JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
KEMBALI PULIH


__ADS_3

MENUJU EPISODE-EPISODE TERAKHIR


Sedangkan disalah satu tempat, lebih tepatnya dikediaman Mamanya Revan sendiri, banyaknya orang yang hadir dalam suatu acara telah memenuhi hampir seluruh ruang tamu yang berlangsungnya akan acara yang diadakannya.


Melihat para tamu yang sudah pada berdatangan, terlebih dulu Mamanya Revan menyambutnya dengan berbagai kata yang ia ucapkan tepat dihadapan banyaknya orang.


"Terima kasih buat kalian semua yang sudah bersedia mau datang ke acara ini, saya sengaja mengadakan acara ini karena tepat pada hari ini Putraku yang bernama Revan dia telah masuk ke usia kelahirannya yaitu 29 tahun, saya sebagai seorang Mama yang sangat menyayanginya saya banyak-banyak berterima kasih pada kalian semua karena dengan senang hati mau meluangkan waktunya untuk merayakan pesta ulang tahunnya ini.


Sekarang ini saya sendiri bahkan tidak yakin apa saya mampu mengatakan hal ini padanya, sebagai seorang anak laki-laki dia tidak pernah sekali merepotkan saya sebagai Ibunya, dia sangatlah pendiam tidak berani membantah saya kecuali jika saya sendiri yang membuat masalah.


Sebagai seorang Mama sayalah yang sering merepotkan dia, saya akui saya cukup egois karena hanya memikirkan kebahagiaan saya sendiri, saya akui merasa sangat menyesal telah mengorbankan Putra-putri saya demi kebahagiaan dan ego saya sendiri saya sangat menyesal.


Dan hari ini, tepat jatuh pada hari sekarang Putra kesayangan saya usianya menginjak angka 29 tahun, aku ingin kita semua memanjatkan banyak doa agar Putra saya mendengar akan doa kami


"Mama ...


Satu ucapan yang keluar dari mulut seseorang, tak jelas siapa seseorang yang sudah menyebut nama itu hinga membuat Mamanya yang tadinya berbicara dihadapan banyak orang seketika berpaling dari asal suara itu berasal.


Wajahnya yang seketika berpaling dari Seseorang itu seketika membungkam kan mulutnya sendiri, raut wajah tidak percaya berselimut dengan air matanya yang tiada henti membuatnya tak yakin dengan siapa ia berhadapan saat ini.


Bahkan tatapan semua orang yang juga tak percaya dengan siapa yang ia lihat, perlahan-lahan mereka menghampiri seseorang yang terduduk di-kursi roda dengan didorong wanita cantik dibelakangnya.


"Revan? Ini beneran kamu? Kamu beneran selamat sayang?"ucap Mamanya yang tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini


"Revan ini sungguh-sungguh kamu? Kamu masih hidup?"tanya Milli seketika pandangannya berpaling kearah Gibran yang dimana keduanya tak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.


"Iya ini beneran aku aku memang masih hidup,"balas Revan dengan wajah senyum lepasnya.


"Kak Putri ini kenapa bisa terjadi bukankah kakak bilang jika kondisi Revan semakin drop bahkan ...


"Tapi sayangnya perkataan aku tidaklah benar sayang. Dan hari ini Tuhan benar-benar mengabulkan permohonan saya. Dan Alhamdulillah Tuhan memberikan kami mukjizat yang sangat besar gimana akibat ramuan herbal yang sering Revan minum selama ini, ramuan itu benar-benar mampu memperlambat masa penjalaran sel kankernya. Dan kabar baiknya kanker Revan turun menjadi stadium 1, bahkan kornea mata Revan yang dulunya dinyatakan bermasalah dan buta Alhamdulillah hari ini kornea mata Revan kembali seperti semula,"balas Putri yang membuat tatapan semua orang sangat bahagia.


"Sayang Mama berharap apa yang Mama lihat saat ini beneran kamu? Mama berharap apa yang Mama lihat saat ini beneran kamu sayang ini beneran kamu kan? Ini gak mungkin orang lain lagi yang memakai topeng kan?"tanya Mamanya yang masih tidak percaya.

__ADS_1


"Iya Ma apa yang Mama lihat saat ini beneran Revan! Ini beneran Revan Putra kandung Mama, Revan senang akhirnya Mama bisa berubah lebih baik lagi, Revan senang akhirnya Mama sekarang bisa menerima Putri sebagai menantu Mama, terima kasih Ma, terima kasih,"balas Revan yang memeluk Mamanya.


"Mama sangat senang Revan akhirnya Mama gak jadi kehilangan Putra kesayangan Mama terima kasih sayang."


"Revi boleh berpelukan sama kalian kan?"timpal Revi yang ikut menangis terharu.


"Iya boleh sayang sini,"balas Revan yang memberi ruang pada Adiknya.


"Kak Revan!"balas Revi yang langsung memeluk kakaknya.


