JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
APA SUNGGUHAN


__ADS_3

"Revan kamu apa-apaan kenapa kamu malah melaporkan Devi ke Polisi apa kamu sadar dengan siapa kamu berhadapan sekarang ini? Devi itu anak Teman Mama sekaligus anak pengusaha besar apa kamu begitu bodoh sampai-sampai bertindak sejauh ini?"


"Ma! Sudahlah apa yang sudah terjadi biarlah terjadi. Apa Mama sadar Devi itu seorang pelakor bahkan dia banyak menggoda laki-laki di klub apa Mama tidak berfikir dengan jernih. Apa sampai segitunya Mama ingin menjatuhkan kebahagiaan Putra Mama sendiri!"


"Sayang Mama melakukan semua ini karena Mama sayang sama Kamu. Mama melakukan semua ini karena Mama ingin kamu mendapatkan Istri kaya raya dan bisa diandalkan dan pastinya dia bisa membangkitkan kekayaan kita hanya itu saja sayang hanya itu saja!"


"Harusnya Revan sadar jika selama ini Mama hanya tergoda akan kekayaan saja. Mama mengorbankan kebahagiaan Putra Putri Mama hanya karena keegoisan Mama sendiri. Mama memaksa Revi untuk menikah dengan laki-laki yang sama sekali tidak ia cintai semua ini karena Mama hanya menginginkan harta kekayaannya saja kan?"


"Sayang kenapa kamu malah memperbelit masalah ini. Urusan kamu dengan Revi jelas sangatlah berbeda. Revi itu memang harus menikah dengan Pria kaya dengan begitu masa depannya akan indah nanti, sedangkan Kamu? Mama melakukan semua ini karena Mama hanya ingin kamu mendapatkan Istri yang sempurna sedangkan Putri apa kelebihannya dia? Dia itu hanya Wanita pembawa sial! Seorang pembunuh yang bisanya hanya membuat kamu banyak masalah!"


"Stop! Stop Mama menyalahkan Putri dalam masalah ini. Apa Mama gak sadar aku dan Putri sudahlah bercerai apa Mama ingin tahu siapa penyebab utamanya? Penyebab utamanya adalah Mama! Apa setelah kami berpisah Mama masih sangat membencinya sehingga Mama dengan mudahnya berkata seperti tadi? Ingat Ma dalam masalah yang Revan alami jika ada orang yang harus disalahkan itu Mama sendiri bukanlah Putri Mama sendirilah penyebab dari kehancuran kebahagiaan Revan Mama sendirilah!"


"Revan kamu kenapa berkata seperti itu siapa yang mengajarimu untuk berkata tidak sopan seperti itu pada Mama kandungmu sendiri? Mama ini orang yang sudah bikin hidup kamu bahagia sejak Papa kamu meninggal Mama lah yang merawat kamu sedari kecil, tapi kenapa kamu dengan teganya berkata seperti itu pada Mama kenapa?"


"Ma! Revan tidak asal bicara, di-dunia ini tidak ada seorang anak yang tega memaki-maki Mama kandungnya sendiri jika perbuatanya sudah melampaui batas. Selama ini Revan diam karena Revan masih menghargai Mama karena Mama adalah Ibu kandung yang sudah melahirkan Revan, tapi semakin lama Revan terdiam seolah-olah tidak perduli dengan semuanya Revan sadar jika Revan sendirilah yang harus menyadarkan Mama. Apa Mama sadar selama ini Revan sudah cukup banyak membohongi perasaan Revan sendiri termasuk berpura-pura jika Putri-lah menantu tidak tahu diri yang berani membantah mertuanya sendiri. Apa Mama sadar selama ini Revan sengaja berpura-pura percaya semua perkataan Mama tapi apa Mama tahu? Revan aslinya sudah tahu semuanya Ma! Revan tahu jika apa yang sudah Mama katakan sangatlah tidak benar. Revan sudah capek Revan ingin sekali Mama bisa mengetuk pintu hati Mama tentang keadaan Revan, Revan mau Mama tidak selalu menekan apa kemauan Revan, Revan mau Mama ikut senang dengan kebahagiaan Revan hanya itu saja Ma apa Mama masih belum bisa menerima semuanya?"

