Kejaran Cinta Zarania

Kejaran Cinta Zarania
Bagian 88


__ADS_3

"Astaga Daviiii." seru sang mamah yang melihat anaknya menggendong Zara dengan santainya di bahu bahkan dengan cueknya melewati Ipul yang sejak tadi menganga melihat ulahnya itu.


"Turunin Zara nya." pinta sang Mamah yang tadi sedang menyuguhkan air untuk orang yang berada di ruang tamu.


Dengan terpaksa Davi pun menurut untuk menurunkan Zara dari pada harus di keroyok oleh semua orang yang kini sedang menatapnya dengan pandangan bingung kenapa mendadak ada tontonan gratis bak di dalam drama korea.


Zara bersungut kesal seraya merapikan pakaiannya yang jadi tak jelas karena ulah Davi.


"Za, ini beneran elu Za?" Ipul berjalan mendekati Zara yang juga sangat terkejut dengan penampilan Saipul teman sekolahnya dulu yang sudah sangat sering membantunya bahkan Ipul lah orang yang selalu mau menjadi sandarannya kala sedang merasa sedih juga di saat hatinya terluka karena laki-laki.


Mata Zara terbuka lebar lalu segera berlari ke arah Ipul dan memeluk tubuh teman lamanya itu yang baru bertemu lagi setelah 5 tahun berlalu dan lihatlah sekarang siapa yang bola matanya hampir melompat keluar menyaksikan kedua sahabat yang tengah saling memeluk sangat erat.


Sudah tentu Daviandra Arrayyan lah orangnya yang tetap saja merasa cemburu pada Ipul sekalipun lelaki yang terlihat sangat keren dengan setelan kemeja berwarna abu yang tak lain adalah teman baik Zara sekaligus Adik.


sepunya sendiri.


"Udahan pelukannya! kalau kangen bisa ngobrol aja nggak usah pakai acara peluk-peluk!" ujar Davi dengan wajah yang cemberut.


Zara memajukan bibirnya lalu kembali melihat pada Ipul yang tengah tertawa melihat betapa posesifnya Abang sepupunya itu sekarang, jika mengingat yang dulu rasanya Ipul sulit percaya bahwa lelaki yang sejak kemarin menghubunginya dan mengabarkan akan pulang ke Indonesia bersama Zara dan meminta tolong padanya untuk mencari saudara Zara yang bisa menjadi wali untuk Zara adalah benar-benar Abang sepupunya yang sama yang dulu pernah menganggapnya musuh.


"Kenapa lu bohongin gue?" tuding Zara.


"Bohong apa Za?" Ipul tampak tidak paham dengan yang dikatakan oleh temannya itu.


"Ngajak ketemu tapi yang dateng bukan elu." ucap Zara teringat saat ia yang sudah menunggu Ipul tapi yang muncul malah Davi.


"Itu IG gue di bajak." lapor Ipul seraya melirik Davi yang kini sedang berbicara dengan dua orang pria yang baru datang dengan peci yang adda di kepala pria setengah tua itu dan salah satunya membawa tas tenteng hitam dan bisa dipastikan ada berkas yang tersimpan di dalam tas itu.


Zara mengikuti arah lirikan Ipul lalu berbisik pada temannya itu.

__ADS_1


"Ini kenapa kok ramai banget?" tanya Zara penasaran.


"Emang Bang Davi nggak bilang?" dahi Ipul mengernyit bingung saat mendapati Zara menggeleng.


"Nah loh, tanya aja sana sama orangnya sendiri." sahut Ipul tak mau mengatakan apapun pada Zara.


"Ya udah gue ke sana dulu deh." kata Zara lalu melenggang menuju Davi yang bersama orang tuanya yang saat ini sedang berbicara dengan dua orang pria yang baru datang tadi.


Zara mencium tangan kedua orang tua Davi bergantian.


"Sini sayang." panggil Davi pada wanita yang berdiri bagaikan patung.


"Nah ini dia calon istrinya pak." ucap Mamahnya Davi yang makin membuat Zara terkejut adalah saat pria berpeci itu mengatakann. "Mana walinya?"


Batin Zara pun bertanya-tanya karena pertanyaan barusan.


