JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
HAMPIR SALAH PAHAM


__ADS_3

Revan yang berlalu pergi menjemput Putri. Sedangkan Gibran yang tanpa mau menunggu ia segera menjenguk Milli dan memasuki ruangan rawatnya. Melihat seseorang Wanita masih terbaring diatas brangkar Rumah sakit, entah apa yang membuat Gibran sehingga ia dengan langsung, ia langsung mencubit pipi kanan Milli tanpa memberinya ampun.


"Kamu? Apa yang kamu lakukan kenapa kamu mencubit ku? Kamu ingin membuat kondisi-ku tambah semakin parah?"kesal Milli pada Gibran.


"Apa kamu sudah gila?"gertak Gibran dengan mata melotot-nya.


"Apa maksud kamu ngatain aku gila?"


"Kamu itu kalau tidak mau terluka akan lebih baik jangan sok-sokan jago melawan penjahat dengan tangan kosong kamu. Lihat apa yang terjadi sekarang? Apa kamu sudah kapok dengan luka tembakan kamu ini apa kamu sudah kapok dengan semua ini?"tegas Gibran dengan muka garangnya.


"Tidak aku tidak kapok untuk apa aku harus kapok!"


"Ish ini anak memang sudahlah malas!"


"Disini aku yang lagi sakit tapi kenapa kamu malah memarahiku tanpa henti! Jika tujuan kamu hanya ingin memarahiku lebih baik kamu pergi sana yang ada lukaku akan tambah semakin parah cepat pergi!"gertak Milli dengan tegas, Gibran yang merasa kesal ia langsung mendorong Milli yang akhirnya tubuh Milli pun kembali terjatuh diatas brangkar. Dengan Gibran yang mencengkram pundak Milli membuat keduanya tak bisa menghindari akan Tatapan keduanya yang jaraknya hampir menyentuh hidung keduanya.


"Kamu? Apa yang ingin kamu lakukan lepaskan aku!"gertak Milli dengan kesal, tapi Gibran tak menghiraukannya, berusaha Milli melakukan pemberontakan tapi hasilnya pun sia-sia memandang Gibran yang terus memandangnya membuat Milli tampak merasa malu dan hanya bisa menundukkan kepalanya.


Belum juga keduanya saling bersahutan. Pintu ruangan tiba-tiba terbuka, tatapan Gibran mau pun Milli yang tadinya sibuk saling pandang satu sama lain. Seketika pandangan keduanya beralih memandang seseorang yang datang dari depan pintu.


Tahu siapa yang datang, keduanya dengan segera langsung mengalihkan pandangannya sedangkan Gibran melepaskan cengkraman yang dilakukannya.


"Gibran ... Milli apa yang barusan kalian lakukan apa kalian berniat ingin berciuman?"tanya Revan yang spontan Milli,Gibran mau pun Putri pun seketika beralih menatapnya.


"Tuan ini ada-ada aja siapa yang mau menciumnya gila lagi," timpalnya yang mengalihkan pandangannya kearah lain sedangkan Milli hanya terdiam.


"Milli gimana keadaan kamu? Kamu baik-baik saja kan sayang?"tanya Putri dengan membelai wajah Milli.


"Iya kak aku baik-baik saja kok, Kak Putri tidak usah mencemaskan aku. Aku baik-baik saja kok," balas Milli yang hanya bisa menatap Putri dengan tatapan bahagianya.


"Kak Putri gak marah kan sama aku? Kak Putri gak benci kan sama aku?"


"Siapa yang bilang aku tidak membencimu Milli aku sangat membenci-mu bahkan apa yang sudah kamu lakukan itu membuatku sakit hati dan aku tidak akan dengan mudah memaafkan mu apalagi tindakan kamu yang seceroboh ini sampai berani melawan penjahat itu sendiri. Apa yang kamu pikirkan Milli mereka itu penjahat tapi kenapa kamu dengan gampangnya melawan mereka sekarang kamu lihat akan apa yang terjadi apa setelah apa yang telah terjadi denganmu saat ini kamu masih belum kapok juga?"

__ADS_1


"Iya aku belum kapok kok kak," balas Milli dengan pandangannya yang menahan tawa.


