Kejaran Cinta Zarania

Kejaran Cinta Zarania
Bagian 147


__ADS_3

Davi sudah berada di ruang kerjanya, duduk di kursi hitam yang sudah beberapa bulan tidak dia duduki, tentu karena dia yang lebih memilih untuk mementingkan keadaan istirahat, semua tentang Zara adalah prioritas baginya dan jika saat ini dia kembali bekerja sudah tentu karena paksaan dari wanita itu.


Memang beberapa hari lalu Zara memintanya untuk kembali bekerja di kantor, menjalankan kewajibannya sebagai seorang pemimpin sewajarnya, meski sebenarnya Davi masih sangat enggan untuk meninggalkan sang istri di apartemen dengan anak mereka yang berada di dalam kandungan, namun akhirnya mengiyakan dan pria itu menurut setelah Zara meyakinkan bahwa wanita itu akan baik-baik saja, memang benar semenjak hamil Zara berangsur membaik traumanya yang dulu akan mendadak muncul dan membuat wanita itu ketakutan perlahan tidak lagi, sungguh membuat Davi sedikit merasa tenang meski tetap ada rasa was-was.


"Kamu bisa cerita padaku Davi," tanpa di duga Lugo berbicara dengan nada yang sangat serius, raut wajahnya juga terlihat tidak sedang bergurau.


"Berapa lama kita bersahabat?" tanya Lugo menutup map berwarna biru di atas meja.


"Cukup lama," sahut Davi menghembuskan napas, dia tahu jika Lugo sudah bertanya artinya pria itu mengetahui ada sesuatu yang tengah dia simpan dan mencoba untuk melupakannya, tapi kenyataannya tetap tidak bisa sebab dia dipenuhi rasa bersalah setiap kali melihat istrinya.


Lugo mengangguk mengamini jawaban Davi, benar sudah cukup lama dan dia tidak suka apabila sahabatnya itu menyembunyikan sebuah masalah yang seharusnya di bagi dengannya.


"Tidak baik menyembunyikan masalah terus menerus," sambung Lugo kala Davi tidak bersuara lagi.


"Aku tidur dengan wanita lain," pengakuan yang Davi ucapkan sontak membuat Lugo tercengang, sedikit tidak percaya pada pendengarannya sendiri hingga Lugo memajukkan sebagian tubuhnya lalu memandang penuh pertanyaan.


"Kenyataannya seperti itu," ucap Davi membuat Lugo mendesah berat lalu mengurut keningnya.

__ADS_1


"Katakan pada Zara atau tutup semuanya rapat-rapat tanpa ada siapapun yang tau," saran Lugo ketika mendapati raut wajah Davi begitu tertekan.


"Tidak bisa, aku tidak mungkin bisa melakukannya kamu tau bagaimana Zara berusaha sembuh dari trauma yang membuatnya kehilangan rasa percaya diri, jika aku mengatakan padanya malah akan membuatnya hancur lebih dari yang dulu," sahut Davi menentang apa yang Lugo katakan.


"Kalau begitu lupakan apa yang terjadi, anggap kamu tidak pernah melakukan apapun meski aku tau sepanjang hidupmu kamu akan selalu merasa bersalah," ujar pria yang memang tidak pernah ingin kehidupan sahabatnya itu hancur mengingat sebentar lagi akan ada seorang anak dalam rumah tangga sang sahabat.


Davi menahan napasnya lalu menghembuskannya terasa sangat berat dan menyesakkan, "aku berusaha melakukannya, aku menghindari wanita itu tapi bagaimana dengan Zara? Zara mengenalnya," kata Davi dengan suara rendah.


"Tidak mungkin aku meminta Zara untuk tidak berhubungan lagi dengan wanita itu," aku davi.


"Maka dari itu jujurlah pada Zara," untuk kedua kalinya Lugo meminta Davi berkata jujur pada istrinya setidaknya itu yang terbaik ketimbang Zara malah akan sakit hati jika mengetahui hal seserius ini dari orang lain.


Gelengan di kepala Davi mengartikan bahwa Davi tidak sanggup untuk mengakui apa yang sudah dia perbuat pada Zara, tidak mau membuat Zara menjadi syok dengan apa yang dia perbuat.


"Rasanya aku tidak pernah melihay kamu berbuat fatal seperti ini Dav," Lugo membuang napasnya, dan pria itu sudah berulang kali melakukannya saat Davi mengakui sudah tidur dengan wanita lain.


"Lakukan apa yang menurutmu benar," kata Lugo yang akhirnya menyerah, meski sebenarnya dia tidak ingin sama sekali Davi melakukan kesalahan lagi dengan menutupi perbuatannya yang akan semakin berlarut-larut dalam penyesalan jika tidak segera di selesaikan.

__ADS_1


Davi memejamkan matanya menyandarkan punggung serta kepalanya di kursi kerjanya.


Setidaknya dia sudah mengganti nomor handphone juga menghapus akun Instagramnya agar wanita itu tidak lagi bisa menghubunginya.


Nyatanya kesalahan memang bukan hanya padanya tapi juga wanita itu bersalah karena sudah membiarkannya melewati batas pada malam itu.


Keduanya akhirnya memilih untuk diam, larut dalam pikiran mereka masing-masing sampai ada suara panggilan masuk melalui handphone milik Lugo.


Lugo pun segera menjawab panggilan itu ketika melihat nama pada layar handphone adalah rekan bisnis mereka.


Davi tidak memperhatikan ataupun mendengar pembicaraan Lugo dan salah seorang rekan bisnisnya, pikirannya masih tidak bisa berkonsentrasi tentang hal apapun kecuali pada masalah yang akan menjadi sangat besar apabila dia tetap pada pendiriannya untuk menyembunyikan hal itu dari Zara.


"Maaf sudah merepotkan," terdengar suara Lugo berbicara sebelum akhirnya mematikan handphonenya.


"Aku lupa memberitahukan pada klien tentang nomor baru mu," ungkap Lugo yang barusan mendapatkan telepon menanyakan kenapa nomor Davi tidak dapat di hubungi, tentu saja karena pria itu sudah menggantinya beberapa waktu lalu untuk menghindari wanita yang nyatanya malah berusaha menghubunginya entah untuk apa.


*****

__ADS_1


__ADS_2