JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
KEBODOHAN


__ADS_3

Jika niat Putri hanya inggin mendapat kepercayaan dari Mertuanya. Dan inggin sekali agar dia bisa dianggap seperti menantu idaman seperti orang yang beruntung lainnya.


Akan tetapi semua itu hanyalah mimpi, iya mimpi yang tidak akan mungkin bisa dia penuhi, jika pun Mertuanya mau menganggapnya sebagai menantu idaman, mungkin hanya akan membutuhkan waktu yang cukup lama buat Putri untuk bisa merasakan semua itu.


Dan lebih parahnya lagi pada saat berlangsungnya makan malam tersebut, kejadian tak terduga pun datang. Dimana entah apa yang terjadi pada Mamanya Revan saat ini, ketika dia sehabis menyantap makanan buatan Putri, rasa mual, pusing dan juga sesak nafas sekaligus kejang-kejang tiba-tiba menyerang Mamanya Revan. Melihat situasi yang tiba-tiba berubah seperti ini, Revan mau pun Putri pun menjadi panik.


"Mama! Mama kenapa?" tanya Revan dengan wajah paniknya.


Melihat keadaan Mamanya tambah semakin parah, Mereka pun akhirnya tanpa berfikir panjang langsung melarikannya kerumah sakit. setelah Mamanya yang tiba-tiba langsung tidak sadarkan diri.


Membutuhkan waktu sekitar setengah jam-an, akhirnya mereka pun sampai juga di Rumah sakit.


"Ma, Mama yang kuat ya, sebentar lagi Mama akan mendapatkan pertolongan Mama yang kuat ya?" ucap Revan yang terlihat sangat panik.


"Dokter, tolong selamatkan Mama saya dok, tolong!"


"Astaga apa yang terjadi ini, kenapa Mama anda bisa sesak nafas seperti ini?" tanya balik dokter.


"Ya udah cepat sus, masukkan dia keruang darurat sekarang?" pinta Dokter pada sang Suster.

__ADS_1


"Baik dok!" jawab sang Suster yang langsung membawa pasien masuk kedalam.


"Mama, apa yang terjadi sama Mama sekarang, kenapa mama jadi seperti ini!" ucap Revan yang terlihat sangat bingung.


"Revan kamu yang tenang ya, aku yakin Mama dia pasti baik-baik saja, jadi kamu yang tenang ya?" ucap Putri sembari berusaha menangkan Revan.


Sudah hampir sekitar satu jam, Mamanya diperiksa didalam, tapi sampai sekarang belum juga Dokter kembali membuat Revan tambah semakin cemas sekaligus bingung.


"Sebenarnya apa yang dilakukan Dokter didalam, kenapa mereka lama sekali memeriksa Mama?" gerutu Revan dengan kesal.


Tak berapa lama kemudian Dokter pun keluar, setelah keluar Dokter pun menanyai Revan.


"Anda tidak perlu khawatir, karena Mama anda sekarang sudah kembali normal seperti semula. Dan untungnya saja anda tepat waktu langsung membawa Mama anda ke rumah sakit ini, jika telat sedikit saja, saya tidak tahu apa yang akan terjadi nanti!"


"Oh iya saya inggin bertanya pada anda, apa Mama anda ini punya alergi pada sesuatu?" tanya Dokter pada Revan.


"Alergi? Iya Mama punya alergi pada udang, memangnya kenapa dok?" jawab Revan agar terheran.


"Apa Mama anda habis memakan-makanan yang berbahan udang?" tanya Dokter lagi.

__ADS_1


"Udang, iya aku baru ingat pada saat aku memasak tadi aku menang mengunakan bahan berdasar udang, apa mungkin itu permasalahannya?" jawab Putri yang kemudian membuat Revan pun tiba-tiba terkejut.


"Kamu! Apa kamu pada saat inggin memasak tadi, apa kamu tidak bisa bertanya terlebih dulu padaku, apa kau tidak punya mulut. Apa kamu sadar akibat kecerobohan kamu ini, Mamaku jadi terluka seperti ini..apa kamu tidak sadar itu?" bentak Revan yang kemudian membuat Putri seketika terkejut.


"Maafkan aku Revan, aku memang tidak tahu kalau Mama mempunyai alergi udang, jadi aku sama sekali tidak tahu itu, karena aku sebelum masak menu ini aku juga tadi terlebih dulu bertanya pada Mama. Bahkan Mama sendiri yang menyuruhku untuk memasak menu makanan berdasar udang jadi mana sudah jelas kalau aku tidaklah salah tapi Mama kamulah yang menjebak ku?"


"Baiklah jika kamu beranggapan jika Mama sengaja ingin menyakiti dirinya sendiri apa itu masuk akal? Mama selama ini sudah punya alergi udang. Bahkan alerginya bisa berakibat fatal seperti ini. Dan pertanyaan ku apa mungkin Mama sengaja ingin menyakiti dirinya sendiri karena karena dendam sama kamu tidak kan?"


"Kamu kenapa berkata seperti ini Revan jadi kamu benar-benar tidak percaya dengan semua yang aku katakan ini?"


"Iya aku tidak percaya. Aku bakal percaya kalau Mama sendirilah yang mengatakannya!"


"Jadi maksud kamu? Kamu ingin bertanya pada Mama, sedangkan kamu tahu sendiri Mama itu seperti apa sifatnya terhadapku apa mungkin dia akan mengakuinya itu tidak mungkin Revan! Bahkan sampai kiamat pun itu tidak akan pernah mungkin apa kamu gak bisa berfikir sampai sejauh ini?"


"Cukup daripada kamu berusaha untuk melindungi diri sendiri, lebih baik kamu pergi aja dari sini, karena aku tidak mau melihat kamu ada disini jadi pergilah?" pinta Revan yang menunjukkan raut wajah yang sangat tegang.


"Baik aku akan pergi sekarang, sekali lagi aku minta maaf sama kamu Revan, aku sama sekali tidak menginginkan semua ini terjadi seperti ini, maafkan aku. Tapi aku juga tidak akan meminta maaf pada Mama karena Mama sendirilah yang menginginkan semua ini permisi!" timpal Putri yang kemudian dia pun pergi tanpa se ucap kata lagi. Sedangkan Revan entah apa yang ada dipikirannya setelah memarahi bahkan membentaknya langkahnya seketika mengejar Putri yang sudah terlebih dulu pergi dari pandangannya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2