
Setelah adegan pipi bertemu bibir itu Davi masih saja bisa bersikap tenang bahkan dengan begitu santainya dia memakai helm miliknya sebelum menjalankan motor besarnya yang sama dengan Ipul hanya warnanya saja yang berbeda.
"Pegangan." pinta Davi yang tidak didengar oleh Zara karena suara knalpot motor yang begitu bising.
Merasa Zara tidak mengikuti permintaannya, Davi pun menyentuh bagian paha Zara sedikit agar gadis dibelakangnya sadar.
Dan benar saja Zara pun langsung bertanya pada Davi.
"Kenapa?" tanyanya dengan suara cukup keras, sungguh suara motor yang membuat pendengaran orang sekejap menjadi tuli karenanya.
Tanpa bicara Davi malah menarik kedua tangan Zara agar memeluk pinggangnya.
Mata Zara dibuat terbelalak kaget karena perbuatannya itu, belum reda rasa syok yang tadi ia rasakan sudah ditambah lagi dengan tangan Davi yang tanpa kata langsung membuat kedua tangannya mendarat di pinggang pemuda didepannya sekarang.
Tangan Zara hanya memegang pinggiran jaket yang digunakan oleh Davi tanpa berani untuk mengeratkan nya.
Davi membawa Zara kesebuah danau yang akan ramai dikunjungi oleh pemuda-pemudi pada malam hari untuk sekedar nongkrong atau untuk sekedar mencari kenalan semata.
Davi mencari lahan kosong untuk memarkirkan motornya, setelah mencari kiri kanan akhirnya dia menemukan satu tempat kosong diantara banyaknya kendaraan yang terparkir.
Zara turun dari motor sambil melepaskan helm yang tadi dipakai melihat bingung kesetiap penjuru tempat yang begitu ramai.
"Ini tempat apa?" tanya Zara yang memang belum pernah datang ketempat itu sebelumnya, Ipul pun rasanya tidak pernah membawanya ketempat ini.
"Tempat aku biasa nongkrong sama anak-anak." jawab Davi seraya matanya melihat ke sana sini seperti ada yang sedang dia cari.
"Ooh." Zara membulatkan mulutnya seraya menyerahkan helm pada Davi.
"Kita ke sana." ajak Davi pada satu tempat yang cukup gelap namun banyak sekali yang berkumpul di tempat yang dimaksud oleh Davi.
Davi meletakkan helm di atas motor lalu berjalan lebih dulu sedangkan Zara mengikutinya dari belakang.
Davi langsung menyapa semua pemuda itu yang pastinya adalah teman nongkrong Davi seraya saling bersalaman khas pemuda tongkrongan.
"Gimana Remon, jadi nggak dia?" tanya Davi pada salah satu pemuda yang langsung berdiri menghampirinya.
__ADS_1
"Tadi dia udah Dateng, karena lu belum ada jadi ya udah dia pergi lagi, nanti juga dia balik lagi." jawab pemuda bernama Arda.
Banyaknya motor dengan suara bising yang berlalu lalang ditempat itu membuat telinga yang tidak terbiasa akan menjadi berdengung serta sakit.
Itulah yang tengah dirasakan oleh Zara saat ini, ia berusaha menahan dengungan ditelinganya seraya
berdiri canggung, bingung mau melakukan apa sedangkan Davi malah asik mengobrol dengan temannya seolah tidak ingat bahwa dia membawa Zara ketempat itu.
"Eh lu siapanya Davi?" tiba-tiba saja Zara dikagetkan oleh seorang wanita yang terlihat seusia dengannya berdiri seraya menyilangkan tangan di dada.
Wajahnya judes dan tidak bersahabat terlihat sekali bahwa wanita itu tidak menyukai Zara.
Zara yang enggan menanggapi pertanyaan wanita asing itu memilih untuk diam saja serta perlahan menjauh namun nyatanya gadis itu malah memanggil dua orang temannya yang lantas mengelilingi Zara macam seorang maling yang kedapatan mencuri.
Wajah ketiga wanita itu bagaikan hakim yang sedang bertugas untuk menghakimi Zara yang sekarang menjadi tertuduh dengan tuduhan tak jelas.
"Kalau ditanya jawab lah." kesal si wanita yang belakangan Zara tahu bernama Dinda setelah mendengar salah satu wanita itu menyebut namanya.
