
"Pak saya mohon lepaskan aku, aku sama sekali tidak tahu tentang semua ini niatku baik hanya untuk menolong mereka hanya itu saya Pak saya mohon lepaskan aku! Lepaskan aku!"
"Baiklah saya akan melepaskan kamu karena biar bagaimana pun juga kamu termasuk seseorang yang sudah membantu kamu menangkap buronan itu. Tapi dengan syarat kamu harus memangil orang tua kamu terserah Mama atau Papa kamu yang jelas saya ingin wali kamu langsung meminta maaf atas tindakan ini apa kamu bersedia?"
"Tapi Pak apa tidak bisa jika tidak membawa orang tua dalam masalah ini? Ini salahku dan keteledoran ku sendiri gak seharusnya mereka ikut terjerat dalam masalah ku ini?"
"Baiklah kalau kamu tidak setuju dengan syarat apa kamu bersedia mendekam didalam sela selama beberapa bulan bahkan tahunan?"
"Tidak Pak saya tidak mau saya hanya mau dilepaskan saya mohon!"
"Baiklah tunggu apa lagi cepat masukkan dia kedalam sel tahanan. Dan segera hubungi salah satu nomor keluarganya yang ada di ponselnya, sementara kamu saya tahan dulu sampai wali dari kamu mengajukan permohonan maaf pada putrinya ini ayo jalan dan masuklah!"
"Tidak Pak saya tidak mau! Saya tidak mau!"
"Tunggu!"ucap seseorang yang tiba-tiba langsung membuat Polisi mau pun Milli berpaling darinya.
"Saya mohon lepaskan Putri saya, saya mohon Lepaskan dia!"
"Anda siapa apa anda Papa dari Gadis ini?"
"Iya dia putriku aku yang sudah membesarkan sejak sedari kecil. Aku akui dia salah karena melakukan hal seperti ini tapi dia masih polos anaknya jadi saya mohon lepaskan Putri saya, saya mohon!"ucap seseorang yang nampak tua.
"Papaku! Apa yang dimaksud oleh Pria ini? Papa ku kan sudah meninggal sudah lama kenapa bisa-bisanya ada seseorang yang mengaku kalau aku ini Putrinya!"batin Milli yang merasa terheran sendiri.
"Tapi kenapa anda bisa tahu kalau Putri anda berada disini kan pihak kami belum memberitahukan kabar apa-apa?"
"Tadi ada tetangga saya yang menjadi pengendara di salah satu ruas jalan tadi, dia menghubungi saya ketika melihat Putri saya kalian bawa, saya tidak bohong jadi tolong lepaskan dia! Lepaskan dia!"
"Baiklah karena anda walinya sudah datang maka permohonan sudah dikabulkan mohon isi surat-surat ini sebagai tanda pembebasannya."
"Baik Pak sekali lagi terima kasih, terima kasih."
"Papa Milli takut hampir saja mereka akan membawa Milli kedalam sana Milli takut!"timpal Milli yang ikut berpura-pura sedih dan memeluk Pria itu.
Keluar dari kantor kepolisian dan masuk kedalam salah satu Mobil mengikuti Pria yang berpura-pura menjadi Papanya. Wajah Milli tak henti-hentinya menatap dengan tatapan sinis pada Pria itu.
"Cepat katakan siapa kamu kenapa kamu bisa berpura-pura menjadi ayahku siapa kamu?"
Segera melepas kumis palsu sekaligus rambut palsu yang dikenakannya. Wajah Milli seketika tidak bisa mempercayainya jika Pria yang berpura-pura menjadi ayahnya ternyata aslinya adalah Gibran.
"Kamu tuh gak tau untung ya, sudah tahu habis di tolongin kenapa masih aja bisa berfikir yang tidak-tidak! Harusnya kamu itu berterima kasih kepadaku karena aku masih sudi untuk menolong-mu apa kamu sadar dengan tindakan kamu itu kamu bukan hanya membahayakan orang lain tapi kamu juga membahayakan diri kamu sendiri paham gak sih!"
__ADS_1
"Jawab aku? Apa kamu sengaja membuntuti-ku? Apa kamu beberapa hari ini sengaja membuntuti-ku seperti ini ayo katakan!"
"Baiklah akan aku katakan iya aku memang membuntuti-mu apa kamu puas, tapi ingat aku membuntuti-mu bukan karena ada maksud yang lain tapi aku melakukan semua ini atas satu perintah dari Kakak kamu jadi jangan punya pikiran yang tidak-tidak paham!"
"Jadi kak Putri tidak ikut pulang?"
"Tidak, dia masih menetap disana aku ijin pulang ke Jakarta satu hari karena satu hal yang harus aku lakukan. Dan sebagai pengganti hari liburku kerja di Korea, aku ditugaskan olehnya untuk menjaga mu full satu hari paham!"
"Apa kamu serius Kak Putri melakukan semua ini? Rasanya dia gak mungkin nekat bertindak sampai kelewat batas seperti ini. Aku tahu dia memang sangat-sangat sayang kepadaku tapi caranya ini bukanlah cara dia apa kamu sungguh-sungguh dengan alasan kamu ini?"
"Kamu tidak percaya? Dia melakukan semua ini karena dia tidak ingin kamu terluka hanya itu alasan dia,"timpalnya.
"Baiklah kalau gitu thanks sudah nolongin aku.
"Hanya itu? Kamu gak ingin memberikan hadiah yang lain lagi?"
"Maksudnya?"
"Ikut aku sekarang!"ucap Gibran yang langsung menjalankan laju kendaraannya.
"Kamu mau bawa aku kemana?"tanya Milli tapi Gibran tak menghiraukan pertanyaan Milli.
