
"Astaga kalian ini sangat lucu. Tapi aku lihat-lihat kalian cocok juga ya kan Revan?"tanya Putri.
"Iya aku rasa mereka juga kelihatan sangat cocok sama seperti kucing yang lagi kejar-kejaran sama tikus di-got,"balas Revan.
"Aku rasa kalian harus periksa penglihatan kalian!"balas Milli dengan kesal dengan melirik kesal kearah Gibran.
"Apa lihat-lihat mau gue tonjok?"kesal Gibran balik.
"Ya sudah karena ini sudah malam selamat tidur," ucap Revan yang hendak akan membawa Putri tapi dihalang-halangi oleh Milli.
"Kamu tidur dengan Pria tiang listrik ini biar aku yang tidur dengan Kak Putri," ucap Milli.
"Hey kita ini sudah jadi Suami-istri jadi gak papa kalau kita tidur bareng. Dan kamu? Akan lebih baik kamu tidur satu kamar dengan Gibran hanya itu pilihannya paham!"
"Yang benar saja aku dan Pria tiang listrik itu belum jadi Suami-istri jadi mana mungkin kita bisa tidur satu kamar. Kak lihat Suamimu ini njajal gelut!"
"Sudahlah Milli apa yang dikatakan Kak Revan memang benar, coba deh semalam aja kalian tidur sekamar mungkin amarah kalian bisa mereda. Dan pastinya kalian tidak akan marah-marah terus kalau ketemu jadi untuk kali ini aku setuju sama Revan tidur sekamar ya soalnya Kak Putri tidak punya ruangan kosong lagi," timpal Putri.
"Tidak Kak aku tidak mau, ya sudah biar aku yang pergi asal aku tidak tidur satu kamar dengan Pria ini!"ucap Milli yang selangkah ia akan pergi, Revan dengan sigap langsung menarik tangan Milli dan membiarkan Milli terkunci berdua bersama dengan Gibran. Pintu yang sengaja dikunci dari luar oleh Revan membuat Gibran dan juga Milli berteriak meminta dibebaskan.
"Kak Putri buka ... Jangan setega ini sama Milli Kak ...."
__ADS_1
"Tuan ... Buka pintunya Tuan ...."
"Kamu puas ini semua gara-gara kamu coba aja kalau kamu tidak datang mungkin aku sudah tidur nyenyak dari tadi," ucap Gibran.
"Kamu masih bisa nyalahin aku ternyata, hey aku kasih tahu ya kalau bukan kamu duluan yang cari gara-gara aku juga gak mungkin lagi terjebak dalam satu kamar dengan kamu apa kamu ngerti!"
"Sudahlah aku capek dan ngantuk jadi aku ingin tidur," ucapnya yang beralih mau merebahkan tubuhnya diatas ranjang, dengan sigap Milli mendorong Gibran hinga dirinya jatuh tersungkur kelantai.
"Ini kamarku jadi sudah sepantasnya aku yang tidur disini paham!"
"Tapi ini kan aku dulu yang menempati jadi mana mungkin kamu bisa menggantikan aku begitu saja pergi kamu dari sana sekarang!"
"Tidak. Aku tidak mau!"balas Milli dengan menguasai semua selimut yang berada di ranjang.
"Mumpung aku masih baik jadi terimalah ini," ucapnya dengan melemparkan bantal kepada Gibran yang tepat mengenai wajahnya.
"Kamu kalau memang niat memberikannya langsung aja jangan asal lempar!"kesalnya.
"Bodoh!"balas Milli yang akhirnya ia pun mulai memejamkan matanya.
"Sial gara-gara Wanita ini aku harus tidur di sofa seperti ini!"kesal gibran.
__ADS_1
30 Kemudian
Milli yang berusaha untuk tertidur kembali, tapi entah apa yang membuat dirinya tambah sulit untuk memejamkan matanya kembali. Dan tiba-tiba bayangan nama Gibran pun terus menerus terlintas dari pikirannya.
Merasa tidak tenang, akhirnya Milli pun memutuskan untuk terbangun dari tempat tidurnya. Dan membawa sebuah selimut yang kemudian dia pun berjalan menuju kesofa dimana Gibran tidur disana.
"Yahh dia rupanya sudah tertidur, baiklah biar aku sendiri yang menyelimutinya," ucap Milli yang kemudian tanpa berfikir dengan apa yang dia lakukan saat ini, dia pun memasangkan selimut ini untuk menutup tubuh Gibran agar tidak kedingginan, ataupun diganggu sama si nyamuk.
Merasa ada seseorang disampingnya, Gibran yang belum sepenuhnya tertidur pun seketika bangun. Dan mengagetkan Milli.
"Apa yang kamu lakukan?" ucap Gibran secara tiba-tiba.
"Astaga kamu ngagetin aku saja?" balas Milli yang terkejut.
"Apa kamu khawatir sama aku?"tanya Gibran.
"Hhh kawatir, ya enggaklah gila kali, kamu jangan GR aku memasangkan selimut ini ke kamu. Karena ... Karena ... Hanya sebatas rasa kasihan itu saja. Dan ti ... Tidak lebih ataupun kurang apa kamu mengerti?" balas Milli yang kemudian dia pun pergi. Karena merasa dirinya agak canggung.
"Kenapa dengan dia, kenapa dia malah canggung gitu setelah memasangkan selimut ini aneh! Tunggu kenapa aku malah senyum sih, gila kali?" ucapnya yang kemudian memutuskan untuk tertidur kembali.
ADA REKOMENDASI CERITA BARU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN. YUK MAMPIR KE-CERITA BERTAJUB TENTANG CASANOVA DIJAMIN TIDAK AKAN MENGECEWAKAN
__ADS_1
BERSAMBUNG.