JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
APAKAH MILLI BENAR-BENAR MELAKUKANNYA


__ADS_3

Langkahnya yang tadinya berhenti kini ia pun mulai bangkit dan bergegas ia melangkahkan kakinya memasuki ruangan Revan. Melihat satu Suster yang masih memeriksa alat-alat Putri tak menghiraukannya, ia hanya menatap pria malang yang kondisinya sudah tidak berdaya diatas tempat ia terbaring.


Terbaring dalam keadaan tidak berdaya dalam keadaan tidak sadarkan diri itulah yang dilakukannya saat ini, perlahan-lahan Putri mulai menghampirinya menggenggam dengan erat tangan sekaligus memberikan belaian pada pucuk rambut Laki-laki yang dicintainya Putri akhirnya meneteskan air matanya.


Revan!. Yah, Laki-laki yang sudah menjadi mantan Suami tercintanya itu tertidur pulas di samping tempatnya, senyuman manis terlengkung indah di wajah Revan yang terlihat sangat tampan biar pun wajah tampannya mulai tertutup akan wajah pucatnya.


Tangan kanan Putri itu mengelus pelan ujung rambutnya dan tidak mempercayai jika apa yang ia lakukan sangatlah nyata jika semua ini ia tidaklah bermimpi.


Dan untuk pertama kalinya ia mampu menyentuhnya biar hanya dalam sekejap.


Sekali lagi ia mengelus rambut Revan, matanya melebar saat merasakan tidak ada gerakan yang dilakukannya.


Revan membuka pelan matanya saat sebuah pergerakan seakan menganggu tidurnya. Akan yang membuatnya terkejut ia terkejut lantaran sadar jika pandangannya sama sekali tidaklah jelas. Warna gelap gurita yang seketika memenuhi pikiran dan pandangannya membuat ia berteriak.


Beribu pertanyaan mulai keluar dari pikiran Pria ini, tangannya terus meraba wajahnya yang tidak terlihat jelas pandangnya sama sekali, air mata terus saja mengalir di kedua sudut pipinya, apa ia harus menangis, yah, tentu dia akan menangis.


"Ini kenapa pada gelap gurita kenapa saya tidak bisa melihat apa-apa kenapa ini ada apa dengan saya ada apa?"panik Revan yang mulai melakukan pemberontakan.


Puteuli yeop-e issdeon jamaeneun "innaehaneun dangsin-eun jeonneunghan unmyeong-i doeeossgo, dangsin-ui gagmag-i docheoe peojin dangsin-ui jilbyeong-e oyeomdoeeo jangnim-i doeeossseubnida. dangsin-eun innae, geugeos-eun unmyeong, innae!"lago malhaessseubnida.


"Anda yang sabar ini sudah menjadi takdir yang maha kuasa, anda dinyatakan buta setelah kornea mata anda terkontaminasi penyakit anda yang sudah menjalar kemana-mana anda yang sabar ini sudah takdir bersabarlah!"ucap Suster yang berada disamping Putri .


"Tidak! Ini pasti tidak mungkin aku tidak mungkin buta ini pasti bohong ini tidak mungkin ini tidak mungkin! Dok tolong saya aku tidak mau buta aku tidak mau tolong saya tolong saya!"


Tak tega Putri yang melihat kehancuran Revan. Putri sigap langsung membekap tubuh Revan, dengan cepat Revan tidak sengaja mendorong tubuh Putri hinga terjatuh, tangannya terus meraba kesemua benda yang berada disampingnya, isakan tangisan mulai terdengar begitu lirih di telinganya.


Belum juga suasana mereda, Milli yang tiba-tiba datang bersama Gibran dari luar ia terkejut melihat Putri yang sudah bersimpuh dilantai. Membantunya untuk berdiri, Putri tak kuasa melihat Revan yang sudah nyatakan buta. Bahkan pemberontakan yang dilakukannya tambah membuat Putri semakin sakit.

__ADS_1


"Revan, kamu!" ucap Milli yang menyadarkan Revan, ia menyuruh Putri untuk mendekap tubuh Revan tapi dirinya tidak menyadari yang seolah-olah Revan tahu Milli lah yang memelukku, Pria itu terus saja memberontak dan menyuruhnya untuk pergi.


"Aku sudah buta terus apa lagi yang kamu inginkan, aku sudah buta jadi pergilah! Pergilah dari hadapanku kamu pasti sangat senang kan ini kan yang kamu inginkan. Kamu sangat senang karena hidupku sangat menderita dan tidak berguna seperti ini. Ini kan yang kamu mau apa kamu puas, apa kamu puas sekarang. Pergilah! Pergilah dari hadapanku aku tidak mau bertemu denganmu pergilah!"


Tak tahan dengan ucapan yang dilontarkannya. Milli memberikan satu tamparan untuknya.


