JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
TIDAK MAU MENYERAH


__ADS_3

"Apa kondisi Putra saya akan seperti ini sampai seterusnya Dok? Apa Putra saya tidak akan bisa sembuh tanpa alat bantu semua ini?"


"Ibu yang sabar yang namanya umur manusia kita tidak tau kapan nyawa seseorang akan dijemput, tapi benar apa yang Ibu katakan tanpa adanya alat bantu ini mungkin nyawa Putra ibu sudah tidak bisa tertolong, tapi sebagai keluarga kalian tidak boleh pesimis kalian harus kuat dan yakin jika Putra ibu bisa melewati semua ini."


"Sudah hampir satu bulan Putraku kondisinya masih sama seperti ini, dengan banyaknya alat yang memenuhi tubuhnya, tindakan ini sama sekali tidak ada hasilnya. Sebagai seorang Ibu, di-dunia ini tidak ada ibu yang mampu tahan melihat Putranya menderita seperti ini. Saya sebagai Ibunya sudah berpasrah dengan keadaannya, saya sudah pasrah jika nyawa Putra saya tidak akan bisa tertolong jadi saya minta cabut semua alat-alat ini Dok cabut semuanya biarkan Putra saya pergi dengan tenang cabutlah."


"Tidak! Aku tidak akan pernah membiarkan Mama melakukan semua itu pada Revan, dia Suamiku jadi aku berhak memutuskan akan keputusan ini dan aku tidak akan mengijinkan siapa pun orang sampai melepas alat-alat ini tanpa seijin dariku tidak akan!"

__ADS_1


"Putri sadarlah Putraku sudah sangat menderita? Dia sudah banyak menahan rasa sakit yang menguasai dirinya jadi Mama mohon ijinkan saya untuk menyabut alat-alat ini, biarkan Revan pergi, biarkan Revan pergi dengan tenang Mama mohon!"


"Tidak Ma, sama seperti yang Putri katakan barusan Putri tidak akan pernah mengijinkan siapa pun orang termasuk Mama sendiri untuk memutuskan memperhentikkan alat-alat ini. Aku sangat yakin Revan akan sembuh dan bisa berkumpul dengan kita semua aku sangat yakin!"


"Baiklah jika kamu masih bersikeras untuk mempertahankan alat-alat ini Mama mengalah. Mama akan mengalah dengan semua keputusan kamu, Mama sangat hancur jika melihat Putraku hanya bisa terbaring lemah seperti ini, kamu sebagai Istrinya saya hanya bisa berpasrah jaga dia Mama tidak tahan melihat kondisinya Mama tidak tahan Mama harus pergi!"


"Kamu tenang aja Revan aku pastikan tidak akan ada orang yang mampu menyakitimu aku janji!"ucapnya dengan menggenggam erat tangan Revan.

__ADS_1


Terduduk disamping Revan terbaring, Putri menatapnya dengan tatapan ketulusan, ia sesekali mengecup telapak tangan Revan dan menggenggamnya dengan erat.


"Sudah hampir satu bulan kamu terbaring tidak berdaya seperti ini? Dan sudah satu bulan juga aku tidak pernah mendengar akan suara kamu ... Amarah kamu Revan? Kamu gak kangen sama Istri kamu ini? Kamu gak kangen ingin menatap wajah istri kamu ini apa kamu ingin terbaring seperti ini berterus menerus? Kapan kamu akan bangun dan berkumpul, bercanda dengan kita semua kamu tidak kangen dengan gurauan kita semua?"


"Apa kamu tau ... ingin rasanya aku mencabut semua alat-alat ini? Ingin rasanya aku melepaskan mu biar kamu tidak menderita berangsur-angsur lama seperti ini tapi, tapi entah kenapa hatiku berkata dan melarang-ku untuk tidak melakukan itu. Aku tidak tau apa aku egois karena membiarkan kamu terbaring seperti ini tapi aku jujur aku tidak bisa Revan? Aku tidak bisa jadi maafkan aku kalau aku terus saja menahan mu maafkan aku ... Maafkan aku ..."


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2