
Beranjak pergi ke kamarnya tanpa mempedulikan mereka berdua. Putri nampak diselimuti rasa bersalah setiap kali ia melihat wajah kekecewaan yang ditunjukkan Nina padanya.
"Kamu tidak perlu masukkan kehati apa yang barusan diucapkan Nina barusan. Memang sekarang dia masih belum mengerti tapi aku yakin suatu saat nanti dia akan sadar kok jadi kamu tidak perlu cemas," balasnya mencoba menenangkannya.
"Aku tidak menyalahkan Nina dalam masalah ini karena sejujurnya semua ini memang salah kita. Di-dunia ini tidak ada seorang wanita yang mau dimadu sama halnya dengan diriku Revan, pernikahan kita terjadi karena sebuah ke-salah pahaman jadi cepat atau lambat kita harus mengakhiri hubungan ini. Aku tidak mau hubungan persahabatan kita akan hancur lebur hanya karena keegoisan kita masing-masing. Dan cepat atau lambat aku akan menggugat kamu karena hanya itu cara satu-satunya yang bisa kita lakukan.
"Baiklah jika kamu sudah memutuskan itu aku bisa apa. Ya sudah aku antar kamu ke-kamar ku mari.
"Apa kamu tidak ingin tidur dengan Nina? Dia juga butuh kamu?"
"Tapi kamu tahu sendiri kan Nina seperti apa sekarang, jadi mana mungkin aku bisa menemaninya jika nantinya ia sendiri yang akan mengusir-ku.
"Tapi?"
"Kamu tenang saja aku akan tidur di Sofa jadi kamu jangan cemaskan soal itu," balasnya.
"Baiklah.
Revan dan juga Putri yang hendak inggin memasuki kamar mereka. Tiba-tiba langkah mereka pun terhenti lantaran Nina yang tiba-tiba berteriak.
"Nina kenapa dia?" ucapnya segera masuk kedalam kamar Nina.
"Nina kamu kenapa?"
"Sayang kamu kenapa? Kenapa kamu berteriak?"tanya Mama mertuanya.
"Aku rasa aku sedikit pusing karena memikirkan beban masalah ini Ma. Apa Mama tidak keberatan jika Mama mau menemani aku tidur disini sekarang?"
"Nin kamu kenapa? Apa kamu sakit?" tanya Revan yang kemudian menghampiri Nina disampingnya.
"Apa kamu serius kamu gak papa? Apa aku perlu membawamu ke-rumah sakit?"
"Untuk apa kamu masih perduli dengan Nina bukankah Istri yang kamu pedulikan cuma wanita kampung ini jadi urus saja dia, biar Mama yang menemani Nina disini," bentak Mamanya.
"Tidak Ma. Aku Suaminya jadi mana mungkin aku akan tega membiarkannya merasakan sakit sendiri seperti ini. Biar aku saja yang menemaninya dan Mama? Apa Mama tidak keberatan jika malam ini Mama temani Putri karena di-Rumah ini tidak ada kamar lagi selain gudang?"
"Mendingan kamu temani Nina dia membutuhkan kamu jadi kamu tidur dengannya aja aku gak papa kok.
"Kamu serius kamu gak papa Put?"
__ADS_1
"Iya gak papa kok?"
"Baiklah rawat Istri kamu dengan baik dan ingat jangan coba-coba kamu memikirkan wanita ini biar Mama yang menjaganya.
"Baik Ma.
Aku tidak masalah jika aku harus menggalami semua ini karena aku juga sadar jika aku ini hanyalah istri cadangan. Karena aku hanyalah menantu yang gak akan pernah dianggap, jadi yang harus aku lakukan sekarang aku harus tetap fokus kepada buah hatiku ini karena hanya calon anak inilah kebahagiaanku yang sesungguhnya.
Belum ada sehari aku menjadi Istri Revan tapi Mamanya sudah menunjukkan bahwa aku ini sama sekali gak ada artinya buat dia, iya aku sadar aku ini siapa aku hanyalah istri kedua yang memang gak pantas untuk mendapat kebahagiaan di Rumah semewah ini.
"Ya sudah Ma ini udah malam apa Putri sudah boleh tidur?"tanya Putri kemudian mendapatkan bentakan dari Mamanya.
"Hey siapa kamu berani sekali kamu memerintahkan-ku. Apa kamu pikir aku sudi tidur sama pelakor seperti-mu? Tidak lagi cepat pergilah dan kamu Bibik Minah ajak dia tidur bersama-mu," ucapnya segera ia pun pergi dari hadapan mereka.
"Nyonya gak papa kan, mendingan sekarang nyonya ikut saya ke-kamar nyonya pasti butuh istirahat, dan sekalian nyonya ganti pakaian nyonya kan gak mungkin pada saat nyonya hendak akan tidur nanti, nyonya masih mengenakan pakaian ini, mari saya antar sekarang," ajak Bibik Minah sang asisten rumah tangga di Rumah ini.
"Baik bik terima kasih ya," balas Putri dengan menunjukkan senyumnya.
"Maaf kamar bibik masih sedikit berantakan, bibik belum ada waktu buat merapikannya tadi," balas bibik.
"Iya bik gak papa, saya juga ngerti pasti bibik juga sangat sibuk seharian ngurusin Rumah sebesar ini," timpal Putri lagi.
