JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
SENJATA MAKAN TUAN


__ADS_3

"Aku masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan jadi kamu gak masalah kan kalau aku tidak mengantarmu sampai kedalam sana?"


"Tidak apa-apa kok kamu sudah mau nganterin aku disini aja aku sudah sangat senang. Ya sudah pergilah dan berhati-hatilah.


"Baiklah aku pergi dulu da..


"Biar pun aku sudah menjadi Istri-mu aku tidak ingin menyusahkan apalagi sampai memberatkan kamu masuk dalam penderitaan-ku. Cukup aku aja yang mengalami semua ini tidak dengan kamu Revan," gumamnya yang berkata dengan pandangannya yang memandang mobil Revan yang mulai menjauh darinya.


Siang hari para pelanggan terlihat mulai berdatangan, suasana sunyi yang tadinya sedikit sepi tak membutuhkan waktu lama suasana itu berubah cukup ramai dengan adanya banyak pengunjung yang mulai berdatangan ke Restoran ini.


"Putri kamu antarkan pesanan ini kemeja nomor 6 ya disana pelanggan itu sudah sedari menunggunya," timpal salah seorang pelayan yang lain.


"Baik Carla aku akan mengantarkannya," balas Putri balik.


Membawa setampan pesanan yang barusan dipesan oleh pelanggan nomor 6 pandangan Putri yang tadinya baik-baik saja. Kini pandangan itu berubah setelah ia melihat dengan siapa ia berhadapan saat ini.


"Putri jadi disini kamu rupanya memulai hidup baru kamu apa kabar? Rupanya ini pekerjaan yang kamu banggakan makanya dengan beraninya kamu kabur dari Rumah dengan calon anak h*ram kamu itu?"ledeknya beralih semua pandangan berpaling melihat Putri.


"Apa kamu sudah ngomongnya jika sudah aku ingin pergi. Karena masih ada pelanggan yang menunggu saya,"balasnya yang hendak akan pergi, tapi Monika menghalanginya.


"U.. apa kamu marah? Wah ...sangat keren. Kamu itu bersikap seolah-olah paling berkuasa disini apa kamu sadar kamu itu hanya pelayan dan tak lebih jadi seorang pembantu yang tak berguna. Apa kamu mengerti?"ucap Monika dengan mendorong Putri tapi untungnya ia tidak terjatuh.


"Biar pun aku hanya menjadi seorang pembantu? Terus gimana dengan kamu sendiri dan Suami-mu ini? Apa kamu gak malu punya Suami dari seorang laki-laki yang tidak pertanggung jawab karena udah menghamili seorang wanita tanpa ada rasa bertanggung jawab sama sekali apa kamu pikir semua itu keren?"


"Kamu? Berani sekali kamu berkata seperti itu?"gertak balik Rafa.


"Iya aku berani karena aku rasa tempat sekeren ini tidak pantas mendapatkan injakan dari dua orang pecundang dan parasit seperti kalian, jadi cepat pergilah jika kalian tidak mau aku permalukan balik disini cepat pergi.


"Kamu sudah berani rupanya?"tantang Monika dengan raut wajah amarahnya.


"Iya aku berani karena setelah aku pikir-pikir untuk apa aku harus takut dengan kalian? Dan untuk apa aku juga harus takut jika aku harus membesarkan anak yang aku kandung ini sendiri tanpa ada seorang Ayah dari anak yang aku kandung ini? Dan untuk apa juga aku harus mengemis-ngemis meminta pertanggung jawaban dari seorang parasit seperti Suami anda ini. Ingat apa kalian sadar kemampuan dan kekuasaan kalian belum ada artinya jadi janganlah berbangga diri jadi orang permisi," gertak baliknya dengan menyiramkan segelas air mengenai baju Monika.


Niat hati yang ingin mempermalukan Putri dihadapan banyak orang. Tapi nyatanya semua itu berbalik sebaliknya, bukan Putri yang merasa malu melainkan mereka sendirilah yang malu akan perbuatan yang barusan mereka lakukan.


"Sudahlah ....jika kita hanya terus meladeninya seperti ini dia akan berbalik lebih mempermalukan kita dihadapan banyak orang jadi ayo cepat kita pergi dari sini," ajak Rafa nampak cemas melihat raut wajah semua orang yang menatapnya dengan tatapan tajam.


"Tapi Rafa aku belum kasih dia perhitungan?"


"Belum saatnya ayo kita pergi.


