Kejaran Cinta Zarania

Kejaran Cinta Zarania
Bagian 101


__ADS_3

Tujuh orang duduk dengan raut wajah yang masing-masing tegang, tiga orang diantaranya terlihat begitu ngotot dengan segala yang ada di pikiran mereka. ketiga orang itu adalah Lisa serta Mama dan Papanya yang terus meminta Davi untuk menikahi wanita yang tengah hamil itu.


Sedangkan Davi yang tidak terima terus saja menolak, tentu dia akan menolak sebab dia tidak pernah merasa berbuat macam-macam pada mantan kekasihnya itu terlebih lagi sekarang ini dia sudah menikah dengan wanita yang sangat dia cintai, tidak pernah terbesit sedikitpun dalam pikirannya untuk mengkhianati sang istri.


"Davi tidak akan pernah menikahi Lisa Om, Davi tidak melakukan apapun!" tegas Davi dengan sorot mata yang begitu tajam, meski perkataannya terdengar sangat tegas namun dia tidak sedikitpun mengeluarkan perkataan yang keterlaluan pada dua orang tua yang sejak tadi menekan dirinya untuk menikahi anak perempuannya yang hamil oleh lelaki lain.


Meski dulu terkenal nakal dan sering keluar malam, namun pada nyatanya dia bukan seorang lelaki brengsek yang akan kabur setelah menghamili wanita, dia tidak akan melakukan hal sialan seperti yang sekarang di lakukan oleh temannya.


Lari dari tanggung jawab tanpa memperdulikan nasib orang lain akibat perbuatan bejatnya.


Bukankah hanya seorang pengecut yang habis berbuat namun tidak berani untuk bertanggung jawab? tidak, sepertinya bukan hanya pengecut, sebab Robert melakukan perbuatan itu ketika dia dan Lisa masih berhubungan, untungnya dari awal Davi tidak sedikitpun menaruh perasaan spesial terhadap Lisa, hingga dia masih sangat santai ketika mengetahui dua orang pengkhianat itu bermain di belakangnya. itu lebih dari seorang pengecut sialan yang tak tau diri.


Dan sekarang dengan tak tau malunya Lisa malah terus memaksa orang tuanya untuk membuat Davi bertanggung jawab pada kehamilan yang sudah jelas siapa Ayahnya itu.


"Saya tidak mau tau, yang saya tau kamu yang menjalin hubungan dengan anak saya!" lelaki tua yang berwajah tak pernah santai itu berteriak dengan suara beratnya, suara yang membuat gema di dalam ruang tamu milik Reino dan Valleri yang sejak tadi juga sudah berusaha berbicara pada orang tuanya itu bahwa yang harus menikahi Lisa adalah Robert, tetapi dua orang itu seolah di buat tuli sehingga tidak mau mendengarkan perkataan siapapun, dan sialannya mendadak tuli mereka akan sembuh ketika Lisa sudah berucap.


Ucapan tak tau malu yang malah meminta Davi untuk menikah dengannya.



"Davi, aku hanya mau nikah sama kamu." suara Lisa yang begitu menyebalkan sangat mengganggu pendengaran Davi.



"Gue udah nikah Lis, nggak mungkin gue nikahin elu!" sepertinya Davi sudah kadung sebal pada wanita berada di antara orang tuanya itu hingga tak mau lagi menggunakan aku kamu seperti dulu.



Semua yang ada di dalam ruangan itu tersentak kaget kecuali Lugo yang memang sudah mengetahui perihal temannya yang menikah beberapa hari lalu.



"NGGAK! NGGAK MUNGKIN! KAMU BOHONG!" Lisa berteriak dengan sangat kencang, sorot matanya juga begitu menyeramkan persis seorang yang tak waras.

__ADS_1



Serupa dengan yang dilakukan oleh Lisa, lelaki tua yang duduk di dekatnya pun beranjak berdiri dan menghampiri Davi meraih kerah kemeja yang Davi kenakan. "Ceraikan wanita itu dan nikahi Lisa!" katanya dengan rahang yang terlihat mengeras.



