Kejaran Cinta Zarania

Kejaran Cinta Zarania
Bagian 107


__ADS_3

Berulang kali Zara menghubungi Davi tapi pria itu sama sekali tidak menjawab telepon darinya entah sedang ada dimana suaminya itu saat ini Zara pun tak tahu, ia malah semakin gelisah saat berada di dalam kamar menunggu suaminya itu pulang, sudah beberapa jam sejak suaminya pergi dari langit masih terang hingga kini sudah menggelap namun tak ada tanda kalau suaminya itu sudah kembali, jarinya berulang kali menekan nomor sang suami guna memintanya untuk pulang, sudah banyak pesan yang ia kirim namun tak ada satupun yang pria itu balas, jangankan di balas di baca pun sepertinya tidak karena pesan yang ia kirim hanya ceklis saja.


Mobil Davi berhenti di tepi jalan tak jauh dari danau tempatnya dulu sewaktu masa seolah sering sekali nongkrong dengan teman-temannya, tempat yang sudah banyak sekali perubahan itu berada sekitar 10meter dari tempatnya berada saat ini.


Pria itu duduk bersandar di kursi mobilnya dengan mata yang terpejam dan tangannya mengurut pelipis nya berulang kali, pusing? tidak perlu di tanya, baru saja dia menyelesaikan satu masalah tapi begitu pulang sudah harus di minta untuk menghadapi masalah dan masalah itu sungguh membuatnya kecewa, jika saja tidak ada rekaman yang menunjukkan wajah istrinya dengan Asik sepupunya sendiri, tentu dengan senang hati dia tidak akan mau percaya jika ada yang bilang bahwa istrinya pernah berciuman dengan sepupunya, asal Zara mengatakan tidak! Davi akan percaya.


Tapi saat ada rekaman sialan itu sungguh hatinya tidak bisa untuk mengabaikan rekaman itu, sakit hati serta kecewa bercampur jadi satu, tentu dia sangat marah tapi dia tidak mau kemarahannya malah akan menyakiti istri yang dia cintai.


Untuk sekian kalinya HP di kursi penumpang kembali berbunyi nyaring, HP yang sejak tadi dia abaikan kembali mengeluarkan suaranya namun Davi hanya melirik sekilas saja lalu malah mematikan benda canggih itu seolah tidak ingin ada yang mengganggu di saat dirinya tengah mencari ketenangan terutama istrinya sendiri.


"Kamu dimana sih?" Zara mulai menegang kala kembali menghubungi sang suami namun kini HPnya malah tak aktif.



Di tengah kecemasan listrik di rumah itu malah mendadak mati membuat Zara terhenyak kaget, ia takut dengan suasana yang gelap itu apalagi ia sangat ingat dengan perkataan suaminya tentang ada seseorang yang mungkin menginginkan dirinya dan saat ini ia hanya sendiri di dalam rumah, Oh tidak masih ada Pak Rahmat yang tengah berjaga di luar.

__ADS_1


Teringat bahwa masih ada Pak Rahmat Zara pun gegas keluar dari dalam kamar berniat untuk meminta bantuan pria tua itu memeriksa sakelar listrik.


Dengan langkah tergesa di tengah gelapnya ruangan Zara mencoba menuruni tangga.


"Mas," kata Zara ketika ada tangan yang mendekap erat pinggangnya.



Tak ada jawaban hanya terdengar hembusan nafas hangat yang menerpa tengkuk wanita itu dengan tubuh sang pria yang mendekapnya dari belakang.



Tidak! Ipul tidak segila itu sedangkan ada wanita yang begitu mencintainya, dia tidak mungkin mengecewakan wanita yang sudah beberapa tahun menemaninya, Hanna, wanita baik hati sudah menjadi pilihannya untuk melabuhkan hatinya dan pertunangan pun sudah di depan mata.


Tidak ada jawaban dari pria di belakang Zara, hanya dekapan dari pria itu yang semakin mengetat.

__ADS_1



"Aku cinta kamu Mas, aku sudah putuskan untuk berhenti bekerja dan ikut denganmu," ucap Zara membuat pria di belakangnya terdiam dengan rahang yang mengetat, tentu pria itu sangat tidak suka dengan pernyataan Zara, tidak akan pernah suka dengan perkataan Zara saat ini.



"Kamu dari mana? kenapa baru pulang? listrik mati dan aku takut jika orang itu muncul, tapi untung kamu sudah pulang sekarang, bukankah orang aneh itu tidak akan berani datang." kata Zara seraya memejamkan matanya merasakan hembusan nafas dari pria di belakangnya, nafas hangat di tengah malam dan gelapnya rumah membuat Zara tidak bisa melihat wajah sang suami terlebih pria itu ada di belakangnya.



Dan lagi-lagi tidak ada jawaban apapun hanya pria itu bergerak mendorong tubuh Zara untuk masuk ke dalam kamar, menidurkannya di atas ranjang dan Zara hanya terdiam saja kala pria itu berjalan membelakanginya menuju jendela dan menutup gorden membuat tak ada cahaya pun yang bisa masuk ke dalam kamar, sekarang kamar itu benar-benar gelap gulita, membuat dua orang itu tidak bisa melihat wajah mereka masing-masing.


*****


Siap-siap untuk episode-episode terakhir ya..

__ADS_1


__ADS_2