JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
MASUK KEDALAM JEBAKAN


__ADS_3

"Gibran kamu itu darimana aja apa kamu lupa kita punya janji kemaren? Jika kamu memang tidak ada niat jadi Sekretaris mendingan kamu mengundurkan diri saja.


"Maaf Tuan tadi dijalan ada masalah. Ada Wanita gila yang tiba-tiba ngempesin mobil Tuan tanpa sebab, jadi saya terlambat lantaran membawa mobil ini kebengkel dulu maafkan saya Tuan Maafkan saya.


"Wanita gila? Apa wanita gila mampu ngempesin mobil jika dia sendiri tidak sadar akan siapa dirinya apa kamu mencoba membela diri sekarang?"


"Tidak Tuan, saya berani bersumpah tadi memang ada Wanita yang ngempesin mobil ini. Dia memang tidak gila seperti pada orang pada umumnya tapi apa yang dia lakukan tanpa sebab menurutku itu sudah membuat dia sangat gila atau pantas jadi Wanita gesrek.


"Baiklah sudah jangan perdebatkan soal ini, silahkan masuk!"


"Masuk?"


"Iya masuk.


"Tapi Tuan bukankah ruangan ini ruangan tuan tapi kenapa tuan malah menyuruhku untuk masuk?"


'ingat aku kasih tahu sama kamu ya. Memang kamu itu sekarang sudah menjadi sekretaris-ku tapi ... Sebenarnya aku masih punya sekretaris yang belum aku pecat. Aku sengaja tidak memecatnya terlebih dulu karena aku ingin memastikan sesuatu. Hari ini kamu pakai masker ini dan duduklah di kursi ini karena hari ini kamu mendapat kesempatan untuk menjadi Tuan besar disini biar pun itu hanya beberapa jam jadi cepat duduklah.


"Baik Tuan saya akan duduk di-kursi kuasa ini, terus selanjutnya apa yang ingin tuan lakukan?"


"Aku akan bersembunyi sampai seseorang itu datang dan memulai aksinya.


"Memulai aksinya? Tuan gak lagi ngerjain aku kan?"


"Tenang aku tidak lagi mengerjai-mu aku hanya ingin memastikan saja apa Sekretaris-ku itu ada niat lain apa tidak. Sudah aku tadi sudah menghubunginya jadi kamu tidak perlu cemaskan itu yang perlu kamu lakukan kamu hanya perlu diam tanpa bersuara apa kamu paham!"


"Baik Tuan aku paham!"


"Baiklah bersiaplah.


Memakai masker hitam dan membuat separuh wajahnya tertutup. Gibran kemudian duduk di-kursi kuasa yang biasa diduduki oleh Revan, merasa bingung dengan apa yang harus ia lakukan ia hanya bisa terdiam sembari membaca buku majalah.


Tak lama seseorang nampak mengetuk pintu dari luar, membuka dan perlahan seseorang itu mulai terlihat langkah kakinya yang mulai menghampiri seseorang berjas hitam yang nampak sibuk membaca buku majalah tersebut.

__ADS_1


Terlihat juga dari raut wajah Wanita itu sedikit tersenyum sinis sembari memainkan bibirnya. Dengan balutan kemeja putih berbalut rok diatas lututnya nampak membuat Wanita itu terlihat sangat seksi dan siapa pun orang pasti akan tergoda dengan rayuannya tapi sayangnya semua itu tidak berarti bagi laki-laki seperti Revan.


"Apa yang ingin dilakukan Claudya? Kenapa dia seperti sedang memperhatikan Gibran dengan tatapannya seperti itu. Apa mungkin benar jika selama ini dia menyukaiku?"batin Revan yang terus saja memperhatikannya dari tempat persembunyiannya.


"Maaf Revan tujuanku datang kesini aku hanya ingin bertanya? Kenapa selama dua hari ini kamu tidak pernah memberikanku tugas, padahal aku ini masih menjadi sekretaris-mu apa kamu ada masalah jika ada masalah aku bersedia menjadi teman curhatmu jadi cerita-lah!" titah Claudya dengan langkahnya yang semakin mendekatinya.


Melihat Revan nampak diam terdiam di-kursi kuasanya. Claudya tanpa berfikir ia langsung duduk di-pangukan Gibran yang ia kira adalah Revan.


"Rencana berjalan sesuai rencana jadi ini maksud kamu kenapa kamu ingin menjadi sekretaris-ku?"timpal Revan yang seketika keluar dari dalam persembunyiannya. Claudya yang terkejut mulutnya seketika terbungkam tak berani bersuara.


