Kejaran Cinta Zarania

Kejaran Cinta Zarania
Bagian 64


__ADS_3

Sampai di rumah Davi malah memilih berbicara berdua dengan sang Mamah, mengatakan apa yang dia rasakan saat ini di dalam kamar yang sudah lama tidak dia tempati, sedangkan Adik kembarnya malah sibuk dengan barang bawaan Dari Davi mencari pesanan mereka sedangkan Ayahnya sudah kembali sibuk dengan urusan pekerjaan.


"Davi ingin Zara Mah." ucap Davi di depan sang Mamah, wajah Davi terlihat sangat serius ketika mengatakan hal itu.


"Mamah senang jika kamu memang ingin kembali pada Zara, karena memang itu yang Mamah inginkan sejak pertama kali bertemu dengan Zara, Mamah menyukai Zara sejak pertama kali melihatnya. Mamah sangat yakin Zara anak yang baik dan Mamah sangat setuju jika kamu kembali padanya, tapi satu hal yang Mamah minta dari kamu." Andini terdiam menatap wajah sang Putra yang sudah berubah menjadi pria dewasa.


"Apa Mah?" tanya Davi menatap ke dalam Mata wanita yang telah melahirkannya itu tidak di pungkiri bahwa ada kerinduan yang sangat besar yang Davi rasakan saat ini pada wanita yang selalu bersabar pada tingkah lakunya yang kadang sangat keterlaluan sebagai seorang anak.


"Selesaikan dulu hubungan kamu dengan Lisa, baru setelah itu kejar Zara." pinta Andini.


"Mamah tidak ingin anak Mamah di cap sebagai lelaki yang senang mempermainkan wanita, Mamah tidak mau itu terjadi Dav." lanjut Andini seraya tangannya mengelus pipi sang anak.


"Tapi Mah, Mamah sendiri juga tahu bagaimana sifat Lisa, Davi sudah pernah memutuskannya tapi Lisa malah melakukan hal nekat dengan meminum racun serangga." tutur Davi karena memang Davi menceritakan semua yang dia hadapi selama di Australia termasuk hubungannya dengan Lisa pada sang Mamah, tidak ada yang bisa dia sembunyikan dari wanita yang sangat dia sayangi itu.

__ADS_1


"Itulah yang sekarang menjadi tantangan kamu untuk membuktikan bila memang kamu benar-benar ingin kembali pada Zara, jika kamu masih memiliki hubungan dengan Lisa Mamah sangat yakin Zara akan makin menjauhi kamu." ucap Andini menasihati anaknya sebelum melakukan kesalahan.


"Sudah sekarang kamu istirahat, nanti malam Om dan Tante juga Ipul akan makan malam di sini." beritahu Andini seraya berjalan keluar kamar membiarkan puteranya itu beristirahat.


Sepergi nya sang Mamah berulang kali Davi menghembuskan napasnya yang terasa sangat berat, berat memikirkan bagaimana caranya berbicara dengan Lisa agar wanita itu mau mengerti, sedangkan dulu Davi sudah bicara baik-baik dengan Lisa untuk mengakhiri hubungan mereka tapi Lisa malah melakukan tindakan yang sangat mengerikan di depan mata Davi.


Davi merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang seprei nya baru di ganti oleh sang semalam sebelum dirinya sampai.


Kali ini pikiran Davi tertuju pada Zara, mata Davi berkeliling mengitari langit-langit rumahnya.


Tangan Davi dengan lancar mencari nomor milik Zara yang tadi baru di berikan oleh wanita itu saat dia memintanya.


Lelaki yang memiliki wajah di atas rata-rata itu menempelkan benda tipis di atas telinganya.

__ADS_1


Matanya membulat semakin sempurna kala mendengar suara seorang wanita yang sering dia dengar kala salah menghubungi nomor.


"Nomor yang anda tuju tidak terdaftar." Davi tak percaya bahwa Zara memberikan nomor yang salah padanya.


Kesal lelaki itu melemparkan HPnya dengan kencang ke atas ranjang empuk di sebelahnya.


Lalu dengan cekatan berlari mengambil kunci motornya, sudah bisa di tebak akan pergi kemana Davi sekarang.


"Mau kemana Davi?" seru sang Mamah saat melihat anak lelakinya berlari menuruni anak tangga.


"Ada urusan sebentar Mah." sahut Davi dan bergegas ke garasi.


"Jangan lama-lama Om dan Tante kamu sedang dalam perjalanan kesini." Andini memperingatkan Davi yang di jawab anggukan kepala.

__ADS_1


****


__ADS_2