"Putri ...," panggil salah wanita yang mulai menghampirinya.


"Nyonya ... maafkan saya, bukan maksud saya ingin mengusir pelanggan Nyonya tapi ...." ucap Putri yang menjadi gelagapan.


"Kamu tidak perlu minta maaf Putri apa yang kamu lakukan memang-lah benar. Dan jujur saya kagum akan kekuatan kamu dan ketabahan kamu menghadapi semua penderitaan kamu ini. Jadi apa yang sudah kamu lakukan tadi semua itu memanglah benar jadi jangan bersedih dan merasa bersalah karena saya mendukung apa yang barusan kamu lakukan tadi.


"Terima kasih nyonya, terima kasih karena nyonya sudah mau memberikan saya kesempatan. Dan terima kasih juga karena nyonya sudah berbaik hati mau menolong saya dalam keadaan apapun terima kasih," ucapnya dengan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Kamu jangan sungkan apalagi tidak enak sama saya. Kamu anak yang baik dan jujur, bahkan usia kamu sama seperti usia Putri saya jadi kamu jangan berkecil hati ya ya sudah lakukan pekerjaan kamu.


"Baik Nyonya sekali lagi terima kasih.


Tiba-tiba terdengar suara dering ponsel yang berada didalam tas pinggang yang telah dibawa oleh Putri. Karena terkejut Putri pun langsung mengambilnya.


"Siapa Putri?" tanya Cassandra yang sedikit penasaran.


"Mama mertua saya Nyonya," balasnya.


"Ya sudah kamu angkat dulu siapa tahu ada hal penting yang inggin disampaikan oleh Mama mertua kamu?"


"Ya sudah kalau gitu Putri jawab dulu ya Nyonya," balasnya lagi.


"Baiklah!.


"Iya Ma ada apa? Kenapa Mama mertua meneleponku?" jawab Putri yang kemudian dia pun terkejut setelah mendengar jawaban yang baru saja dilontarkan oleh Mama Mertua.


"Hei ...apa kamu itu budek atau apa? Kenapa kamu lama sekali menjawabnya?" balas Mamanya dengan raut wajah emosinya.


"Maaf Ma? Putri lagi kerja jadi maafkan Putri kalau Putri telat menjawabnya.


"Udah kamu jangan banyak bicara sekarang mendingan sekarang kamu cepat pulang, Mama mau kamu harus sampai di-rumah dalam kurang waktu 20 menit. Jika kamu belum juga sampai jangan salahkan saya kalau kamu akan Mama hukum ayo cepat pulang!" bentak Mamanya yang membuat Putri sangat takut.


"Tapi Ma? Putri kan lagi kerja dan ini juga masih jam kerja jadi bagaimana mungkin Putri bisa pulang. Maaf Ma Putri tidak bisa.


"Baik Ma Putri akan segera pulang sekarang," balas Putri dengan raut wajah bingungnya.


"Putri kamu kenapa? Dan apa yang barusan dilakukan Mama mertuamu itu? Kenapa dia sampai se-marah itu sama kamu?"


"Maaf Nyonya mertua saya marah dan ingin aku segera pulang sekarang. Apa Nyonya tidak marah jika mengijinkan saya pulang lebih awal?"


"Baiklah cepat kamu pulang. Keliatannya dia marah besar, soal pekerjaan kamu ini kamu jangan pikirkan yang terpenting cepat pulanglah.


"Baik Nyonya sekali lagi terima kasih Nyonya ... terima kasih.


"Berhati-hatilah.


"Baik Nyonya.


"Kasihan sekali Putri dia harus mengalami kehidupan yang sangat berat ini," gumamnya yang merasa sangat kasihan.


Sedangkan waktu Putri hanya tersisa 15 menit dari sekarang, Akan tetapi yang bikin Putri tambah cemas tidak ada satupun kendaraan yang melintas saat ini. Merasa bingung dan gak ada waktu lagi, akhirnya Putri pun nekat berlari tanpa memperdulikan kondisinya yang sedang mengandung.


Aku gak bisa berdiam diri seperti ini? Jika aku hanya berdiam diri aku hanya akan membuang-buang waktu saja, aku harus bertindak. Bantu Mama sayang agar Mama bisa melewati semua ini, maafkan Mama karena Mama membahayakan kamu saat ini, maafkan Mama!. ucap Putri sembari mengelus perut yang mulai membuncit. yang kemudian dia pun berlari mengejar anak jalan.