"Maafkan Kakak Revi, maafkan Kakak selama ini Kakak tidak bisa menjaga dan melindungi kamu maafkan Kakak,"balas Revan membelai pucuk rambut Adiknya.


"Kakak tidak perlu mengatakan itu, harusnya Revi yang bilang maafkan Revi, selama ini Revi tidak pernah nurut akan semua perkataan Kakak maafkan Revi,"balasnya.


"Kakak sudah maafkan kamu sayang,"balasnya yang terus saja memeluknya.


Aku sadar hidup di dunia ini sangatlah singkat, dimana dulu mereka yang membenciku, bahkan hanya menganggap ku hanya sebatas seorang pembantu, tapi aku sadar dengan berjalannya waktu Tuhan memberi jalan terbaik dengan menyadarkan mereka yang akhirnya mau menganggap ku sebagai menantu mereka,"batin Putri yang serasa sangat bahagia melihat pemandangan semua ini.


"Ma ...Mama tadi bilang apa? Sayang?"tanya Putri tidak percaya.


"Iya sayang sudah seharusnya Mama memangil kamu dengan sebutan sayang, mungkin sebutan itu sangat pantas untuk kamu dapatkan. Kamu menantu Mama yang paling Mama sayangi, jadi sekarang kita tidak ada lagi musuh-musuh'an atau apa karena kamu itu menantu terbaik Mama sini peluk Mama,"balas Mamanya yang memberikan kesempatan Putri untuk memeluknya. Putri yang melihatnya ia dengan langsung menghampirinya dan memeluk Mertuanya dengan tulus.


"Maafkan Mama sayang maafkan Mama jika selama ini Mama sudah banyak salah sama kamu maafkan Mama,"ucap Mertuanya dengan membelai pucuk rambut Putri.


"Iya Ma Putri sudah maafkan Mama, terima kasih Ma, terima kasih,"balas Putri yang tak henti-hentinya melepaskan pelukannya.


"Iya kak mulai sekarang Kak Putri juga sudah menjadi Kakak kesayangan aku, aku tidak akan pernah membiarkan siapapun orang sampai menyakiti Kakak. Bahkan jika Kak Revan sendiri menyakiti Kak Putri biar aku sendiri yang menghadapinya ya kan Milli?"


"Dia itu Kakak aku, selain aku tidak akan aku biarkan seseorang lain memeluknya paham!"balas Milli yang menyingkirkan Revi dan berbalik dirinya yang memeluk Putri.


"Astaga ... Revan kamu lihat kan aku sekarang punya 2 bodyguard cantik sekaligus jadi jangan coba-coba menyakitiku lagi ya?"ledek Putri dengan menjulurkan lidah kearah Revan.


"Awas aja kamu,"balasnya yang hanya bisa tersenyum kearahnya.

__ADS_1


"Astaga Milli kamu kasar banget sih asal dorong aku, kamu mau aku peluk pacar kamu ini?"ledeknya yang hampir Revi memeluk Gibran, Milli dengan sigap menghadangnya.


"Hee awas aja kalau kamu sampai memeluknya aku akan memberikanmu perhitungan paham!"


"Pacar?"tanya Putri yang langsung menatap kearah Gibran mau Milli.


"Gibran kalian sudah resmi jadian?"tanya Gibran selanjutnya.


"Iya kami memang sudah jadian, benar kata nyonya jika selama ini anak bandel ini memang menyukaiku, tapi ya gitu karena gengsian yang tinggi dia lebih memilih memendamnya ya kan sayang?"balasnya sembari melingkarkan tangannya ke leher Milli.


"Iya, tapi jangan panggil aku dengan sebutan sayang kita belum menikah paham!"balasnya yang nampak malu.


"Ya sudah kita ke KUA aja,"balasnya.


"Astaga kamu pikir nikah asal datang aja, aku belum siap!"


"Belum siap apanya apa kamu gak percaya kalau aku ini sungguh-sungguh menyukaimu?"


"Bukan soal itu,"balasnya.


"Terus apa yang kamu takutkan sayang, dia kan sudah benar-benar menyukaimu. Bahkan selama ini dia sudah banyak memikirkan cara untuk mendapatkan kamu kan? jadi soal apa yang belum kamu siapkan dana? Biar kakak yang menanggungnya?"


"Astaga kakak ini gak paham banget sih! Memangnya nikah hanya butuh dana, ada lagi yang lebih penting pokoknya kakak gak akan paham deh,"balasnya yang memanyunkan bibirnya.


"Sudah-sudah kasih dia waktu mungkin dia lagi butuh waktu untuk berfikir, oh iya Mam, Revan boleh ijin pergi sebentar sama Putri kan?"tanya Revan.


"Iya boleh sayang pergi aja,"balas Mamanya.


"Ya sudah kalau gitu kita pergi ya?"balasnya.


"Baiklah berhati-hatilah,"balasnya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2