Kejaran Cinta Zarania

Kejaran Cinta Zarania
Bagian 25


__ADS_3

Dan disinilah sekarang Zara berada, di rumah Saipul setelah sebelumnya pemuda itu diminta untuk menjemput Zara karena ada yang ingin disampaikan oleh kedua orang tuanya.


Namun setelah Ipul dan Zara sampai ke rumah Saipul, di rumah itu bukan hanya Mamah dan Papahnya saja tetapi ada juga kedua orang tua Davi yang tentu belum dikenal oleh Zara.


Zara menyalimi satu persatu orang dewasa yang ada di ruang tamu itu, yang sepertinya memang tengah menunggu kedatangannya.


Hanya saja setelah itu Zara menjadi terlihat begitu bingung karena sekarang Papah Ipul menjadi dua, Zara mengernyit bingung yang mana Papah dari temannya itu, karena dua lelaki dewasa di depannya itu begitu mirip tidak berbeda sama sekali dari postur badan, senyum serta garis wajahnya pun sama hanya potongan rambutnya saja yang berbeda dan tentu Zara sudah lupa seperti apa potongan rambut dari Papahnya Ipul karena ia sudah hampir sebulan tidak datang ke rumah sang teman.


Terlebih Mamah dari Ipul yang biasa ia panggil Tante malah sedang duduk santai dengan seorang wanita yang memandang dirinya seraya melempar senyuman karena menyadari kebingungan yang di tunjukkan oleh raut wajah Zara.


"Om Irman yang mana Pul?" bisik nya pada Saipul.


"Yang mana aja terserah." jawab Ipul seraya pergi ke lantai atas meninggalkan Zara sendirian diantara keempat orang dewasa itu.


Ditinggal oleh Ipul begitu saja membuat Zara melongo sendirian karena bingung harus berbuat apa.


"Zara sini Nak." panggilan Riska membuat Zara akhirnya harus tersadar dari kebingungannya akan dua orang lelaki kembar yang memusingkannya karena takut salah orang jika ia memberanikan diri untuk menegurnya.


"Iya Tante." sahut Zara seraya melangkah gontai kearah dua orang wanita yang salah satunya tentu sudah sangat dikenal oleh Zara.


"Duduk sini." menepuk tempat kosong yang ada di tengah antara Mamah Ipul dan wanita satunya yang entah siapa, karena Zara tidak mengenalnya dan baru kali ini ia melihat wanita itu yang dari senyumnya saja sudah dipastikan wanita itu berhati baik, dan benar saja, ketika Zara baru saja menghempaskan tubuhnya ke sofa di tengah, tangan wanita itu langsung saja mengelus rambutnya yang hitam lurus.


"Kamu pacar Davi?" pertanyaan yang diajukan oleh wanita di samping kirinya membuat Zara tercengang dan diliputi pertanyaan tentang hubungan wanita itu dengan Davi.


"Iya Tante." jawab Zara dengan suara yang terdengar pelan karena pikirannya yang terus saja merasa kebingungan.


Bagaimana Zara tidak bingung, tanpa memberinya kabar lebih dulu, Saipul sudah menelepon dirinya dan mengatakan bahwa dia sudah ada di depan pagar rumah.


Terkejut? sudah pasti apalagi saat Ipul mengatakan ingin mengajaknya ke rumah karena ada yang ingin dibicarakan oleh orang tuanya itu.


Dan sekarang ia makin dibuat bingung dengan pertanyaan yang diajukan oleh seorang wanita yang tidak ia kenal.


"Sudah berapa lama?" tanya wanita itu lagi yang masih belum juga memperkenalkan siapa dirinya kepada Syaina.

__ADS_1


"Mbak mending kasih tahu dulu deh sama Zara siapa Mbak, si Zara malah jadi bingung gitu." Tante Riska menyela sebelum Zara sempat menjawab pertanyaan dari Andini.


"Oalah, aku lupa Ris." Andini menepuk keningnya sendiri.


"Makanya Mah jangan selalu berubah menjadi wartawan yang terus mengajukan pertanyaan." oceh suaminya yang sejak tadi memperhatikan kelakuan istrinya itu yang terus saja mengajukan pertanyaan kepada seorang gadis yang dipacari oleh anaknya.


