
Zara semakin mempercepat langkah kakinya menuju Gazebo di depannya.
Jantung Zara pun bekerja dengan sangat cepat karena menduga-duga apa yang dilakukan oleh sang kekasih di tempat segelap itu.
"Davi!!" pekik Zara kala melihat kekasihnya itu duduk berhadapan dengan seorang wanita yang belum Zara ketahui siapa karena wanita itu duduk membelakangi dirinya.
Davi menoleh ke arah suara Zara dengan matanya yang sayu, terlihat sekali bahwa pemuda itu sudah tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.
"Ngapain sih lu di sin?" ketus Dinda yang kesal karena Zara menggagalkan dirinya untuk mendapatkan Davi, menjebak Davi yang sedang tidak sadar karena pengaruh minuman yang di tenggaknya itu, beruntung belum sempat terjadi hal yang bukan-bukan antara mereka.
"Zara sayang." Davi berusaha turun dengan langkahnya yang sempoyongan untuk menghampiri Zara.
"Davi sini." Dinda memegangangi tangan Davi agar pemuda itu tidak mendekati Zara.
Davi menepis tangan Dinda.
"Nggak usah pegang-pegang gue." marah Davi dengan bau mulutnya yang menyengat.
"Kamu datang sama siapa sayang? kok nggak bilang sama aku?" Davi mengoceh seraya menangkup pipi Zara.
"Gila lu ya, bisa-bisanya manfaatin cowok yang lagi nggak sadar kayak gini!" Zara melepaskan tangan Davi dari pipinya dan mengomeli Dinda dengan segala tindakan liarnya itu.
Sungguh Zara tidak percaya ada seorang wanita yang rela merendahkan dirinya hanya untuk mendapatkan seorang lelaki yang jelas sudah bukan siapa-siapanya lagi.
"Nggak usah sok suci deh." maki Dinda yang tidak senang Zara mengacaukan semua rencananya itu.
__ADS_1
"Kamu mau kemana sayang?!" tanya Davi ketika Zara melepaskan dirinya.
Zara tak menjawab karena ia hanya ingin mengambil jaket milik Davi yang tergeletak di dalam Gazebo itu dan memakaikan jaket itu kembali di tubuh sang kekasih.
Zara menarik napas lega merasa beruntung dia datang tepat waktu, karena jika tidak sudah bisa dipastikan apa yang akan terjadi antara dua orang berlainan jenis itu, terlebih matanya menyaksikan sendiri saat Dinda tengah berusaha untuk menaikkan kaos Davi.
Davi mengoceh-ngoceh tak jelas seraya memeluk Zara, sungguh tidak pernah sebelumnya Davi minum banyak hingga membuatnya tak sadar seperti ini dan itu di manfaatkan oleh Dinda untuk mengajak Davi berbuat hal yang di larang.
Teman-temannya pun juga tidak bisa melarang karena Davi yang malah mengajak ribut mereka satu persatu.
Rian dan Ari pun menjadi jengkel dan hanya bisa menunggu perbuatan apa yang akan Davi dan Dinda lakukan, beruntungnya di saat yang bersamaan datang Zara yang mencari Davi jadi Ari pun langsung mengatakan di mana Davi berada, meski awalnya Rian tampak ragu karena takut Davi sudah bertindak di luar batas dan Zara akan menyaksikannya.
Tapi untungnya Davi dan Dinda belum sampai melakukan hal itu, karena dari awal Davi terus melawan saat Dinda memaksanya untuk membuka jaket yang membutuhkan waktu cukup lama hingga akhirnya Zara keburu datang dan gagal lah sudah usahanya untuk bisa membuat Davi terpaksa terikat dengannya.
"Kita mau kemana sayang?" tanya Davi kala Zara mengajaknya pergi.
"Pulang ke rumah kamu?" tanya Davi lagi.
"Tidak, ke rumah kamu, aku antar kamu pulang." sahut Zara yang hal itu membuat Davi melepaskan pegangannya di pinggang Zara dan malah berdiri saja dengan tubuh bergoyang karena kakinya yang sudah tidak kuat menopang tubuhnya sendiri.
"Kamu pulang sana, aku masih ingin di sini." Davi melangkah goyah menuju teman-temannya berada.
Zara berjalan cepat mengejar Davi yang sudah duduk di antara Rian dan Ari.
"Biar gue aja yang antar Davi pulang nanti." ujar Rian pada Zara.
__ADS_1
"Nggak, gue yang akan bawa Davi pulang sekarang." cetus Zara seraya menarik tangan sang kekasih.
Davi masih saja menolak ajakan Zara untuk pulang.
"Aku nggak akan bawa kamu pulang ke rumah." kata Zara akhirnya.
Mendengar itu Davi pun mengulas senyum tipis.
"Nah ini baru cewek gue." tukasnya seraya berdiri menyambut tangan Zara.
"Kita naik taksi aja." kata Zara ketika Davi mengeluarkan kunci motornya dari dalam jaket.
Davi melihat Zara dengan tatapan yang sudah sangat tak jelas, mata merahnya menandakan seberapa banyak minuman yang lelaki itu habiskan.
"Titip motor gue." Davi melemparkan kunci motornya kepada Ari yang langsung di tangkap dengan mudah oleh pemuda itu.
Zara pun menuntun Davi pada satu mobil yang sudah menunggu, karena wanita itu sudah memesannya lebih dulu.
Zara membukakan pintu mobil dan mendorong tubuh Davi agar masuk dan ia pun menyusulnya.
Mobil pun berjalan menuju alamat yang di tuju oleh Zara.
Zara membohongi Davi karena nyatanya sekarang mobil itu berjalan menuju alamat rumah Davi yang tadi sudah di minta oleh Zara pada Mamahnya Davi.
Wanita yang telah melahirkan Davi itu sontak menjadi khawatir ketika mendapat telepon dari Zara yang mengatakan bahwa akan mengantar Davi pulang ke rumah dalam keadaaan mabok.
__ADS_1
**************