
Di rumah milik Kakak lelakinya Lisa terus saja mengamuk tidak terima dengan semua yang Davi katakan.
Wanita itu dengan gilanya menghancurkan semua barang yang ada di dalam kamarnya hingga kini kamar itu berantakan seperti habis terkena badai.
"Lisa kamu kenapa?!" tanya sang Kakak yang tidak tau apa yang telah terjadi pada Adiknya itu.
"Tingkah Adik mu itu sudah aneh sejak beberapa hari lalu." Vellery memberitahu suaminya yang setiap hari memang sibuk bekerja dan tidak punya waktu untuk mengobrol atau sekedar bertemu dengan sang Adik.
Kening Reino mengernyit tak mengerti.
Vallery mengedikkan bahunya seraya melenggang masuk ke dalam kamar tidak mau peduli dengan sang Adik ipar yang tengah membuat kekacauan di rumahnya.
"Lisa buka Lis." pinta Reino yang semakin panik ketika mendengar ada benda yang menghantam pintu di depannya.
"Jangan merusak apapun yang ada di dalam kamar itu Lisa!" teriak Reino karena dia tidak mau barang-barang milik istrinya hancur karena perbuatan sang Adik.
Dan lihatlah sekarang Vallery kembali keluar dari kamar ketika telinganya mendengar suara benda yang sangat keras.
"Hentikan Adik mu itu, atau dia harus mengganti rugi atas semua barang-barang ku yang hancur!" Vallery yang dari awal memang sangat tidak suka dengan Adik iparnya itu terlihat sangat marah pada suaminya atas kelakuan Lisa.
__ADS_1
Ya dari awal menikah Vallery memang tidak cocok dengan Lisa yang selalu mencampuri urusan rumah tangganya dengan Reino, bahkan Adik iparnya itu sangat malas untuk membantunya merapikan rumah bahkan untuk sekedar mencuci piring bekas makannya pun Lisa tidak pernah mau melakukannya, sungguh membuat sangat wajar bila Vellery sebal padanya.
Vallery mengijinkan Lisa tinggal di rumahnya semata-mata karena hanya untuk menghargai suaminya saja tidak lebih, bahkan kedua orang mertuanya saja Vallery juga tidak suka karena selalu saja menyalahkan dirinya jika tengah mengadukan sikap Lisa.
Sungguh didikan orang tuanya lah yang membuat perangai Lisa menjadi sangat buruk, mereka terlalu memanjakan wanita itu bahkan selalu membela sekalipun Lisa membuat masalah dan yang bersalah.
"Lisa buka pintunya!!!" Reino menggedor pintu dengan suara yang sangat kencang, sungguh sikap Lisa semakin hari malah semakin keterlaluan dan tidak tahu diri saja menurutnya.
Akhirnya setelah berkali-kali suara gedoran terdengar menggema di ruangan itu pintu pun di buka oleh Lisa, dan kini tampak pemandangan yang sangat membuat Reino ingin menguliti Adiknya sendiri.
"Kamu sudah gila atau memang sinting?!" desis Reino penuh emosi.
"Aku memang sudah gila Kak, aku gila." sahut Lisa dengan wajah yang teramat kacau sehingga terlihat begitu menyeramkan.
"Davi." menjawab pelan.
"Davi lagi?" Reino menyorot tak percaya bahwa lagi-lagi nama lelaki yang sama di sebutkan oleh Lisa.
"Dia tega mutusin aku setelah bertemu dengan Zara." tutur Lisa dengan mata yang sinis.
__ADS_1
Reino menarik napas panjang untuk sesaat.
"Siapa Zara?" tanyanya kemudian.
"Dia wanita jahat, dia merebut Davi dari aku, zraa wanita sialan bahkan berani tidur dengan Davi ku." pekikan Lisa mengisi ruangan itu.
Sepertinya saat ini Lisa memang sudah sangat gila karena cintanya kepada Davi, entah itu memang cinta atau hanya sekedar obsesi semata.
"Kakak akan bicara pada Davi." tutur Reino akhirnya.
"Kembalikan Davi padaku Kak." pintanya dengan wajah yang sangat memelas berharap kali inipun Kakaknya itu bisa kembali memaksa Davi untuk kembali padanya.
"Rapikan semuanya, Vallery akan marah jika melihat semua barang miliknya hancur seperti itu." perintah Reino sebelum meninggalkan sang Adik.
"Jauhkan wanita sialan itu dari Davi ku Kak." kembali mengulangi perkataannya yang tadi sebelum Reino bergerak menjauh.
Reino mengangguk lalu meninggalkan Lisa yang kembali menutup pintu.
Di dalam kamarnya Vallery tampak tengah mengoceh seorang diri.
__ADS_1
"Oh Tuhan, kenapa kamu memberikan aku Adik ipar seperti Lisa, tidak bisakah di ganti tuhan?!" Vallery tampak pusing dengan kelakukan Adik iparnya sendiri yang selalu saja membuatnya jengkel dengan segala tingkah lakunya yang seperti seorang psycho.
****