"Vi, ini apa?" Zara memilih untuk mengikuti Davi yang berjalan cepat.


"Sebentar ya sayang, nanti aku jelasin." tutur Davi lalu membawa Ipul bersamanya.


"Zara, kamu kemana saja nak?" tanya Riska Ibu dari Ipul yang sangat sumringah melihat Zara.


"Gimana kabar kamu nak? kenapa nggak pernah kasih kabar ke kami, Ipul cari kamu kemana-mana tapi nggak pernah ketemu." wanita yang sejak dulu sudah menganggap Zara sebagai anak sendiri pun memeluk Zara dengan sangat erat dan mata yang berbinar sungguh terlihat jelas bahwa wanita itu sangat menyayangi Zara.


"Zara baik-baik aja Tante Om, kabar Tante sama Om gimana?" balas Zara dengan senyum.


"Kami semua baik Zara, jangan pergi jauh lagi ya nak." pinta Riska sambil menatap wajah Zara yang tak terasa sudah meneteskan air mata.


"Zara nggak mungkin pergi lagi Mah, kalau pergi juga paling ikut sama Davi." timpal Irman.

__ADS_1


"Iya sebentar lagi kan kamu mau nikah sama Davi." kata Riska seraya tersenyum membuat jantung Zara langsung berdebar dengan sangat kencang dan detik berikutnya Zara makin di buat terkejut kala Mamahnya Davi datang dan mengajaknya ke dalam kamar milik Davi yang dulu pernah tak sengaja Zara masuki saat bermain dengan kedua Adik kembar Davi yang sekarang entah ada di mana karena sejak tadi suara mereka tidak terdengar.


Ketika sampai di akamr Davi Zara makin tak bisa bernapas melihat di atas ranjang itu sudfah dipenuhi dengan hamparan kelopak bunga yang berwarna merah.


"Untuk malam pertama kamu nanti." bisik Andini sambil tersenyum penuh arti.


Zara makain di buat bagaikan patung ketika ada dua orang wanita yang masuk ke dalam kamar itu dengan membawa tas make up, tentu sebagai seorang wanita Zara sangat tau apa yang ada di dalam tas itu.


Mamahnya Davi langsung menyerahkan Zara pada keduanya sedangkan dia keluar dari  kamar untuk mengurus hal yang lain.


"Wah ini pengantin wanitanya cantik banget." puji salah satu wanita yang berdiri di dekat Zara.


Mendengar kata pengantin semakin membuat Zara mengerti bahwa hari ini adalah hari pernikahannya dengan Davi.


 Kedua wanita itupun mulai berkarya di wajah Zara memoleskan make up guna semakin mempercantik Zara di hari pernikahannya yang sangat sederhana itu, itu semua atas permintaan Davi, seandainya Davi tidak terburu tentu keluarganya akan mepersiapkan pernikahannya dengan sangat matang, tapi nyatanya Davi menolak dan kedua orang tuanya pun mengalah, memilih untuk mengikuti saja kemauan sang anak.


Zara keluar dari dalam kamar dengan memakai kebaya berwarna putih dan wajah yang semakin terlihat sangat cantik dengan riasan di wajahnya.


Melangkah sangat hati-hati ketika menuruni tangga dengan di tuntun oleh kedua Adik Davi yang tadi sangat bahagia ketika mengetahui Zara lah yang akan menjadi iatri dari Abangnya itu.


"Nanti Kak Zara tidur sama aku ya." tutur Anaya yang membuat mata Davi mendelik seram.


"Abang kenapa?" bertanya seakan tidak tau apapun.


"Zara." satu suara membuat Zara yang tengah menunduk mengangkat wajahnya.


"Om." seru Zara kaget karena tak menyangka Adik dari Ayahnya yang selama ini tak tau ada di aman bisa hadir di pernikahan yang bahkan ia tidak sangka itu lelaki yang duduk di depan Zara itupun menganggukkan kepalanya sesaat lalu kembali mendengarkan pria berpeci yang ternyata seorang penghulu.


Zara pun tak kuasa menahan tangisnya kembali saat mendengar lelaki di sebelahnya dengan sangat lantang mengucap ijab kabul yang akhirnyan menjadikan mereka sah sebagai suami istri sejak hari ini.

__ADS_1


__ADS_2