menyilangkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Ada apa ini kenapa pada ribut-ribut apa ada masalah sayang," tanya salah seorang berjas rapi yang kemudian menghampiri mereka.
"Ini Om dua orang kampungan ini sengaja mencari masalah denganku. Bahkan mereka juga dengan beraninya menghinaku dihadapan banyak orang jadi Om cepatlah pecat mereka Om kan seseorang yang paling dipercaya oleh Nyonya Cassandra jadi cepatlah pecat mereka Om!"
"Kalian? Sejak kapan kalian bekerja disini dan kenapa aku baru lihat kalian sekarang apa kalian pekerja baru di perusahaan ini?"tanyanya dengan nada kasar.
"Maafkan kami Tuan, kami akui kami memang sangatlah salah tapi kami mohon jangan pecat kita saya mohon, jika kita dipecat mau makan apa anak kami nanti saya mohon jangan pecat saya...saya mohon," ucap Putri berpura-pura minta maaf sembari menundukkan kepalanya.
"Kamu lihat kan sayang, Om belum mengatakan apa-apa mereka ini sudah terlebih dulu meminta maaf dengan om jadi sudah kamu tidak perlu nangis lagi ya?"
"Iya Om," balasnya dengan tersenyum sinis kearah mereka.
"Dan kamu? Kamu dengan beraninya telah membuat keponakan saya ini nangis dan menerima malu didepan mereka semua. Sedangkan kalian? Kalian hanyalah orang-orang miskin yang mungkin hanya akan mengandalkan kerja disini untuk bisa menahan lapar tapi kenapa kalian sok hebat yang dengan beraninya mempermainkannya tanpa tahu resiko apa yang akan terjadi nanti. Nyonya Cassandra adalah seseorang yang sangat mempercayai saya. Dan sayalah seseorang yang dapat kepercayaan untuk memegang kendali perusahaan ini dan kalian? Dengan beraninya kalian menganggu dia jadi sudahlah pergi dari sini karena Perusahaan ini tidak akan mau menerima seseorang dekil dan miskin seperti kalian. Jadi cepat pergi!" usir Pria itu dengan mendorong Gibran hinga terjatuh bersimpuh dilantai.
"Sekarang saya sadar jika perusahaan ini hanya akan mengendalikan orang-orang kaya saja. Apa dengan adanya orang kaya disini perusahaan ini akan maju tidak kan? Ngomong-ngomong dari mana adanya aturan seperti ini dibuat. Bahkan anda? Anda ini hanyalah orang kepercayaannya jadi mana mungkin anda berlagak sok hebat dan menjadi penguasa atas tindakan anda ini. Apa anda tidak takut jika Nyonya besar akan tahu seperti apa cara kerja anak buah kepercayaannya di Perusahaan ini? Apa anda tidak takut jika anda akan dipecat di perusahaan ini secara tidak adil?" tantang Putri yang kemudian bangkit memberikan senyuman sinisnya kearah mereka.
"Anda sangatlah lancang dan beraninya anda berkata seperti itu? rasakan ini!"
Satu pukulan hampir saja mengenai wajah Putri. Akan tetapi dengan sigap, Gibran menghalaunya sekaligus mencegah tangan pria itu untuk menyentuhnya.
BERSAMBUNG.
__ADS_1