
Seorang wanita cantik dengan tubuh tinggi dan ukuran badan yang terbilang sangat proporsional tengah berjalan dengan sebelah tangan yang menaruh kopernya.
Wanita itu bernama Zarania, Ya Zarania permata yang dulu menghilang tanpa jejak dan pemberitahuan pada orang-orang yang mengenalnya. sekarang ia kembali muncul dengan penampilan yang sungguh berbeda dengan yang dulu, sangat berbeda karena sekarang ia tampil dengan sangat cantik dan feminim lebih lagi dengan seragam pramugari yang menutupi tubuhnya, seragam pramugari sebuah maskapai penerbangan yang cukup ternama.
"Sudah siap Zara?" tanya seorang wanita dengan seragam yang sama dengannya berjalan di sebelahnya.
Zara mengangkat jempolnya dengan penuh semangat menjawab pertanyaan sang rekan kerjanya yang nanti juga akan bertugas dengannya di badan pesawat.
Seperti biasa Zara memamerkan senyuman manisnya untuk Reni Farida yang juga menarik koper sama sepertinya.
Ya hari ini mereka akan bertugas mengantar penumpang ke Australia, penerbangan internasional yang dulu sangat diimpikan oleh Zara ketika ia masih menjadi pramugari junior yang memang pada saat itu ia hanya bisa bertugas antar pulau saja.
Tapi akhirnya impiannya itu tercapai setelah 3 tahun ia menjadi pramugari dan ini bukanlah penerbangan perdananya keluar negeri, ia sudah cukup sering melintasi langit yang di bawahnya terdapat negara lain untuk mengantarkan para penumpang di tujuannya, dan ketika itupun para awak pesawat itu akan sekalian berlibur dan bersenang-senang sebelum akhirnya kembali melakukan penerbangan balik ke Indonesia dengan membawa penumpang.
Hal itu cukup membuat Zara senang meskipun setelahnya ia akan kelelahan dan memilih untuk tidur di hotel yang sudah di sediakan oleh maskapai tempatnya bekerja.
Meski sebenarnya ia tak sepenuhnya tidur karena ia tentu juga ingin menikmati negara yang ia singgahi seperti yang dulu ia impikan saat masih menjadi seorang siswa sekolah menengah atas.
"Tapi kok jantung aku degdegan ya." kata Zara kemudian seraya meletakkan telapak tangannya di atas dada.
Sambil berjalan Reni berkata.
"Masa gugup? kamu kan udah sering Zar."
"Iya tapi kok aneh aja gitu, nggak biasa nya kayak gini." ucap Zara lagi dengan langkah yang melambat.
__ADS_1
"Udah nggak usah dipikirin, cepat yuk itu penumpang udah pada antri kayaknya." ajak Reni agar Zara mempercepat langkahnya.
Perkataan Reni pun membuat Zara melangkah cepat apalagi ketika melihat di depannya pilot juga co-pilot yang akan membawa pesawat juga tengah berjalan menuju pesawatnya yang tengah terparkir gagah tak jauh dari tempatnya berada sekarang.
Zara masuk ke dalam pesawat dan langsung membantu dua orang pramugari dan pramugara yang mulai sibuk sebelum para penumpang masuk ke badan pesawat yang dipenuhi dengan jejeran bangku-bangku yang sebentar lagi akan terisi oleh orang-orang yang akan pergi ke tujuan mereka yaitu Australia.
Beruntung penerbangan kali ini pesawat mereka tidak akan transit, entah kenapa Zara kesal jika mendapat jadwal terbang internasional dan harus transit dulu, Zara merasa itu hanya membuang waktu tapi sebagai seorang pramugari ia tetap harus bersikap profesional dan mengikuti ketentuan perusahaan tempatnya bernaung sekarang ini.
Saat pesawat lepas landas hati Zara semakin tak karuan, ia merasa akan ada sesuatu yang terjadi nanti, namun entah apa ia sendiri pun tak tahu.
Hingga akhirnya pesawat sudah stabil di udara Zara pun bangkit dari duduknya lalu melakukan tugasnya sebagai seorang pramugari, yaitu memberikan minum serta menanyakan apa yang para penumpang butuhkan.
Sifat Zara yang sopan dan murah senyum membuat para penumpang nyaman termasuk seorang pramugara yang sejak setahun lalu mulai memberikan perhatian lebih padanya.
