
"Za." seru Davi saat mendapati pintu apartemennya terbuka, lantas lelaki itu melangkah cepat ke dalam dan matanya melihat Zara tengah duduk di lantai seraya menangis.
Davi pun melihat Lisa terkapar di dekat meja dengan kepala yang mengeluarkan darah.
Merasa ada orang yang berdiri di belakangnya Zara pun menoleh dan tangisnya pun pecah kembali begitu melihat Davi.
"Aku hanya membela diri Vi." lirih Zara dengan suara yang begitu memilukan.
Davi melangkah mendekat padanya lalu memeluk tubuh Zara dengan sangat erat.
"Lisa yang serang aku duluan, aku hanya membela diri." ungkap Zara, sungguh ia tidak pernah menyangka jika akhirnya harus membuat orang lain terluka tanpa ia sengaja.
Ia yang hanya berniat untuk membela diri malah berada di posisi yang menakutkan seperti sekarang.
"Sudah Za, Aku percaya padamu, aku tau kamu tidak akan pernah menyakiti siapapun." tutur Davi menenangkan seraya mengelus lengan Zara.
Kaki Lisa tampak masih bergerak dan itu di lihat oleh Davi.
"Lisa masih hidup Za, kita harus segera bawa dia ke rumah sakit." seru Davi lalu mendekat pada Lisa dan memastikan bahwa wanita itu memang masih bernapas.
Zara mengikuti Davi dan menatap Davi saat pria itu memeriksa hembusan napas Lisa yang memang masih keluar dari hidungnya.
"Ayo." katanya kemudian sambil mengangkat tubuh Lisa dan membawanya keluar dari apartemen.
Davi mendudukkan Lisa di kursi belakang dan melarang Zara untuk duduk menemani Lisa.
__ADS_1
"Kamu duduk di depan." pinta Davi yang membuat Zara tak jadi membuka pintu belakang.
Davi hanya ingin menjaga Zara jikalau kemungkinan Lisa tiba-tiba sadar dan malah kembali menyerang Zara.
Mobil berjalan cepat menuju rumah sakit di kota itu dengan kecemasan yang nampak jelas di wajah Zara.
"Jangan nangis lagi Za." Davi menghapus air mata Zara, dia sangat tidak rela melihat Zara nya menangis karena merasa bersalah.
Perawat langsung membantu menaikkan Lisa ke atas Brankar dan mendorongnya dengan cepat masuk ke dalam UGD.
Pintu ruangan itu pun tertutup rapat membuat Davi dan Zara tidak bisa melihat ke dalamnya.
"Aku akan mengabari Kakaknya." ucap Davi lalu segera menghubungi Reino dan mengatakan kondisi Lisa saat ini.
"Aku takut Vi." tutur Zara, ketakutan bahwa keluarga Lisa akan menuntutnya dan melaporkannya pada polisi sangat mengganggu perasaannya.
"Mereka tidak akan melakukan apapun padamu Za, tenanglah ada aku yang akan selalu melindungi kamu." Davi menatap Zara dengan pandangan matanya yang sangat lembut dan tenang, seperti tengah meyakinkan wanita di depannya bahwa semua akan baik-baiknya.
"Tapi aku sudah melukainya." sahut Zara dengan suara yang bergetar.
"Kamu tidak sengaja Za, Aku tau itu." tegas Davi.
"Tapi aku takut mereka tidak percaya Vi, mereka tidak akan mungkin rela melihat Lisa terluka seperti itu." sahut Zara seolah tidak percaya dengan lelaki di depannya.
__ADS_1
"Tenanglah Za, Ada CCTV yang akan memperlihatkan kejadian sebenarnya." Davi memeluk tubuh Zara erat dan mengecup puncak kepalanya berulang kali seperti tengah berusaha untuk mendamaikan perasaan Zara yang sedang ketakutan.
Sesaat kemudian Reino dan Valleri datang dengan napas yang terengah-engah terang saja karena dari sejak di rumah mereka sudah sangat terkejut ketika Davi menghubungi mereka dan menyatakan bahwa Lisa berada di rumah sakit.
Davi segera beranjak bangun untuk berbicara pada kedua orang yang baru datang itu, membiarkan Zara yang terus saja menunduk seraya kembali menitikkan air matanya.
Davi tampak berbicara serius pada Reino dan Valleri menerangkan apa yang terjadi pada Lisa hingga ia sampai terluka dan berada di rumah sakit.
Beruntung Reino dan Valleri langsung mengerti sebab mereka sudah tau benar seorang Lisa bisa berbuat nekat karena memang sudah sangat sering Lisa melakukan itu.
Reino mengurut keningnya merasa sangat pusing dengan tingkah nekat dari sang Adik, sedangkan Valleri yang memang sedari awal tidak suka pada sikap Adik iparnya hanya membuang napas kesal.
"Untung saja dia yang terluka, coba kalau sampai kekasihmu yang terluka, bukankah kamu akan menjebloskan Lisa ke kantor polisi?" Valleri berkata pada Davi yang langsung mengangguk cepat.
Tentu saja jika sampai Zara yang terluka karena Lisa Davi akan langsung membuat Lisa menjadi penghuni tahanan.
"Aku harap kamu mau memaafkan Lisa." ujar Reino pada Davi.
"Davi akan maafkan Lisa Kak, asal dia tidak kembali berusaha untuk mencelakai Zara." sahut Davi seraya melihat pada Zara yang tengah menghapus air matanya.
"Aku akan berusaha untuk mengawasinya." jawab Reino.
"Baiklah Kak, Davi harus kembali ke apartemen sekarang." tukas Davi yang di angguki oleh Reino serta Valleri bersamaan.
Di dalam mobil Davi terus memeluk Zara dengan sangat erat sebelum kembali ke apartemen.
__ADS_1
****