JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
Apa yang akan dilakukan Revan


__ADS_3

"Alhamdulillah hari ini aku telah menerima gaji pertama dari kerja kerasku menjadi pelayan di Restoran Tante Cassandra. Dan separuhnya sudah aku bayarkan buat bayar kontrakan, dan Alhamdulillah separuhnya bisa aku sisihkan buat aku tabung buat persalinan nanti,"


Berjalan dengan langkah sedikit tergesa-gesa, langkahnya terhenti setelah Putri yang tiba-tiba merasakan sakit pada kepalanya.


"Aw ... kepalaku? Kenapa kepalaku rasanya agak pusing kaya gini. Apa mungkin ini akibat karena aku sering makan tidak teratur selama ini.


Perlahan-lahan Putri berusaha untuk bisa berjalan, sedikit demi sedikit Putri berusaha untuk bisa sampai ditempat yang dia inginkan. Akan tetapi belum juga ia sampai ditempat yang ia tuju pandangannya sudah mulai kabur. Hinga akhirnya tubuhnya yang mulai tersungkur ketanah dimana ia berdiri saat ini.


Butiran demi butiran air dari langit mulai berjatuhan membahasi tanah yang kering. Hinga tidak menunggu waktu lama awan mendung yang sedari tadi telah menampakkan diri, kini dalam hitungan detik mendung bergelombang itu pun menjadi satu butiran air yang mampu membahasi sesuatu yang sedang menimpanya.


Setelah jatuh pingsan ditengah jalan yang terlihat sangat sepi tanpa hadirnya seseorang. Tubuh Putri mulai basah kuyup setelah tetesan hujan mulai menyerangnya.

__ADS_1


Tiba-tiba dari arah barat terdapat-lah sebuah mobil hitam yang sedang melajukan laju kendaraannya dengan kecepatan sedang lantaran wilayah yang sedang ia lalui sedang dalam diguyur hujan.


Pandangannya teralihkan pada sesosok manusia yang dalam keadaan tergeletak ditengah jalan tanpa ada gerakan yang dilakukan seseorang itu.


Merasa penasaran seseorang itu hendak ingin keluar. Akan tetapi tak lama niatnya ia urungkan Setelah ia sadar jika sering terjadi pembegalan dengan ciri-ciri seperti ini.


Merasa bingung pada pikirannya sendiri saat ini. Seseorang laki-laki yang mengenakan jas itu pun tak ingin tingal diam tanpa berbuat sesuatu. Mengambil sebuah senjata yang ia sembunyikan dalam sakunya, ia bergegas turun untuk memeriksa keadaan akan seseorang itu.


Bergegas turun dari dalam mobil, pandangannya yang melirik arah kanan mau pun kiri. Kini jejak kakinya sudah berada tepat dihadapan seseorang yang sedang dalam keadaan tergeletak tersebut.


"Putri ....!

__ADS_1


Satu kata yang spontan keluar dari mulutnya. Segera ia merangkul Putri, menepuk kedua pipinya tapi apa daya apa yang ia lakukan nyatanya tidak membuahkan hasil.


"Putri ...Putri ....bangun kamu kenapa? Putri ayo bangun. Aku harus membawanya ke- Rumah sakit sekarang." Bergegas ia langsung membopong tubuh Putri dan memasukannya kedalam mobil. Dalam kondisi panik seseorang itu yang tak lain adalah Revan ia segera menjalankan laju kendaraannya dengan kecepatan cukup tinggi.


"Putri kamu yang kuat ya? Tidak akan lama kita akan sampai di- Rumah sakit kamu yang kuat." Nampak dari raut wajah Revan terlihat panik.


Akan tetapi belum juga ia sampai ditempat tujuan. Mobilnya tiba-tiba terhenti, merasa bingung ia lantas keluar dan memeriksanya.


"Sial, kenapa dalam kondisi darurat seperti ini mobil-ku malah mogok. Astaga apa yang harus aku lakukan sekarang, dari sini menuju ke Bengkel jaraknya masih sangat jauh. Jika aku berlari dan meninggalkan Putri sendiri takutnya ia akan kenapa-kenapa sekarang apa yang harus aku lakukan.


Melihat ada sebuah Rumah kosong yang tidak berpenghuni entah apa yang merasuki Revan sehingga ia mengeluarkan Putri dari dalam mobil. Dan segera membawanya kesana.

__ADS_1


"Maafkan aku Putri aku hanya bisa menyelamatkan kamu dengan membawa -mu kesini, maafkan aku.


BERSAMBUNG.


__ADS_2