"Stop! Apa seperti ini cara kamu menyelesaikan masalah? Apa seperti ini cara kamu kalah melawan penyakit kamu! Apa kamu sadar kamu pernah bilang jika kamu sangat mencintai Kak Putri dan ingin memperjuangkan dan tidak akan pernah melepaskannya lagi apa kamu lupa dengan ucapan sekaligus keinginan kamu sendiri apa kamu akan melepaskan dia dan membiarkan dia jatuh ke pelukan orang lain apa ini keinginan kamu jika kamu selama ini tujuan kamu hanya ingin ingkar janji kenapa kamu masih memperjuangkannya kenapa?"


Putri yang diperintahkan Milli untuk terus mendekap tubuh Revan walaupun wanita itu terus memberontak.


"Apa yang sudah kamu perjuangan tidak seharusnya kamu menyerah sekarang. Kamu hanya kehilangan penglihatan kamu, tapi hati kamu masih untuknya jadi aku mohon berjuanglah untuk kakak ku aku mohon."


"Benar yang kamu katakan aku hanya kehilangan penglihatan ku, aku masih punya hati untuk aku perjuangkan. Aku masih punya hutang pintu maaf yang belum terbayarkan darinya maafkan aku! Maafkan aku karena aku lemah maafkan aku!"


"Permintaan maaf itu slalu keluar dari mulutmu, saat ini jika kamu benar- benar takut akan kehilangan wanita yang sangat kamu cintai. Maka berjuanglah." Rasa bersalah mulai menyelimuti hati pria tampan ini, wajahnya segera ia tundukkan.


"Baiklah tapi kamu masih sama seperti ucapan kamu kemaren kan? Kamu tidak akan memberitahu keadaan ku padanya?"


"Kamu tenang saja aku tidak akan memberitahunya,"balasnya.


"Sebelum kamu pergi aku ingin bertanya sesuatu sama kamu?"


"Soal apa?"


"Apa kamu mencintai Gibran?"


"Gibran untuk apa kamu mempertanyakan soal itu? Itu kan sudah diluar rencana dan rahasia kamu?"

__ADS_1


"Aku tanya apa kamu mencintainya?"


"Aku tidak tau apa aku mencintainya memangnya kenapa?"


"Aku sekarang punya pikiran kenapa aku tidak menjodohkan mereka saja aku pikir keduanya sangatlah cocok. Gibran Pria yang baik dan mampu melindunginya jadi aku pikir setelah kepergian ku nanti aku tidak perlu cemas karena aku sudah menemukan pendamping untuknya jadi apa kamu mau membantuku untuk menjodohkan mereka?"


"Aku mendengar sendiri Gibran berkata jika dia mencintai bahkan menyayangi Kak Putri. Bahkan sampai menemaninya ke Seoul bagiku sudah lebih dari cukup jika dia memang sangat mencintainya, sedangkan Revan aku tidak bisa patahkan keinginannya. Aku tidak bisa egois dengan kebahagiaan ku sendiri mungkin ini memang jalan terbaik untuk Kak Putri,"batin Milli yang masih melamun.


"Kenapa kamu tidak menjawab juga pertanyaan ku apa diam mu menunjukkan kalau kamu mencintainya?"


"Aku akan membantumu untuk menjodohkan mereka,"timpal Milli yang spontan membuat Putri mau pun Gibran yang mendengar seketika berpaling padanya.


"Kamu serius?"


"Iya aku serius aku akan membantumu menjodohkan mereka jadi kamu tenang saja. Apa selain permintaan kamu itu ada permintaan lagi yang ingin kamu inginkan!"


"Aku sangat berterima kasih karena kamu sudah cukup membantuku, kamu benar selain permintaan tadi ada permintaan lain lagi yang ingin aku ucapkan yaitu aku ingin menemui Putri untuk terakhir kalinya. Mungkin pertemuan ini adalah pertemuan terakhir karena setelah ini aku akan benar-benar menghindar darinya jadi apa kamu bersedia membantuku?"


"Baiklah aku dengan senang hati mau membantumu. Besok sore aku dengar Kak Putri tidak ada kegiatan jadi kayaknya waktu itu sangatlah cocok untuk kalian bertemu. Tapi jika kalian bertemu otomatis kak Putri akan tahu kalau kamu buta jadi gimana cara kamu mengatasinya?"


"Soal itu kamu tenang saja aku sudah ada cara untuk melakukan itu, sekali lagi terima kasih, terima kasih kamu sudah mau membantuku.


"Sama-sama aku sangat senang bisa membantumu. Ya sudah nanti sore kamu akan bertemu dengannya jadi mendingan kamu sekarang istirahatlah kamu butuh waktu untuk istirahat,"ucapnya.


"Baiklah aku akan beristirahat."


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2