"Oh iya harusnya Bibik tidak perlu memanggilku dengan sebutan Nyonya karena menurutku ucapan itu tidak pantas buat saya."
"Iya Bik makasih ya, ya sudah kalau gitu saya mandi dulu!.
"Baik nyonya," balas Bibik, sedangkan Putri memasuki kamar mandi yang berada dikamar ruangan bibik sendiri.
Pancuran sower air yang sedari tadi terus menerus mengalir tanpa henti. Dan menguyur tubuh Putri dari atas ujung kepala, sampai ujung kaki, hingga sekujur tubuhnya yang masih terbalut pakaian seketika membuat tubuhnya menjadi basah kuyup, dan hal itu tidak membuatnya untuk bangkit lantaran air yang cukup sangat dingin ketika menguyur tubuhnya.
Berharap hidupnya akan menjadi lebih baik setelah ia menikah dengan laki-laki itu, kini harapannya seketika musnah setelah ia sadar dan mengetahui jika dirinya ternyata menjadi istri kedua. Istri yang sama sekali gak ada harganya di mata Mama mertuanya.
Bahkan malam pertama yang biasanya akan jadi malam yang sangat indah bagi kaum pengantin baru, kini semua itu hanya akan jadi bayang-bayang saja, tertidur di-ranjang yang sama dengan seorang asisten rumah tangga itulah yang ia alami saat ini.
Lagi dan lagi air mata yang tak terhitung berapa jumplah tetesannya kini pun jatuh dan membasahi kedua pipinya, sarung bantal yang tadinya kering kini pun berubah menjadi basah setelah Putri yang merebahkan tubuhnya dengan me-miringkannya ke kanan membuat air matanya pun tepat jatuh membasahi bantal yang jadi pengganjal kepalanya.
Walaupun aku hanya jadi istri kedua aku akan tetap berusaha untuk menjadi istri yang berbakti kepada suamiku, karena aku tidak mau mengkhianati pernikahan ini walau pun pada kenyataanya aku harus menerima dengan ikhlas jika apa yang aku lakukan mungkin akan sangat sulit untuk diterima baik di-keluarga ini
Pagi yang sangat cerah, matahari yang nampak menggeluarkan sinarnya untuk menyinari alam semesta dibuka bumi ini.
__ADS_1
Jam yang menunjukkan pukul 05:00 pagi semua orang yang ada di Rumah ini masih belum terlihat akan muncul batang hidungnya atau bisa dibilang mereka masih tertidur lelap.
Dan tidak menghitung waktu lebih lama, Putri pun berhasil menghidangkan beberapa menu makanan yang kemudian ia pun sajikan rapi diatas meja makan.
Revan dan Nina yang pada saat itu baru saja terbangun dari tidurnya dan hendak menuju ke-kamar mandi, dia pun terkejut karena sekarang yang masih menunjukkan pukul 05:30 pagi sudah ada beberapa makanan yang sudah tersaji rapi dimeja makan.
"Siapa yang memasak semua makanan ini?" gumam Nin yang kemudian seseorang pun menjawabnya.
"Aku yang memasak semua makanan ini," jawab Putri yang kemudian berjalan kearah Revan sembari menundukkan kepalanya ke bawah.
"iya semua ini aku yang menyiapkannya, aku kan sekarang sudah jadi istri Revan? Jadi udah seharusnya aku melakukan semua ini. Karena ini udah jadi tangung jawabku kepada suamiku," balas Putri lagi.
Mendengar perkataan yang diucapkan oleh Putri, Nina pun tanpa berkata lagi ia langsung pergi mengabaikan Putri dan bergegas masuk kedalam kamar mandi.
"Seperti inikah rasanya diabaikan oleh teman sendiri? Teman yang dulunya sudah kita anggap sudah seperti saudara kandung sendiri?"batin Putri yang terlihat bersedih.
"Kamu jangan masukkan ke hati ya perilaku yang dilakukan Nina kepadamu, dia memang seperti itu orangnya," balas Revan akan tetapi Putri yang mendengarnya ia hanya terdiam tanpa menyahutnya.
_________________________
Sekalian maaf ijin promo ya karya ini milik teman-ku dan ceritanya sangat seru jadi sayang untuk dilewatkan yuk mampir
BERIKUT BLURBNYA
Kaina, mendapatkan kenyataan yang mengejutkan. Anak kembarnya ternyata merupakan kembar beda ayah atau bisa disebut superfekudensi.
Candra dan Hugo. Mereka adalah ayah bilogis dari si kembar. Bedanya Candra adalah sang kekasih yang sudah di putuskan akibat ketahuan selingkuh. Sedangkan Hugo hanya pria kenalan yang di ajaknya bermalam demi membalaskan penghianatan sang kekasih.
Karena kedua anaknya mengalami gagal ginjal, Kaina meminta pada dua laki-laki itu untuk memberikan ginjal mereka.
Apakah si kembar akan mendapatkan donor ginjal dari ayah bilogis mereka?
Apakah kehidupan Kaina setelah itu bahagia atau malah babak baru akan di mulai?
Sanggupkah Kaina melewati semua cobaan hidupnya seorang diri?
Apakah langit yang kelam akan diterang oleh Purnama?
__ADS_1
BERSAMBUNG.