"Kenapa? Kenapa kamu malah jadi terdiam seperti ini?" tanya Revan.


"Tu ... Tuan Revan, Tuan Revan ada disini terus yang disini siapa?"


"Itu aku Mak lampir," sambung Gibran yang langsung mendorong dan menjatuhkan dengan kasar lantaran Claudya yang duduk dipangkuan-nya.


"Tuan bisa-bisanya memelihara Wanita seperti dia. Baru sehari aku masuk dia seenaknya asal duduk dipangukanku dia pikir aku ini Laki-laki apaan.


"Apa anda gila bisa-bisanya anda mendorongku se'kasar itu apa anda sudah gila?"


"Jadi sekarang aku paham kenapa Nina sangat membenciku sampai-sampai ia setiap harinya menuduhku kalau aku itu selingkuh. Semua permasalahan itu ada di kamu kan? Kamu kan dalang dari kekacauan itu! Dan kamu sendiri kan yang membuat cerita palsu seolah-olah aku dan Putri sedang berselingkuh apa kamu sudah gila apa kamu sudah gila sampai bertindak segila ini?"


"Tidak Revan semua ini bohong. Dia duluan yang mengodaku makanya aku duduk dipangkuan-nya seperti tadi semua ini tipuan!"


"Gila ngapain juga aku harus menggoda-mu, di-dunia ini masih banyak Wanita yang lebih cantik darimu jadi stop jangan membuat cerita palsu apa anda paham!"


"Sudah semua ini sudah jelas. Kamulah orang yang selama ini berusaha ingin memisahkan-ku dengan Nina sampai-sampai kamu mengarang cerita kalau aku dan Putri berselingkuh. Tapi untungnya hari ini masalah ini cepat terpecahkan jadi hari ini kamu stop menjadi sekretaris-ku apa kamu paham itu!"


"Tidak Revan kamu tidak boleh seperti ini padaku, kamu tidak boleh.


"Sudah Gibran bawa dia keluar dari ruangan ini!"


"Baik Tuan.

__ADS_1


"Tidak Revan beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya beri aku kesempatan.


"Ayo Mak lampir cepat jalan atau anda ingin aku menyeret langsung!"


"Baiklah kamu boleh mempermainkan-ku dihadapan banyak orang, tapi lihat saja apa yang ingin aku kejar akan segera aku dapatkan. Jika aku tidak bisa mendapatkan hatimu maka Nina atau pun Putri aku pastikan mereka tidak akan pernah bisa memilikimu seutuhnya. Aku berjanji!" Aku berjanji aku akan merebut-mu dari mereka dan aku juga berjanji kalau aku akan menyingkirkan keduanya dari muka bumi ini agar diantara keduanya tidak bisa memilikimu apa kamu paham!"


"Terserah kamu mau mengancam-ku seperti apa, tapi yang jelas jika kamu Samapi berani melukai keduanya maka jangan salahkan aku aku sendiri yang akan melukaimu apa kamu paham!"


"Sudah jangan banyak omong ayo jalan! Ayo jalan sekarang!"


"Apa barusan yang ia ucapkan beneran akan dia kabulkan? Apa dia sungguh-sungguh ingin mencelakai Putri mau pun Nina?"


"Tuan tidak perlu khawatirkan soal apa yang barusan ia ucapkan. Aku akan membantu Tuan menjaga kedua Istri Tuan jadi Tuan jangan cemaskan soal itu.


"Permasalahannya bukan hanya wanita itu yang jadi permasalahan-nya masih ada satu manusia yang berniat ingin mencelakai Istri keduaku yaitu laki-laki yang menjadi ayah dari anak yang ia kandung?"


"Baik Tuan apapun permasalahannya saya yakin semua ini masih bisa diatasi. Dan untuk Istri Tuan yang bernama Putri biar aku yang menjaganya jika Tuan masih keberatan menjaga Istri Tuan yang pertama itu.


"Baiklah untuk kali ini aku masih bisa mengandalkan kamu, tapi lihat saja jika kamu berani menikung-ku maka aku sendiri tak segan-segan akan memberitahu perhitungan ke kamu apa kamu paham!"


"Iya Tuan aku sangat paham.


"Baguslah.


"Lagian siapa suruh punya istri banyak jadi bingung kan!"


"Kamu berkata apa tadi?"


"Tidak Tuan aku tidak lagi berkata apa-apa kok.


"Jangan berani berkata dibelakang-ku apa kamu mengerti?"


"Iya Tuan saya mengerti!"

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2