"Papa, lepas Pa. kita tidak bisa memaksa Davi karena memang dia tidak melakukan apapun pada Lisa." Reino menarik tangan Papanya agar melepaskan Davi.


Tapi sepertinya kekuatan lelaki tua itu tidak bisa di anggap remeh, terbukti Reino pun tidak bisa melepaskan cengkeraman tangan tua itu pada Davi, hingga akhirnya Lugo turut membantu Reino baru itulah Davi bisa terlepas.


"Sampai kapanpun Davi tidak akan pernah menikah dengan anak Om!" seru Davi dengan membalas tatapan luar biasa marah pada Lisa dan juga orang tuanya.



Deru napas di dalam ruangan itu semakin tak menentu, semuanya mengeluarkan napas yang begitu memburu, dengan Valleri yang juga sangat tak suka pada Adik iparnya pun memandang dengan tatapan yang begitu sinis.



"Makanya jadi perempuan itu jangan gampang buat tidur sama lelaki, terlalu murah." cibirnya, dia yang keturunan bule saja menganggap kelakuan Lisa itu sangat murahan.




"Aku mau keluar, pusing di sini." kata Valleri pada suaminya yang baru akan membuka mulut.



"Aku telepon kamu kalau sudah selesai." Reino malah berkata sangat lembut pada istrinya yang menyulut emosi sang Mama.



"Kamu terlalu baik pada wanita kurang ajar itu!" bentak Mamanya yang tak terima anak lelakinya itu mengabaikan perkataannya.

__ADS_1



"Ma, dari dulu kalian tidak pernah menganggap Valleri sebagai menantu, tapi Valleri tidak mempermasalahkan itu, bahkan dia masih dengan senang hati menerima Lisa tinggal di sini ketika anak Mama itu tidak pernah sekalipun menghormatinya sebagai Kakak ipar." Reino mulai mengeluarkan segala keluhannya selama ini, tentang istrinya yang tidak pernah di anggap baik oleh orang tuanya serta Lisa.



"Reino!" bentak Papanya yang tak terima istri dan akan tersayangnya itu tengah di salahkan.



Reino menatap sang Papa dengan tatapan datar namun begitu frustasi, frustasi pada sifat ketiga orang yang selalu merasa benar dan harus di turuti apapun yang mereka katakan.



"Reino sudah muak berada diantara kalian." ucap Reino menatap satu persatu ketiga orang terdekatnya.


Davi dan Lugo tak percaya bahwa Reino yang seorang lelaki saja bisa merasa tertekan seperti itu pada kelakukan orang tua serta Adiknya.


Lisa yang tidak peduli pada perkataan Reino malah berlari kearah Davi yang berdiri dan bersimpuh lalu memeluk kaki Davi dengan sangat erat.



"Aku mohon sama kamu Dav, aku hanya mau nikah sama kamu, aku nggak mau Robert atau lelaki manapun" Lisa berkata dengan tangisan yang sudah tak bisa berhenti sejak tadi.


Tangisan permohonan pada lelaki beristri yang sedikitpun tidak menaruh perasaan padanya, tangisan yang tidak akan pernah menyentuh perasaan Davi sedikitpun sebab Davi sangat mengenal siapa Lisa, seorang wanita yang rela melakukan apapun agar keinginannya bisa tercapai termasuk merendahkan diri pada lelaki yang menjadi obsesinya.


Davi berdiri tak bergeming sedikitpun, tubuhnya hanya diam saja tanpa mau menoleh pada wanita di bawahnya.



"Davi akan cari Robert, membawanya pada Om dan Tante." kata Davi tak peduli Lisa yang semakin keras menangis. "Bukan Davi yang harus menikahi Lisa, tapi Robert lah yang akan melakukannya." kata Davi lagi lalu membungkuk dan melerai kedua tangan Lisa dari kakinya.


__ADS_1


"Permisi Kak." kata Davi pada Reino yang mengangguk. lalu Davi dan Lugo beranjak pergi dari tempat itu tanpa berbicara lagi pada orang tua yang tengah memeluk Lisa yang mengamuk, berusaha menenangkan anak perempuannya yang kelakuan dan tindakannya persis orang tak punya kewarasan.


****


__ADS_2