JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
APA YANG AKAN TERJADI


__ADS_3

Memasukkan Milli kedalam mobil Rendy sendiri. Tak lama Rendy akhirnya melajukan laju kendaraannya dengan wajah seringainya.


Sedangkan Gibran yang tak ingin kalah ia segera melajukan kendaraannya cukup tinggi untuk mengejar mobil yang ditumpangi Rendy.


"Panas ... Kenapa disini sangat panas sekali aku ingin mandi ... Aku ingin mandi," ucap Milli dengan matanya yang masih terpejam.


"Iya Milli kamu tenang saja tidak akan lama aku kita akan melakukannya jadi kamu yang sabar ya," balas Rendy yang membelai rambut Milli Sedangkan milli terlihat keringatnya mulai keluar dari wajahnya.


Rendy yang melihat Milli masih memakai pakaian seksi yang ia berikan tadi, dengan beraninya ia mencium pipi Milli dengan lancang.


Belum puas Rendy yang melihat bibir mungil merah jambu yang Milli miliki membuat gairah Rendy semakin memanas. Sekejap ia ingin melu*at bibir manis yang dimiliki Milli itu, tiba-tiba mobil langsung menghadang tepat dihadapannya dan mengakibatkan mobil keduanya tak bisa mengendalikan yang akhirnya benturan cukup keras yang membuat depan mobil sedikit ringsek.


Rendy yang tadinya ingin melakukan niat bejatnya. Seketika pandangannya teralihkan dan langsung keluar dari mobilnya. Kedua keluar pukulan kasar pun mendarat tepat mengenai pipi kanan pria itu hinga babak belur.


"Ais berani sekali anda memukul-ku," gertak balik Rendy. Sedetik Rendy berniat ingin memukulnya tangannya terhalangi lantaran Gibran yang dengan sigap langsung mencengkram tangan Rendy dari hadapannya.


"Itu akibat karena dengan beraninya anda berani mencium Wanita-ku apa anda paham?"gertaknya lagi dengan meluncurkan satu pukulan lagi tepat mengenai tubuh Rendy itu.


"Ayo ikut aku," ajaknya yang langsung mengangkat tubuh Milli hinga jatuh dalam pelukannya.


"Lepaskan aku. Kamu? untuk apa kamu datang kesini dan menjemput-ku kamu itu bukanlah suamiku, iya kamu bukanlah suamiku lepaskan aku! Lepaskan aku!"

__ADS_1


"Terserah kamu mau bilang apa tapi yang jelas ayo kita pergi dari sini karena aku tidak akan membiarkan bajingan ini sampai menodai-mu," ucapnya yang tidak mau melepaskan gendongnya.


"Lepaskan aku! lepaskan aku! Kamu mau bawa aku kemana, lepaskan aku," ucapnya yang terus memberontak tapi Gibran tidak menggubrisnya langsung memasukannya kedalam mobil dan menghiraukan Rendy yang terdiam tak berkutik.


Melihat mobil yang ditumpangi Gibran kembali melajukan laju kendaraannya, Rendy nampak kesal .


"Sial gara-gara Laki-laki itu aku gagal mendapatkannya ah," ucapnya yang langsung menendang sesuatu.


"Kamu mau bawa aku kemana lepaskan aku! Lepaskan aku!"ucap Milli yang terus terucap biar pun pandangannya masih terpejam.


"Gibran ... Gibran kamu itu sebenarnya gila atau apa? Kamu selama ini bersikap dingin dan kasar! Tapi kenapa melihat dia hampir dilecehkan kamu kenapa malah melindunginya aneh! Tapi apa benar jika aku sudah mulai menyukainya? Dan apa yang aku lakukan ini termasuk bukti jika aku tidak mau ia jatuh ke tangan pria lain, apalagi pria itu adalah Pria bajingan?"ucap Gibran dengan pandangannya yang memandang kearah Mili secara terus menerus.


Tak lama akhirnya mereka telah sampai disalah satu kediaman yang tak lain adalah kediaman dari Kos-kosannya sendiri.


Membaringkan tubuh Milli diatas ranjang dengan kesadarannya yang masih belumlah pulih. Milli terlihat mengoyak-ngoyak tubuhnya sendiri lantaran merasa kepanasan Milli tak segan-segan hendak melepaskan pakaian yang menutupi tubuhnya sendiri. Gibran yang melihatnya dengan sigap ia langsung menghalanginya.


"Apa kamu udah gila? Jangan lakukan itu!" tegasnya yang tak sengaja malah menyentuh sesuatu yang dimiliki di-dada Milli.


"Astaga apa yang barusan aku lakukan apa aku menyentuh pusaka itu?" gumamnya yang merasa risi.


"Hey ini tempat ku jadi jaga sifat-mu dan jangan coba-coba kamu mengoda-ku apalagi sampai-sampai menunjukkan harta kamu itu apa kamu paham!" tegasnya Gibran dengan raut wajah kesalnya.

__ADS_1


Mendengar ucapan yang diucapkan Gibran, Milli terlihat tidak meresponnya. Dengan keadaan terbaring dan membolak-balik tubuhnya sendiri. Tatapan Gibran tiba-tiba membuat dia terpukau akan kecantikan Milli yang sekarang baru ia sadari.


"Kamu terlihat sangat cantik Milli, bahkan kecantikan yang kamu miliki sangatlah berbeda dengan yang dimiliki semua wanita yang aku pandangi," gumamnya yang tersenyum sendiri.


Ucapan manis yang akhirnya terucap dari mulutnya sendiri. Akan tetapi tak lama ia sadar akan ucapan yang ia ucapkan tadi.


"Astaga apa yang barusan aku katakan tadi kenapa aku bisa-bisanya sampai berkata seperti itu? Sudahlah mendingan aku mandi aja," ucapnya yang kemudian ia yang hendak ingin pergi, tangan mungil Milli langsung menariknya dan akhirnya keduanya pun sama-sama jatuh tersungkur diatas ranjang secara bersamaan.


"Hay apa yang kamu lakukan bisa-bisanya kamu menarik seorang Laki-laki seperti ini apa kamu sudah gila?"bentak Gibran tapi Milli yang mendengar ocehannya ia malah menertawakannya.


"Astaga Kak Putri ini lucu banget sih, memangnya salah jika seorang Adik tidur bareng bersama kakaknya sendiri?"ucap Milli yang mulai ngelantur.


"Astaga aku lupa dia itu kerasukan obat perangsang jadi apa mungkin karena ini dia bersikap seperti ini?"gumamnya yang hendak akan bangun, tapi Milli lagi-lagi menghalanginya.


"Kakak ini mau kemana sih jangan tinggalin Milli, Milli masih mau bersama Kak Putri disini jangan pergi," ucap Milli yang tambah mempererat Gibran.


"Hay kamu jangan gila aku bukan kakak kamu! Aku seorang Laki-laki lepaskan aku!"gertaknya tapi Milli tak menghiraukannya.


"Aku bilang jangan pergi, ya jangan pergi apa kak Putri tidak dengar?"ucapnya yang tidak mau melepaskan pelukan Gibran.


"Astaga gimana ini sekarang kenapa dia malah bersikap seperti ini padaku! Hay lepaskan aku bukan kakak kamu sadarlah!"

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2