
"Gue tinggal ke sana dulu ya." cetus Rian menunjuk kearah temannya yang sedang berkumpul, rupanya dia ingin menyaksikan Davi yang sudah akan memulai balapannya dengan Remon.
Rupanya Zara ikut bangun dari duduknya dan ingin juga ikut serta bersama Rian untuk melihat Davi, yah meskipun sebenarnya ia tidak suka melihat Davi melakukan balap liar seperti ini, setidaknya ia ingin lebih dekat dan berdoa untuk pemuda yang jadi kekasihnya itu agar tidak terjadi apa-apa.
Namun saat Zara hendak menyusul Rian yang suah menjauh, tangannya malah dipegangi oleh seseorang sehingga ia tidak bisa pergi kemanapun.
"Lu mau kemana?" ternyata Cindy lah yang sekarang ini tengah menghalangi dirinya untuk pergi.
"Nggak usah gangguin Davi deh, loh liat dia lagi sama siapa." Nesih menimpali seraya matanya melihat kearah Davi yang sedang duduk di atas motor bersiap untuk menjalankan motornya dengan Dinda yang berdiri disampingnya.
Yah meskipun banyak orang ditempat Davi berada saat ini namun tempatnya yang lebih terang daripada tempat Zara berada saat ini membuat Davi terlihat jelas Dimata Zara.
Tangan Davi yang tengah memainkan gas malah diapit agresif oleh Dinda dengan kepala wanita itu yang menyandar dilengan Davi.
Pemandangan itu seketika membuat hati Zara memanas dan tersulut emosi, ia pun berusaha untuk menepis tangan Cindy agar bisa melabrak Dinda yang sedang bersikap genit terhadap kekasihnya itu.
"Lepasin gue!!" mata Zara mendelik seram meminta untuk dilepaskan setelah tadi ia sudah terlepas dari Cindy namun kali ini Nesih yang justru memegang tangannya dengan sangat erat tidak ingin membiarkan Zara mengganggu sang ketua geng yang tengah menggelayuti Davi.
"Lu diem aja disini, nggak usah gangguin Davi sama Dinda, mereka tuh pasangan yang cocok cantik sama ganteng." oceh Nesih.
"Iya, mereka tuh cocok, lu tuh nggak ada apa-apanya kalau dibandingin sama Dinda." Cindy menimpali Nesih seraya matanya melihat Zara dari ujung kepala hingga kaki.
"Penampilan lu aja norak begini." sambung Cindy seraya menarik kaos yang dipakai oleh Zara dengan sangat tidak sopan nya.
Perkataan dua orang wanita itu makin membangkitkan emosi didalam lubuk hati Zara terlebih sekarang matanya menangkap Dinda yang sedang menyosor pipi Davi disusul dengan suara yang begitu riuh.
Davi mendelik kesal kala Dinda yang terus saja mengapit lengannya dan semakin lama mantan kekasihnya itu malah melabuhkan kepala di bahu Davi.
"Lu ngapain sih?!" Davi sudah sangat sinis dengan perlakuan Dinda.
Sejujurnya ia tidak suka dengan Dinda mereka sempat pacaran pun karena Dinda lah yang memintanya untuk menjadi kekasih juga ditambah hasutan dari teman-temannya ditempat itu hingga akhirnya dengan keterpaksaan Davi menerima wanita itu dan menjalani hubungan yang menyebalkan itu hanya berjalan selama satu bulan setengah.
__ADS_1
Hingga akhirnya karena saking jengkelnya dengan tingkah Dinda, Davi pun memutuskan wanita itu secara sepihak meskipun sang wanita menolak dan merengek untuk tidak diputuskan.
"Semangatin kamu." menjawab enteng dengan senyum menggoda yang malah membuat Davi merasa muak.
Davi berusaha melepaskan Dinda namun wanita itu malah semakin memeluk lengannya dan dengan tidak disangkanya Dinda malah memberikannya ciuman di pipinya itu membuat Davi refleks menjauh meskipun sudah terlambat karena bibir Dinda sudah menyentuh pipinya.
Teman-temannya yang melihat itu lantas memberikan sorakan menggoda disertai siulan-siulan nyaring yang membuat Dinda tersenyum-senyum senang.
