
Sesampainya di Australia Davi langsung menemui kekasihnya yang bernama Lisa yang memang tinggal bersama dengan Kakaknya.
Ya Lisa wanita Indonesia yang dulu juga berkuliah di negara itu sama dengan Davi, tinggal jauh dari kedua orang tuanya yang berada di Salah satu kota besar di Indonesia.
Sedangkan di Australia Lisa tinggal bersama dengan Kakak laki-lakinya yang menikah dengan wanita asli Australia.
Davi sudah menunggu di sebuah cafe sudut kota yang terkenal di Negara yang mempunyai kangguru sebagai salah satu hewan khas dari Negara itu.
Berulang kali Davi tampak melihat ke layar HPnya dengan tak sabar karena Lisa yang belum juga datang.
Namun dari kejauhan akhirnya wanita yang dia tunggu muncul juga, berjalan dengan raut wajah riang ketika melihat Davi.
"Kamu kok nggak kasih tahu aku kalau hari ini pulang." kata Lisa seraya mencium pipi kiri dan kanan Davi dengan santainya sebab ia memang sudah terbiasa melakukan hal itu meskipun Davi kerap kali protes dan melarangnya berbuat demikian tapi nyatanya wanita itu masih saja melakukannya tak mau mengerti bahwa dia tidak suka.
"Aku mau bicara sama kamu." berkata dengan serius.
"Apa? serius banget kayaknya." ucap Lisa yang menunjukkan keanehan.
"Duduk dulu." pinta Davi ketika Lisa yang tak juga kunjung duduk dan malah terus berdiri di sampingnya.
"Kenapa sih sayang, pulang dari Indonesia kok jadi serius gini." makin penasaran dengan sikap Davi sekembalinya lelaki itu dari rumah orang tuanya.
"Duduk Lisa." mulai tidak tahan dengan sikap wanita di dekatnya itu.
"Oke." menarik kursi dan mendudukinya.
Berulang kali Davi menghembuskan napas dan mengaturnya agar keluar dengan baik dengan iringan tatapan dari kedua manik hitam milik Lisa.
__ADS_1
Wanita yang dulunya hanyalah seorang teman namun berganti status menjadi kekasih karena wanita itu yang terus memintanya untuk mencoba menjalin hubungan sekalipun Davi sudah dengan sangat baik menolak permintaannya, akan tetapi wanita bernama lengkap Lisa Inggita itu tetap ngotot meminta Davi untuk mau berhubungan dengan catatan apabila Davi tetap tidak bisa mencintainya mereka akan mengakhiri hubungan dengan baik-baik.
Akan tetapi kenyataan yang terjadi sungguh tidak sesuai dengan perjanjian mereka, saat Davi mengatakan bahwa dia tetap tidak memiliki perasaan apapun pada Lisa dan ingin mengakhiri hubungan itu, Lisa malah menjadi histeris bahkan terus mengancam akan mengakhiri hidupnya.
Terus seperti itu berulang kali setiap kali Davi berbicara baik-baik tentang hubungan mereka yang harus berakhir.
Hampir satu tahun lebih Davi mencoba putus dengan Lisa sampai akhirnya wanita itu benar-benar nekat meminum racun serangga ketika Davi untuk sekian kalinya memutuskan hubungan.
Melihat ekspresi yang sangat serius pada Davi membuat pikiran Lisa sudah mulai menerka apa yang sebenarnya ingin di bicarakan oleh kekasihnya itu.
"Aku sudah pernah cerita bukan sama kamu tentang wanita yang aku cintai." kata Davi seperti mengingatkan kembali pada wanita di depannya bahwa dulu dia pernah bercerita pada wanita itu tentang seorang wanita bernama Zara yang menghilang karena kesalahannya sendiri.
"Ingat, wanita itu juga sudah pergi entah kemana bukan? dia juga sudah benar-benar meninggalkan kamu seperti yang kamu inginkan, lalu kenapa sekarang kamu membicarakannya kembali?" ketus Lisa menunjukkan betapa ia tidak suka Davi kembali membicarakan wanita bernama Zara itu.
Tentang bagaimana sesungguhnya perasaan Davi terhadap Zara, hingga sampai pada tahap Davi yang frustasi karena Zara menghilang, dan semua itu Lisa mengetahuinya.
Mengetahui bagaimana perasaan Davi sesungguhnya pada Zara, sungguh sebenarnya ia merasa kesal karena dulu setiap saat harus mendengarkan curhatan Davi tentang Zara, marah? jangan di tanya, Lisa marah sekaligus cemburu namun tidak bisa berbuat apapun apalagi memperlihatkan kemarahannya kepada Davi, karena jika itu ia lakukan tentunya Davi tidak akan menjadi miliknya saat ini.
"Aku sudah bertemu dengannya Lisa." ungkap Davi yang sangat membuat Lisa tersentak mendengarnya.
Davi menarik napasnya sesaat lalu menghembuskan nya dengan cepat sebelum melanjutkan apa yang ingin dia katakan.
"Jangan katakan apapun, karena aku tidak ingin mendengarnya!" lebih dulu memperingatkan lelaki di depannya bahkan sebelum Davi membuka mulutnya untuk berkata apa yang sejak tadi ingin dia katakan.
__ADS_1
"Aku akan tetap mengatakannya Lis." ujar Davi.
"Diam Davi! diam!" seru Lisa seraya menutup kedua telinga dengan telapak tangannya.
"Aku ingin hubungan kita sampai di sini." ucap Davi tegas tanpa mau perduli dengan perkataan wanita di depannya saat ini.
"Semua gara-gara wanita sialan itu bukan?!" desis Lisa menatap tajam Davi.
Davi menggeleng.
"Ini bukan karena Zara, aku tidak bisa mencintai kamu Lis dan dari awal pun kamu tau itu, bahkan berulang kali aku sudah ingin mengakhiri hubungan kita tapi kamu tidak pernah mau. maafkan aku." kata Davi lalu beranjak bangun dan melangkah pergi.
Davi beranjak dari cafe itu menulikan telinganya ketika Lisa berteriak kencang memanggil dirinya.
Sungguh dia tidak mau melakukan hal ini pada Lisa, tapi keras kepala wanita itu membuatnya menjadi seorang lelaki brengsek di mata orang-orang yang berada di cafe itu.
"Aku benci kamu Davi! aku benciiii." pekik Lisa dengan wajah yang terlihat sangat frustasi.
Lisa menghapus air matanya yang tadi sempat keluar karena betapa marahnya dia dengan ketidak pedulian Davi terhadap perasaan cinta yang ia miliki.
__ADS_1
****