Zara menahan senyum mendengar perkataan dari salah satu pria yang duduk di depan sana, dan sekarang Zara juga sudah bisa mengetahui Om Irman yang mana.


Gelak tawa tercipta di ruangan itu yang tadi begitu membuat Zara tegang karena dirinya seperti sedang di sidang malam itu.


"Ini Tante Andini Mamahnya Davi Zar, Dan yang itu, yang pakai kemeja biru Ayahnya Davi, kamu pasti bingung ya?" tanya Tante Riska dengan senyuman yang tersungging ramah.


"Iya Zara bingung, abis wajahnya sama." Zara berkata polos yang tentu saja mengundang tawa keempat orang di dekatnya.


"Tentu saja sama orang mereka kembar." celetuk Om Irman dengan tawa renyahnya.


"Iya, Davi juga punya Adik kembar, turunan dari Ayahnya sepertinya." jawab Andini tentu saja dengan tatapan teduhnya yang terus saja melihat Zara membuat Zara jadi salah tingkah.


"Ayah ajalah yang bilang." Andini malah menyuruh suaminya yang memberitahukan maksud mereka sampai ingin bertemu dengan Zara.


"Kamu ajalah Din." malah balik menyuruh sang istri.


Riska dan Irman malah jadi menarik napas dengan kelakuan sepasang suami istri itu yang terus mengoper siapa yang harus berbicara dengan Zara.


"Sudah biar aku ajalah yang ngomong." akhirnya Riska mengambil alih, daripada harus menunggu kedua orang itu berdebat dan akan membuat urusan mereka semakin lama selesainya.


"Ya sudah kamu aja Ris." ujar Arman pada Adik iparnya itu.


"Begini Zar." Riska mulai berbicara.


"Maksud Tante meminta kamu datang ke sini karena ada yang ingin kami minta dari kamu." ucap Riska hang didengarkan oleh Zara dengan seksama agar tidak ada kata yang terlewat atau tidak terdengar.


"Mereka ingin meminta bantuan kamu." ucap Riska yang membuat Zara menautkan alisnya karena masih tidak bisa menangkap maksud pernyataan Riska barusan.

__ADS_1


"Zara bisa bantu apa Tante?" tanya Zara dengan bingung.


"Ipul tentunya sudah memberitahukan pada kamu bagaimana perilaku Davi seperti apa."


Perilaku apa? nakal kah? berandalan kah? karena hanya itu yang Ipul katakan pada Zara agar Zara menjauhi Davi, tapi keras kepalanya membuat Zara menolak permintaan Ipul dan tetap berhubungan dengan Davi.


"Tante mohon banget sama kamu supaya mau menasehati Davi untuk menjauhi pergaulannya yang sekarang, Tante sangat khawatir Davi akan semakin terjerumus karena teman-temannya." kali ini Andini yang berbicara dengan wajahnya yang tampak sekali begitu mencemaskan anaknya.


Anak lelakinya yang sekarang sudah sangat berbeda dari yang dulu.


"Tapi Tante."


"Tante mohon Nak." untuk kedua kalinya Mamah dari kekasihnya itu memohon kepadanya hingga akhirnya Zara mengangguk mengiyakan permintaan wanita itu.


"Zara akan coba Tante, tapi Zara nggak bisa janji." tukas Zara, bagaiman ia bisa berjanji kalau ia sendiri tidak yakin Davi mau mendengarkan kata-katanya, apalagi tadi pagi pemuda itu malah memutuskannya namun Zara tidak mau.


"Tidak apa-apa Nak yang penting kamu sudah mau berusaha menolong Tante dan Om." ucap Andini dengan mengulas senyum.


Setelah selesai Zara pun berpamitan untuk pulang.


"Tante panggil Ipul dulu Zar." ujar Tante Riska yang langsung dipotong oleh Ayahnya Davi.


'Nggak usah Ris, biar sekalian aja Zara bareng sama kami." tukas Ayahnya Davi.


"Iya Ris kita juga udah mau pulang kok, kasihan si kembar ditinggal takut ngambek karena kelamaan." sambung Andini seraya tersenyum.


"Oh ya sudah kalau gitu, nggak apa kan Zara?" tanya Tante Andini lagi.


"Iya Tante, nggak apa kok." sahut Zara sopan.


Mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil yang akan mengantarkan Zara lebih dulu untuk pulang.


**********

__ADS_1


__ADS_2