JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
KENYATAANYA SANGAT PAHIT


__ADS_3

"Jauh ini tidak ada perubahan sama sekali yang terjadi, tumor yang tertanam pada otak kamu semakin lama semakin membesar, jika kamu tidak segera melakukan operasi saya rasa penyakit kamu ini akan sangat sulit untuk disembuhkan jadi kamu harus memikirkan masalah ini. Ini masalah yang sangat serius kamu harus memikirkannya."


"Soal memikirkan aku sudah cukup memikirkan masalah ini Dok. Saya tahu mungkin tindakan dengan melakukan operasi mampu mengambil tumor yang bersarang dalam otakku tapi tidak dengan nyawaku. Dulu waktu aku masih kecil, Papa ku mengidap penyakit sama yang saya alami sekarang ini. Papa akhirnya mencari jalan lain yaitu mengambil tumor tersebut dengan cara melakukan operasi, tapi nyatanya tindakan itu tidak membuat nyawanya tertolong, tapi Papa malah pergi meninggalkan aku, Mama dan juga adikku dengan sangat cepat. Jadi aku tidak mau hal itu terulang lagi padaku, aku rela jika aku harus menghadapi rasa sakit yang amat sangat mau pun menangung semua penderitaan ini, tapi aku tidak mau nasibku seperti Papa aku tidak mau mati karena kalah melawan penyakit ku ini aku tidak mau!'


"Semua orang punya cara tersendiri untuk memilih jalan lain untuk mencapai kebahagiaannya. Aku melihat anda begitu tabah menghadapi cobaan yang anda terpa sekarang. Bahkan melihat anda yang hanya pergi sendiri bolak-balik kesana kemari saya rasa anda juga tidak pernah memberitahu kondisi anda pada orang lain termasuk pada keluarga anda. Saya yakin anda pasti kuat melewati semua ini jadi tabah lah,"ucap Dokter sembari memberikan dukungannya.


"Terima kasih Dok, terima kasih Dokter sudah mau memberikan aku semangat terima kasih."


Terduduk termenung meratapi nasibnya yang malang. Melihat tanah yang gundukan berselimut banyaknya bunga membuat air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya terjatuh hinga membasahi kedua pipinya.


"Papa gimana kabar Papa sekarang apa Papa bahagia disana? Revan rasa Papa sangat bahagia lantaran disana Papa sudah dijaga banyaknya bidadari yang sangat cantik jadi pastinya Papa bahagia kan?"ucapnya dengan tetesan air mata yang terus menerus menjatuhi pipinya.


" Oh iya Revan ingin tanya seperti apa ketabahan Papa ketika Papa tahu jika Papa terdiagnosa mempunyai penyakit kanker mematikan ini? Apa Papa juga menjadi Pria yang tidak berdaya seperti Revan sekarang ini? Apa Papa juga terlihat berusaha kuat dihadapan orang yang Papa sayangi biar pun aslinya Papa sangatlah menderita karena rasa sakit ini yang Papa rasakan setiap hari menyerang. Apa Papa juga mengalami semuanya? Jujur Revan takut Pa, Revan takut jika tiba-tiba nyawa Revan diambil dalam keadaan Revan yang masih banyak dosa, Revan takut jika nanti Revan pergi Revan mampu membuat banyak luka yang pada bertebaran Revan takut Pa!"


FLASHBACK


Menahan rasa sakit yang tiba-tiba menyerangnya saat ini, Revan yang sudah tidak tahan ia pun seketika jatuh pingsan dipinggir jalan, melihat ada seseorang yang tidak tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri beberapa orang yang berada di lokasi itu pun berbondong-bondong menghampirinya dan langsung melarikannya ke Rumah sakit.

__ADS_1


Setelah tidak sadarkan diri, Revan pun langsung menghadap ke Dokter yang tadinya telah memeriksa dirinya dan bertanya mengenai kondisi dia saat ini."


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan saya dok, kenapa saya tiba-tiba bisa jatuh pingsan seperti ini? Apa saya kekurangan darah yang akhirnya membuat tubuh saya menjadi lemah seperti ini?"


