Kejaran Cinta Zarania

Kejaran Cinta Zarania
Bagian 84


__ADS_3

Langkah cepat Zara semakin melambat hingga akhirnya terhenti manakala matanya menangkap ada seseorang yang tengah berdiri di depan apartemen Davi.


Dari punggungnya saja Zara sudah bisa memastikan bahwa orang yang ada di depannya itu adalah seorang wanita dengan rambut yang sangat berantakan, entah apa yang terjadi dengan wanita itu Zara tidak mengerti sampai detik berikutnya tubuh itu berputar dan tatapan keduanya saling bertemu barulah Zara mengenali siapa wanita itu.


"Lisa." bibir Zara berucap meski tanpa suara.


Penampilan Lisa yang sangat berbeda dari sebelumnya membuat Zara merasa harus menambahkan kewaspadaannya berkali-kali lipat.


"Akhirnya si wanita murahan ini datang juga." berkata sinis.


"Cepat buka pintu ini!" pinta Lisa dengan sangat tegas.


"Kamu mau apa?" tanya Zara yang masih berjarak sekitar 3 atau 4 meter dari wanita yang penampilannya sangat kacau itu.


Lisa tertawa sinis dengan mata yang terus saja melihat marah pada Zara, pada wanita yang sebenarnya tidak pernah terlibat dengan semua urusan Lisa dan juga Davi, bahkan Davi sudah menerangkan puluhan kali atau bahkan ratusan kali bahwa di hatinya tidak pernah sekalipun tersemat nama Lisa, sampai kapan pun posisi Zara di hatinya tidak akan pernah bisa di gantikan oleh siapapun termasuk Lisa.


"Aku ingin mengambil barang-barang ku yang tertinggal di apartemen ini." menunjukkan raut wajah tenang seolah tidak peduli dengan penampilannya sendiri yang sejak tadi pun menjadi perhatian banyak orang yang berpapasan dengannya.



"Tunggu Davi saja." ucap Zara karena memang ia tidak mau membiarkan Lisa masuk ke dalam apartemen.

__ADS_1



"Davi baru pulang malam, aku sangat butuh barang ku itu, ada pekerjaan yang harus aku kerjakan." sahut Lisa lagi.


"Kalau begitu aku akan telepon Davi." Zara sudah akan mengambil HPnya dari dalam Tas namun Lisa menghalangi.


"Tidak usah mengganggunya, aku tau kalian akan segera menikah bukan?" tanya Lisa yang membuat Zara mengernyitkan keningnya.


"Davi sudah berbicara pada Kakak ku, dan besok pun kalian akan pulang ke Indonesia." lanjut Lisa dengan raut wajah yang sungguh tidak bisa di tebak oleh Zara.


Lisa berbicara dengan tenang dengan ekspresi yang sangat sulit di mengerti oleh lawan bicaranya, seperti orang yang tak waras, terkadang wajah itu bisa terlihat sedih namun beberapa detik kemudian kembali berubah seperti marah dan sesaatnya lagi malah terlihat begitu tenang, membuat Zara benar-benar kebingungan di buatnya.


"Cepat buka pintunya, aku sudah sangat terlambat." sekali lagi memaksa seraya memalingkan wajahnya kearah pintu apartemen yang masih tertutup rapat.



\*\*


"Apa Lisa datang ke tempat kamu?" terdengar suara Reino yang sangat cemas dan panik.


"Tidak ada Kak, memangnya Lisa pergi?" tanya Davi masih bersikap tenang.

__ADS_1


"Iya dia pergi begitu aku memberitahunya untuk berhenti mengejar kamu karena kamu akan menikah dengan Zara, dia begitu histeris Dav dan sekarang di kamarnya pun dia tidak ada." kepanikan masih terus melanda Reino kala mengetahui bahwa Lisa tidak ada bersama Davi.


Mendengar itu Davi pun sontak berdiri dari kursinya dengan wajah yang menegang.


"Dav." panggil Reino ketika tidak mendengar suara Davi.


"Sepertinya Lisa menemui Zara Kak." kata Davi lalu mematikan sambungan telepon begitu saja dan berlari dengan cepat keluar kantor.


Davi bahkan langsung berlari menuju tangga darurat ketika tak sabar menunggu lift terbuka.


Dengan napas terengah akhirnya Davi pun sudah berada di dalam mobil dan mengemudikannya dengan sangat kencang, sama sekali tidak perduli dengan keselamatan dirinya sendiri karena yang ada di dalam kepalanya sekarang ini hanyalah Zara, bagaimana caranya dia harus menyelamatkan Zara, dia tidak ingin terjadi sesuatu hal buruk yang akan dia sesali seumur hidupnya.


Bagi Davi penyesalannya Karena sudah mengecewakan Zara sudah cukup menyiksanya dan tidak ingin menambahkan dengan penyesalan lainnya yang akan membuatnya semakin tidak tenang dalam menjalani hidup.


"Jawab Zaraa." tutur Davi panik ketika mencoba menghubungi Zara namun wanita tercintanya itu tidak kunjung menjawab.


Tiiiiiiiii.


Menekan klakson dengan sangat lama ketika ada mobil yang menghalangi jalannya.


Hatinya terus merapalkan doa agar tidak terjadi apa-apa terhadap Zara.

__ADS_1


\*\*\*\*


__ADS_2