__ADS_1


"Apa selama ini kamu sungguh-sungguh tidak percaya dengan Mama? Apa ucapan yang kemaren kamu bilang semua itu bohong Revan. Apa kamu sekarang lebih percaya dengan semua yang dikatakan Putri?"


"Iya Revan lebih percaya dengannya Ma! Bahkan lebih percayanya lagi Revan rela meninggalkannya karena Revan tidak mau dia ikut jadi korban akibat keegoisan Mama, cukup aku dan Revi yang menjadi korbannya hanya kami berdualah yang cukup menerima perlakukan seperti ini Ma cukup kami saja! Bahkan apa Mama sadar Revan juga tahu jika Mama sendirilah yang menyuruh Putri untuk memasak menu udang itu apa Mama sadar dan paham sekarang?"tegas Revan dengan emosinya yang mulai mengebu-ngebu.


"Kamu benar-benar tega Revan, selama ini Mama menganggap hanya Mama yang ada dipikiran kamu! Selama ini Mama menganggap kamu lebih menyayangi Mama ketimbang Wanita sialan itu tapi apa? Tapi ternyata semua dugaan Mama salah kamu sama sekali tidak sayang sama Mama kamu tega Revan kamu tega!"


"Sudahlah Ma, Revan capek dan Revan tidak mau mendenggar ataupun bertengkar sama Mama apalagi membahas soal masalah ini. Dan Revan tegaskan ke Mama kalau Revan sudah capek diatur-atur memang selama ini Revan sudah banyak menuruti apa permintaan Mama dan Revan tidak akan mempermasalahkan itu, tapi mengenai pasangan, maaf Revan tahu sendiri seperti apa Wanita yang cocok untuk Revan jadi Revan bisa mencari sendiri." Selangkah Revan akan pergi dari hadapan Mamanya.


Mamanya yang hendak akan menghalang Revan, tiba-tiba langkah Mamanya pun terhenti setelah Mamanya yang tiba-tiba memegang dadanya dengan sangat erat sambil merasakan sakit dibagian dadanya itu, bahkan raut wajahnya pun seketika berubah dan tak lama Mamanya Revan pun akhirnya jatuh tersungkur dan tidak sadarkan diri.


"Mama!" teriak Revan yang langsung menghampiri Mamanya. Dan membopong tubuh Mamanya yang kemudian ia pun melarikannya ke Rumah sakit.


"Mama anda keadaannya sudah stabil, Mama anda baru aja menggalami serangan jantung dadakan dan jika tadi beliau tidak segera dilarikan ke Rumah sakit, saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada Mama anda. Tapi kalau saya boleh tahu apa sebelumnya anda tidak mengerti jika beliau menderita kelainan jantung seperti ini?" tanya Dokter.


"Tidak Dok. Sebelumnya saya tidak mengetahui jika Mama saya memiliki kelainkan seperti ini?"

__ADS_1


"Astaga jadi beliau masih beruntung, saya harap kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi, ya sudah saya tinggal dulu?"


"Baiklah dok?"


Sesampainya Revan memasukki ruangan rawat Mamanya, Revan pun terlihat bersedih setelah melihat Mamanya yang mengabaikan kehadiran dirinya. Bahkan melihat kunjungan Revan Mamanya malah membuang muka membelakangi Revan.


"Ma! Maafkan Revan! Maafkan Revan!"


"Pergi! Anda bukanlah Putra-ku jadi pergilah dari hadapan ku sekarang karena Mama tidak mau melihat wajahmu lagi, jika kamu masih ada disini yang ada kondisi Mama tambah jadi semakin parah, jadi tolong pergi dari hadapanku sekarang!"


"Revan tahu Mama sekarang sangat kecewa sangat Revan, Revan sadar kalau Revan memang tidak pantas untuk dimaafkan. Maafkan Revan Ma! Maafkan Revan, Revan sadar atas perlakukan Revan selama ini. Revan janji setelah kejadian ini Revan akan menyayangi Mama lebih dari siapa pun maafkan Revan Ma! Maafkan Revan!"


"Apa kamu serius dengan perkataan kamu itu?" tanya Mamanya.


"Iya Revan serius Ma,"

__ADS_1


"Sekali lagi maafkan Revan Ma! Maafkan Revan?" ucap Revan sembari memeluk Mamanya dengan erat.


BERSAMBUNG.


__ADS_2