Setibanya mereka disalah satu tempat yang bisa dibilang tidak terencana, pandangan Milli nampak bingung menyadari dimana Gibran membawanya saat ini.
"Duduklah!"pinta Gibran yang kemudian ia mendatangi penjual bakso.
"Pak bisa siapkan kami dua mangkuk bakso?"
"Baik Mas tunggulah!"
"Apa yang dilakukan olehnya dan kenapa dia bisa tahu kalau ini tempat favorit aku ketika merasa malas,"batinnya kemudian Gibran menghampiri dan duduk disampingnya.
"Apa kamu ingin mentlaktir ku?"tanya Milli.
"Tidak. Aku lagi lapar jadi pastinya kamu bersedia kan mentlaktir ku balik? Kakak kamu yang memerintahkan aku untuk menjagamu selama satu hari ini, jadi sebagai balasnya kamu harus mentlaktir ku sebagai balasannya paham!"
"Entahlah aku sekarang lagi bingung sebenarnya apa yang ada dipikiran kak Putri, kenapa dia sampai punya pikiran untuk menyuruhmu menjagaku seperti ini. Aku sudah dewasa jadi pastinya aku bisa menjaga diriku sendiri. Dan anda? Gak seharusnya anda menuruti semua permintaan Kak Putri seperti ini?"
"Aku menyetujuinya karena ini termasuk dalam salah satu pekerjaan. Jika aku tidak menjalankan perintah ini mungkin pekerjaanku sendirilah yang akan jadi taruhannya jadi sudah jangan membangkang lagi ayo makanlah itu pesanannya sudah datang!"
"Ternyata usahaku gak sia-sia pakai alasan pekerjaan untuk bisa bersamanya,"batin Gibran dengan menahan senyumnya.
__ADS_1
"Apa aku boleh bertanya sesuatu ke kamu?"tanya Gibran kemudian pandangan Milli beralih menatapnya.
"Bertanya soal apa? Jika kamu ingin bertanya soal pacar maaf aku belum memikirkan ke hal itu paham!"
"GR siapa juga yang ingin bertanya mengenai hak itu. Karena aku sendiri juga tahu kalau sampai sekarang kamu masih sendiri apalagi melihat sifat jutek kamu ini tambah membuatku yakin jika kamu mungkin tidak akan mendapatkan kekasih jika kamu tidak segera memperbaiki sifat jutek kamu ini!"
"Apa kamu sedang menceramahi ku atau lagi memberi sumpah padaku?"
"Aku tidak memberi sumpah tapi itu fakta kan? Ngomong-ngomong kamu habis mendapat mimpi apa sampai-sampai punya pikiran untuk menjadi superhero lantaran dengan beraninya kamu berhadapan dengan penjahat. Bahkan sampai-sampai dengan beraninya bertaruh nyawa seperti itu?"
"Entahlah aku sendiri juga tidak tahu, tapi yang jelas menjadi seorang pahlawan itu memang sudah jadi keinginanku. Jujur jika aku disuruh memilih, sebenarnya aku ingin menjadi seorang Polisi agar bisa menuntaskan kasus kejahatan. Dan pastinya bisa memberantas kejahatan yang meraja rela tapi ya gitu semua mimpi itu hanya akan menjadi mimpi terpendamku!"
"Kenapa harus menjadi mimpi terpendam bukankah itu sudah menjadi keinginan kamu? Dan setiap keinginan kan memang harus ada perjuangan keras untuk membuktikannya?"
"Permasalahannya Mama ku yang melarang ku untuk tidak turun kejalur itu. Apalagi setelah kematian Papa belasan tahun yang lalu akibat memberantas masalah kejahatan, hal itu lah yang membuatku sangat-sangat tidak ijinkan untuk terjun ke jalur kepolisian."
"Tapi alangkah baiknya kamu memang harus menghindari mimpi kamu itu, selain Mama kamu mungkin aku juga akan melarang-mu untuk jangan turun ke jalur itu?"ucapnya yang tanpa sengaja mengucapkan hal itu.
"Kamu? Untuk apa kamu melarang-ku kamu kan bukan siapa-siapa aku?"ucap Milli yang spontan membuat Gibran terperanjat kaget.
"Bukan. Bukan itu maksudku, aku hanya salah ucap maksud-ku jika Nyonya Putri tahu dia juga gak bakal membiarkan kamu untuk turun ke jalur itu. Karena selain membahayakan keselamatan orang lain kamu juga akan membahayakan nyawa kamu sendiri itu maksud ku sudah jangan banyak bertanya cepat makanlah!"
"Baiklah, tapi tunggu apa aku ini lagi curhat sama kamu?"tanya Milli yang baru menyadarinya.
"Ya mungkin tanpa sengaja kamu sedang mengajakku untuk curhat, tapi gak papa aku akan merahasiakannya dari semua orang jadi lupakanlah!"
"Ya sudah aku sudah selesai makan biar aku aja yang membayarnya,"timpal Gibran.
"Tunggu bukankah tadi kamu bilang ingin meminta traktir kepadaku tapi kenapa kamu malah kamu mau membayarnya sendiri?"
"Setelah aku pikir-pikir tidak baik seorang laki-laki meminta traktir kepada seorang Wanita jadi lupakanlah!"
"Syukurlah kalau kamu sadar!"
"Ini sudah hampir malam ayo sekarang aku antar pulang!"
"Kenapa? Aku bisa pulang sendiri jadi kamu gak harus mengantarkan aku untuk pulang?"
"Ini perintah dari Nyonya jadi jangan membangkang ayo pulanglah!"
"Baiklah demi Kak Putri aku akan mengabulkannya,"ucap Milli yang langsung masuk duluan kedalam mobil, sedangkan Gibran hanya berusaha menahan senyumnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.