Zara bukannya tak tahu tentang bagaimana Abian perhatian lebih yang lelaki itu berikan, bahkan Reni sudah sering mengatakan tentang Abian pada Zara, tapi entah kenapa hati Zara seolah tidak mau terbuka sedikitpun untuk Abian, Zara hanya menganggap Abian teman sama seperti Ipul dahulu.
Ah Ipul, Zara sampai saat ini bahkan belum sempat menemui Ipul dan memberitahukan keadaanya bahwa selama ini ia baik-baik saja jika setelah keluar dari rumah Davi Zara langsung menjual HPnya untuk bisa pergi ke Jogja dan sekolah pramugari di sana dengan uang yang ditinggalkan oleh mendiang sang Mamah.
Zara melakukan itu karena ia ingin fokus pada cita-citanya tanpa di ganggu oleh Dira dna juga Mamahnya yang telah mengusir dirinya, jika ia tetap tinggal di Jakarta dan sekolah pramugari bukan tidak mungkin jika kedua wanita itu akan mencarinya.
Zara tidak mau itu terjadi, makanya ia memutuskan untuk sekolah pramugari yang ada di Jogja dengan bantuan Mbak Mayang sang pemilik kantin sekolah yang memang berasal dari Jogja, sungguh beruntungnya Zara karena meskipun tidak memiliki orang tua ia tetap di kelilingi oleh orang-orang baik dan selama itu juga ia tinggal di rumah n
Nenek dari Mbak Mayang, Zara merasa beruntung bisa di terima dengan baik bahkan sampai ia berhasil menjadi pramugari pun keluarga dari Mbak Mayang sangat bahagia mendengarnya, hingga akhirnya Zara harus terpaksa meninggalkan Jogja saat perusahaan tempatnya bernaung memintanya.
Sedih? sudah pasti dirasakan Zara terlebih lagi ketika melihat seorang wanita tua yang selama ini ia repotkan menangis ketika mengetahui Zara akan meninggalkan rumahnya, meski akhirnya wanita itu dengan berat hati melepaskan dirinya yang sudah ia anggap seperti cucu sendiri dengan catatan bahwa Zara akan mengunjunginya saat sedang tidak ada kegiatan.
__ADS_1
****
Sebuah mobil melintas cepat membelah jalanan yang sudah cukup lengang dengan seorang lelaki ber Jas yang mengemudikan mobilnya seraya matanya terus menatap jalanan.
Lelaki itu bernama Saipul Gunawan, teman Zara yang sudah berubah menjadi laki-laki dewasa dan sebentar lagi akan bertunangan dengan wanita yang ia cintai, bukan Zara karena sejak Davi memintanya untuk menjaga Zara Ipul berusaha untuk membuang semua perasaannya pada wanita yang masih belum juga dapat ia temukan, ia tak tahu bahwa di Australia sana Davi sudah memiliki kekasih, jika saja dia tahu hal itu sudah pasti dengan cepat dia akan segera terbang ke tempat sepupunya itu berada dan memberinya pelajaran.
Sudah memintanya untuk menjaga Zara tapi di negara orang Davi malah enak-enakan pacaran, mungkin makian itulah yang akan dia lontarkan untuk sang Abang sepupu.
Mobil hitam Ipul langsung masuk ke rumah besar nya dan parkir di dalam garasi.
Dia segera keluar dari mobil dengan cepat ketika melihat motor kekasihnya terparkir.
Ya seorang wanita sederhana bernama Hannara yang tak sengaja bertemu dua tahun lalu.
Pertemuan tak sengaja saat Hanna mengantarkan makanan yang di pesan oleh Ipul, saat itu Hanna yang memang bekerja sebagai pelayan restoran di minta oleh bosnya untuk mengantar makanan kesebuah kantor yang berada tepat di samping restoran sederhana tempatnya bekerja.
Hanna yang sebelumnya tak menyangka bahwa yang memesan makanan adalah pemilik kantor itu pun justru marah-marah pada Ipul karena merasa dikerjai harus menaiki tangga sebab ia akan pusing jika menaiki lift.
Hanna yang masuk ke dalam ruangannya dengan mulutnya menggerutu membuat Ipul malah jadi penasaran, hingga akhirnya seperti sekarang inilah hubungan mereka, semakin dekat bahkan akan segera bertunangan karena kedua orang tua Ipul pun sudah sangat setuju dan senang dengan sopan santun Hanna.
****
Selamat hari saya idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
Maaf baru bisa up bener-bener nggak sempat banget soalnya.
__ADS_1