"kalau saya boleh tau apa kamu sering merasa sakit kepala, atau ada sesuatu yang membuat kamu merasa tidak enak badan sampai-sampai jatuh pingsan seperti ini? Contohnya keluarga kamu ada yang punya kelainan penyakit?" tanya Dokter lagi.


"Sebenarnya kalau merasa sakit seperti ini saya sering mengalaminya Dok, tapi baru kali ini saya bisa sampai tidak sadarkan gini. Dan itu baru pertama kalinya, tapi itu tidak ada masalah kan Dok, bisa aja saya itu cuma kecapean aja kan?" tanyanya lagi yang agak sedikit cemas.


"Iya semoga aja dugaan kamu memang benar tapi biar lebih jelas lagi mendingan kamu tes ke dokter untuk bagian penyakit dalam, supaya kamu tau penyakit apa yang sedang kamu alami saat ini."


"Baik Dok saya ngerti ya udah kalau gitu saya permisi terima kasih!"


Menghadap langsung pada salah satu Dokter spesialis penyakit dalam. Revan yang mendapatkan rujukan untuk menghadap ke salah satu Dokter spesialis otak ia segera menghampirinya.


Mengecek satu persatu data yang diberikan Revan oleh Dokter yang awal. Kemudian Dokter spesialis yang memeriksa langsung, ia mengecek satu persatu hasil tersebut dan ternyata.


"Apa anda pernah mengalami kecelakaan fatal? Atau mungkin salah satu keluarga anda ada yang mempunyai riwayat kanker otak atau yang lainnya?"

__ADS_1


"Kenapa jadi menjalar kesana Dok. Jujur kalau soal kecelakaan Alhamdulillah saya tidak pernah mengalaminya Dok, tapi kalau riwayat penyakit iya, Almarhum Papa saya dulu meninggal karena adanya riwayat kanker otak pada mendiang almarhum kakek saya kenapa memangnya Dok, ini hanya dugaan awal kan? Saya gak mungkin mempunyai penyakit separah itu kan?"


"Setelah saya periksa terdapat-lah tumor ganas yang terdapat pada otak tempurung kamu! Atau lebih jelasnya lagi kamu diagnosa mengidap penyakit kanker otak. Dan sekarang sudah memasuki stadium 2!"ucap Dokter yang seketika membuat Revan yang mendengarnya hampir roboh.


"Dan tumor ini sangat ganas tidak bisa dianggap sepele masalah ini. Jika kamu tidak segera melakukan operasi pengangkatan tumor itu, tumor itu akan menjadi kanker otak yang mungkin akibatnya bisa sangat fatal!"


Bagai diterpa bencana siang bolong, Revan yang tadinya merasa panik kini dalam hitungan detik kepanikannya pun berubah menjadi air mata yang akhirnya telah menetes dari kedua sudut matanya.


Bahkan tubuh yang tadinya kuat menopangnya, kini kekuatan itu pun lenyap setelah ia tahu penyakit apa yang sedang bersarang didalam dirinya.


"Apa saya masih punya waktu lebih lama lagi untuk bertahan hidup? Sampai kapan saya bisa bertahan dengan penyakit yang perlahan-lahan akan menyerang saya ini Dok?"


"Soal itu saya sendiri tidak bisa menentukan. Karena yang namanya hidup dan mati semua ada dikehendaki Allah, yang jelas sekarang penyakit kamu sudah memasuki stadium 2 jadi masih ada cara untuk memperlambat sel-sel yang bersarang didalam tubuhmu. Dan kamu harus segera melakukan cuci darah dan juga kemoterapi untuk memperlambat penyebaran penyakit ini karena hanya itu satu-satunya cara untuk pencegahannya.


"Tapi semua itu percuma Dok, biar pun saya rajin kemoterapi mau pun cuci darah pada akhirnya saya juga akan mati, jadi itu percuma saja.


"Di dunia semua orang juga pasti akan mati termasuk saya juga, karena Dokter sendiri juga manusia, Jadi kamu tidak boleh patah semangat kamu harus semangat demi orang yang kamu cintai," sahut Dokter sembari memberi dukungan.

__ADS_1


FLASHBACK


BERSAMBUNG


__ADS_2