Merasa sangat capek dan gak cukup tenaga untuk melanjutkan lari marathonnya, Putri pun menyerah. Dan ditengah jalan dia pun membuang nafas dalam-dalam yang kemudian dia mengeluarkan dengan pelan-pelan.

__ADS_1


"Ah ..capek sekali aku gak akan bisa berlari menuju ke-rumah, jika aku nekat melakukan hal itu, aku bukan hanya membahayakan diriku sendiri, tapi aku juga akan membahayakan janin yang ada didalam kandunganku ini, terus apa yang harus aku lakukan sekarang!"


Merasa putus asa sembari mengelus-elus perutnya. Dan kemudian kebaikan pun berpihak padanya lantaran ada sebuah angkutan berwarna merah yang melaju kearahnya.


Tanpa berfikir lagi Putri pun langsung menghadang jalanan angkutan tersebut, merasa terkejut dengan apa yang dia lakukan wanita ini. Sang supir pun langsung mengerem mendadak.


"Stop!" teriak Putri yang berteriak didepan laju mobil angkutan tersebut.


"Hei..apa yang kamu lakukan? Apa kamu inggin mati! Jika kamu inggin mati mendingan kamu pergi ke Rel kereta saja jangan menghadang dihadapan angkutan-ku juga!" bentak sang supir yang kemudian memarahi Putri. Akan tetapi melihat dirinya sedang dapat omelan dari sang supir dia sama sekali gak menghiraukannya.


" Tolong cepat antarkan aku kejalan Permata indah," ucap Putri yang kemudian dia malah memasuki angkutan tersebut.


"Apa yang kamu katakan barusan?" tanya balik sang supir.


"Ah ...udahlah jangan banyak bertanya cepat antarkan aku kejalan Permata indah," ucap Putri yang tambah semakin gugup.


"Sekarang?" tanya supir yang malah bertanya balik.


"Tidak lima tahun ke-depan puas!" jawab Putri yang memulai memanas.


"Cepat antarkan aku sekarang juga..kalau kamu gak mau nganterin jangan salahkan aku kalau aku akan memukulmu saat ini juga!. Ocehan Putri yang kemudian mengancam sang supir dengan menunjukkan genggaman tangannya.


"I..iya..aku akan mengantarmu sekarang!. Jawab Sang supir yang merasa takut.


"Cepat!" teriakan Putri.


"Iya..sabar kenapa," jawab supir yang merasa ikut gugup.


"Ini pak terima kasih!" ucap Putri yang kemudian bergegas berlari dan juga menyempatkan untuk memberi uang 100 ribu kepada supir tadi.


"Ini beneran aku dikasih upah 100 ribu sama itu orang, pasti kaya itu orang makanya dia memberiku uang 100 ribu..terima kasih ya," teriakan supir akan tetapi sudah tidak dihiraukan sama Putri yang sudah terlebih dulu masuk kedalam rumah.


Nih ada rekomendasi Cerita yang sangat seru dan pastinya sangat sayang untuk dilewatkan. Yuk mampir dan jangan lupa tinggalkan jejaknya ya terima kasih 🥰🥰


BAGAIMANA RASANYA TERJEBAK MENJADI ORANG KETIGA DI DALAM RUMAH TANGGA ORANG LAIN?


Sharron Alexandria, 25 tahun, terjebak dalam belenggu cinta pria beristri hanya karena kesalahan satu malam. Dia adalah Darrell Wesley, 35 tahun. Demi mendapatkan seorang anak, dia rela menjalani hubungan dengan seseorang yang ditemuinya di dalam aplikasi kencan buta.


Seiring perjalanan waktu, Darrell tidak berniat membuat Sharron, wanita simpanannya itu untuk hamil. Dia terlalu mencintainya sehingga membuat Darrell melepaskan tujuan utamanya.


Sementara Callie Mavis, 28 tahun, istrinya itu sudah didesak oleh keluarganya untuk segera mendapatkan anak. Dia berusaha menanyakan perihal rencana suaminya itu untuk mendapatkan rahim pengganti. Nyatanya malah Darrell mengatakan belum mendapatkannya.


Mungkinkah Darrell dan Sharron bisa bersatu? Apakah istri Darrell mau melepaskan begitu saja ketika tahu suaminya mencintai wanita idaman lain? Bagaimana perjuangan Sharron menyembunyikan diri sebagai wanita simpanan? Mampukah mereka menjalani kehidupan yang tidak biasa ini?



__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2