"Balikan, balikan, balikan." sekarang teman-temannya malah mengompori Davi agar kembali menjalin hubungan dengan Dinda, sudah tentu hal itu membuat Dinda kesenangan setengah mati dengan senyum malu-malu nya yang ia tunjukkan dan sepasang matanya yang memandang Davi dengan penuh harapan.
Zara yang mendengar teriakan-teriakan itu membuat hatinya memanas, lalu kakinya dengan sengaja menginjak kaki Nesih dengan sangat keras.
"Aduuuh." pekik Nesih melepaskan tangan Zara dan kini mengangkat sebelah kakinya yang terasa begitu sakit.
Cindy yang melihat itu juga ikut melepaskan Zara dna berniat untuk menolong Nesih yang sekarang jatuh terduduk.
Melihat kesempatan itu Zara pun mendorong tubuh Cindy yang tengah membungkuk hingga ikut terjatuh dan menimpa Nesih dibawahnya.
Namun belum juga Zara sampai motor Davi sudah berlari dengan sangat kencang.
Zara berdiri menyaksikan Davi dan motornya yang melesak jauh dengan kecepatan yang sangat kencang karena belum juga matanya berkedip Davi sudah tidak terlihat di pandangannya.
Dinda yang berjalan hendak menuju kedua temannya malah berpapasan dengan Zara yang menatapnya dengan sangat tajam dan kemarahan yang menggunung terpancar dikedua bola matanya.
"Ngapain lu ngeliatin gue!!" bentak Dinda tidak suka dengan tatapan yang ditunjukkan oleh Zara kepadanya.
"Dasar cewek ganjen." sindir Zara.
"Ngomong apaan lu?!" tanya Dinda memastikan pendengarannya.
"Ganjen, elu cewek GAN JEN." Zara berkata tajam penuh penekanan yang langsung saja membuat Dinda begitu tersulut.
__ADS_1
Dan tanpa berkata Dinda pun melayangkan tamparannya di pipi Zara, seorang Zara pun tidak tinggal diam ia lantas membalas perlakuan Dinda bahkan kali ini ia menarik rambut Dinda yang tergerai.
Kedua wanita itu saling menyerang hingga menarik perhatian orang disekitar mereka.
teriakan-teriakan mereka pun kini terdengar ramai, ada yang berniat memisahkan mereka namun sebagian lagi malah asik merekam dengan hp adegan setiap adegan yang dilakukan oleh Zara dan Dinda.
"Terus Din, hajar Din." suara Nesih dan Cindy menyemangati Dinda.
"Udah Zar." Rian mencoba menghentikan Zara yang begitu buas menarik rambut Dinda meski Dinda kini sudah menduduki tubuhnya yang tertelantang dibawah yang hanya dipenuhi oleh batu-batu kerikil.
Wajah Rian sudah sebegitu paniknya karena tidak bisa memisahkan Zara dan Dinda padahal dia dibantu oleh Arda yang menarik Dinda tapi kedua wanita itu malah semakin ganas saling merangsek menyerang.
Hingga akhirnya muncul satu orang dari keramaian itu berusaha menarik Zara menjauh.
"Lepasin gue." pekik Zara dengan suara yang kencang karena sekarang dua orang lelaki tengah memegangi dirinya.
"Hentikan tingkah konyol elu Za!!" bentak satu suara yang tidak asing bagi Zara.
Karena suara itulah Zara pun berhenti memberontak lalu melihat orang disebelah kanannya.
"Ikut gue pulang sekarang!!" tanpa menunggu jawaban Ipul pun menarik tangan Zara dan membawanya pergi.
Rian hanya bisa menyaksikan Ipul dan Zara yang menjauh tanpa bisa melakukan apa-apa.
"Bisa diamuk Davi nih gue." gerutunya seraya berdiri cemas.
Kecemasan yang wajar dirasakan oleh Rian karena dia tidak bisa menjalankan perintah Davi dengan benar ketika disuruh untuk menjaga Zara, tapi kenyataannya wanita yang harus ia jaga malah ribut dengan Dinda dan sekarang malah dibawa pergi oleh Saipul, Adik sepupu Davi yang amat dibenci oleh Davi.
Rian mendengus kala motor Ipul yang membawa Zara sudah bergerak menjauhi tempat itu.
**************
__ADS_1