JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
APAKAH MILLI BENAR MELAKUKANNYA


__ADS_3

"Gimana kondisi kamu apa kamu sudah lumayan membaik?"ucap Claudya tapi tak nampak Milli menyahutnya.


"Iya aku tahu aku memang sangat jahat tapi biar pun aku jahat yang jelas aku berhasil membuat hidupmu bisa lebih lama kan?"ucapnya dengan tertawa sangat puas.


"Sekarang apa yang ingin anda lakukan?"tanya Milli.


"Sama seperti permintaan yang aku inginkan sejak sedari awal, yaitu gugurkan kandungan Putri karena aku rasa dengan bantuan kamu? Kamu akan bisa menjalankan misi ku ini."


"Tidak, aku tidak bisa," balasnya.


"Kenapa kamu berkata tidak bisa. Apa kamu tidak takut juga dengan ancaman yang aku berikan ke-kamu? Apa kamu ingin melihat lagi Mama kamu lebih terluka dari kemaren? Atau mungkin kamu ingin melihatnya terbujur kaku baru kamu bisa mematuhi semua perintah aku ini?"


"Kak Putri mungkin sudah curiga padaku karena beberapa waktu yang lalu aku sudah membuatnya kecewa. Jadi bagaimana mungkin aku bisa menjalankan misi, sekaligus permintaan kamu jika Kak Putri sendiri tidak mempercayai-ku lagi!"


"Kamu salah sayang, Putri tidaklah marah mau pun benci ke-kamu tapi dia hanya kecewa, sedangkan kepercayaan aku rasa dia masih sepenuhnya percaya denganmu jadi aku harap kamu bisa menjalankan misi ini dengan sempurna karena jika kamu tidak menjalankannya secara sempurna mungkin orang yang kamu sayangilah yang akan jadi korbannya apa anda paham sayang!"

__ADS_1


"Jangan sentuh-sentuh wajahku aku tidak Sudi wajahku anda sentuh apa anda paham!"


"Baiklah aku tidak akan melakukannya lagi maafkan aku. Baiklah kamu cepatlah sembuh biar aku bisa puas memperlakukanmu layaknya boneka ya sayang


"Kali ini aku bisa menurut dengan semua perintah yang kamu inginkan, tapi lihatlah ini hanya akan bersifat sementara karena sejatinya bukan Milli namanya kalau dia tidak bisa ikut memainkan rencana licik seperti ini.


Jika aku disuruh memilih aku tidak ingin kembali lagi ke rumah ini. Bukan aku tidak mau atau memang tidak betah, tapi jika aku disini itu sama aja aku membahayakan diri kak Putri sendiri.


Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang, jika aku tidak mematuhi semua perintahnya mungkin Mamaku sendiri yang akan jadi korbannya. Akan tetapi jika aku menjalankan perintah itu mungkin kepercayaan Kak Putri sendiri yang akan memudar. Bahkan yang lebih parah aku rasa Kak Putri tidak akan Sudi lagi untuk menatap wajahku lagi dihadapannya.


Maafkan aku Kak, maafkan aku aku memang lemah maafkan aku.


"Milli akhirnya kamu pulang juga sayang maafkan aku ya aku tahu kamu marah sama aku karena sifat-ku yang kekanak-kanakan maafkan aku tapi aku mohon jangan tinggalkan kak Putri dan mengabaikan kak Putri seperti ini maafkan aku!"


"Ini semua bukan salah Kak Putri. Aku paham sifat kak Putri jadi seperti itu semua itu karena Kak Putri sangat mencemaskan-ku. Milli juga minta maaf kalau Milli sudah bikin Kak Putri khawatir maafkan aku."

__ADS_1


"Kamu tidak salah aku yang harusnya minta maaf Mil ya sudah kamu masuk udaranya udah sangat dingin kamu nanti masuk angin ayo masuklah."


"Baik kak. Ya sudah Milli mau mandi dulu jadi gak papa kan kalau Milli tingal dulu?"


"Iya gak papa kok Mil, lagian kamu kan hanya ninggalin aku sebentar jadi cepat mandilah."


" Baik Kak Milli masuk ya.


"Baiklah.


Masuk kedalam kamarnya. Milli yang hendak ingin mandi, handphone menunjukkan pesan masuk, terlebih dulu ia mengecek pesan dari WA tersebut.


✍️" Ingat kamu harus lupa dengan apa niat kamu kembali kesana, taruh obat tidur itu pada minumannya dengan begitu dia pastinya menurut dan dengan sendirinya mau meminum ayo cepat taruh


✍️" Baiklah.

__ADS_1


"Apa aku harus melakukan kejahatan itu pada Kakak-ku sendiri? Apa aku harus melukai orang yang sama sekali tidak ada salah kepadaku?"ucapnya yang merasa gelisah.


BERSAMBUNG.


__ADS_2