"Kamu aku lagi serius memarahi kamu tapi kenapa kamu malah tertawa apa ada yang lucu sekarang?"


"Iya memang ada yang lucu kok kak apalagi melihat Kak Putri se-marah ini membuatku tambah yakin jika Kak Putri marah karena sayang sama aku aku kangen sama Kak Putri jadi ijinkan aku untuk memeluk kakak putri sekarang," timpal Milli yang langsung memeluk Putri.


"Kamu tahu gimana perasaan aku ketika aku tahu jika kamu adalah saudara kandungku yang telah lama terpisah? Aku sangat bahagia mendengar kabar itu Mil, tapi kabar bahagia itu serasa masih kurang jika aku ingat hubungan kita sedikit rumyan kemaren. Apa kamu tahu gimana rasanya perasaan aku ketika kamu bersikap kasar seolah-olah kamu sangat membenciku apa kamu tahu gimana rasanya?"


"Apa yang sudah terjadi tidak perlu dipikirkan lagi Kak. Yang terpenting sekarang aku sudah kembali untuk Kak Putri, jadi gimana perasaan Kak Putri sekarang apa Kak Putri sangat bahagia?"tanya Milli yang tak lepas-lepasnya Putri memeluknya.


''Astaga melihat mereka berpelukan seperti ini aku malah jadi iri,'' ucap Gibran sembari melirik kearah Revan.


''Ada apa kenapa kamu malah melirikku jangan bilang kalau kamu punya pikiran aneh sekarang?"


''Bukan aku yang punya pikiran aneh tapi Tuan sendiri juga punya pikiran yang aneh ya kan?"


''Ya sudah Putri kamu sekarang sudah lihat kan kalau adik kamu ini kondisinya baik-baik saja jadi mendingan kamu pulang sekarang ya kamu butuh istirahat jadi pulanglah,"pinta Revan.


''Putri bukannya aku melarang-mu tapi akan lebih baik kamu juga jaga kondisi kamu saat ini kamu jangan terlalu kecapean jadi nurut ya kamu pulang sekarang."


''Tapi Revan?"


''Kak apa yang diucapkan kak Revan memang benar kakak Putri juga harus jaga kondisi kamu jadi benar yang dia katakan kakak pulang ya,"pinta Milli.


''Tapi Milli?"


''Tidak ada tapi-tapian Kakak pulang ya plis."


''Baiklah aku akan pulang terus siapa yang kan menjaga Milli disini?"


''Untuk urusan Milli kamu tenang saja kan ada Gibran!"ucap Revan seketika Gibran beralih menatapnya dengan tatapan terkejut.


''Kok malah aku sih tidak aku tidak mau sejak kapan aku harus jadi penjaga dia enak aja."

__ADS_1


''Gibran kamu itu sekretaris ku jadi nurut ya?"


''Baiklah kalau kamu tidak mau aku bakal kasih bonus dua kali lipat apa kamu mau?"


''Tuan serius?"


''Iya aku serius!"


''Baiklah aku bersedia?"


''Dasar giliran dipancing pake uang aja baru mau dasar!"


''Suka suka gue lah kenapa malah kamu sendiri yang nyolot ingat hanya malam ini saja aku mau merawat mu jadi ingat dan waspada jangan sampai kamu itu naksir sama kegantengan aku ini."


''Idih daripada aku harus naksir sama orang sepertimu lebih baik aku naksir sama monyet di kebun binatang sana."


''Baguslah disana lebih cocok sama tipe-tipe cowok yang kamu cari ."


''Sudahlah kenapa kalian jadi berantem seperti ini sih ingat awas kalau kalian sama-sama saling jatuh cinta paham!"


''Astaga kaka Putri ini bagaimana mungkin aku bisa naksir seperti orang seperti dia sih yang benar saja ngaco kakak ini kalau ngomong."


''lagian kalian ini berantem terus kan lucu tapi jujur kalian cocok tahu ya kan Revan?"


''Yes aku sama berpendapat sepertimu."


''Aneh ya enggaklah cocok darimana,"sewot Gibran.


"Sudah-sudah aku pulang ya sayang."


"Iya kak berhati-hatilah."


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2