"Emangnya lu siapa sampai gue harus jawab pertanyaan lu?!" Zara dengan beraninya menjawab dengan nada santai namun terkesan nyolot dan membuat kesal ketiga wanita dengan pakaian yang serba kekurangan bahan.
Sepertinya mereka tidak takut akan masuk angin karena udara malam yang memang terasa lumayan dingin tapi dengan pedenya mereka berpakaian kurang bahan begitu seperti menantang angin malam.
Zara menyebikkan bibirnya mengacuhkan ketiga wanita didekatnya yang sepertinya sudah bernafsu untuk mengulitinya.
"Itu cewek bukannya Dateng sama elu?" tanya salah satu teman Davi menunjuk kearah Zara yang sedang didorong oleh tiga wanita yang tentunya Davi sangat kenal.
Davi menengokkan kepala kearah tempat yang ditunjuk oleh temannya dan langsung berlari untuk menolong Zara, walau sebetulnya Zara tidak perlu ditolong karena terlihat ia tidak tinggal diam dan malah balik mendorong Dinda hingga jatuh duduk dibawah yang terdapat bebatuan kecil-kecil.
"Daviii." Dinda langsung berteriak manja begitu melihat Davi datang.
"Nih cewek dorong aku." adu nya yang membuat Zara melihat Davi dengan pertanyaan.
Davi tanpa kata malah menarik Zara dan membawanya pergi dari tempat itu tak memperdulikan Dinda yang sekarang malah semakin kesal karena Davi mengabaikannya.
"Wah parah si Davi, bukannya nolongin pacarnya malah dia pergi sama cewek lain." seloroh teman Dinda yang bernama Nesih.
__ADS_1
"Udah putus mereka." bisik Cindy menimpali ocehan Nesih.
"Oh iya gue lupa." balas Nesih seraya mengatupkan bibirnya.
"Ngapain lu berdua pada kasak kusuk begitu?!" Dinda mendelik tajam sadar sedang dibicarakan oleh kedua temannya itu.
Nesih dan Cindy kompak menggeleng seraya membantu Dinda untuk membersihkan rok mininya dari kotoran akibat jatuh tadi.
"Lihat aja yang Dav, gue nggak terima lu putusin gue gitu aja." ancam Dinda yang kesal karena baru seminggu yang lalu Davi meminta putus tapi sekarang sudah menggandeng wanita lain.
"Kenapa nggak ikutin aku?" Davi menggandeng Zara seraya menyalahkan sang kekasih kenapa tidak mengikutinya padahal dia sendiri yang meninggalkan Zara dan membuat wanita itu seolah makhluk asing diantara banyaknya orang ditempat itu.
"Dia siapa?" Zara memberanikan diri untuk menanyakan siapa Dinda dan ada hubungan apa dengan kekasihnya itu.
"Nanti aku jelasin." sahut Davi sambil menuntun Zara dan menuju ketempat teman-temannya yang tadi.
Zara menghentikan langkah dan menarik tangannya dari genggaman Davi.
"Jelasin sekarang." paksa Zara.
Davi menoleh pada Zara seraya menarik napasnya, belum sempat Davi membuka mulut, suara Arda sudah memanggilnya.
"Sebentar." teriak Davi ditengah ramainya suara.
Zara tampak menanti penjelasan dari Davi tentang siapa Dinda sebenarnya yang tadi begitu manja pada sang kekasih namun Zara harus dibuat cemberut karena Davi malah kembali menarik tangannya untuk mengikutinya.
"Tunggu disini dan jangan pergi kemana-mana." Davi berkata tegas sambil mendorong bahu Zara agar duduk di bangku besi dibawah pohon besar tak jauh dari tempat temannya berkumpul.
Belum juga Zara menjawab Davi sudah melambaikan tangannya memanggil seorang teman nya yang segera menghampiri.
"Jagain cewek gue." pinta Davi pada Rian yang memang berwajah ramah bahkan sekarangpun tengah melayangkan senyum pada Zara.
"Oke." Rian mengacungkan jempolnya.
"Kamu disini dulu sama Rian, aku cuma sebentar." setelah berkata begitu Davi lantas pergi menjauh dari Zara dan berkumpul dengan teman-temanya yang memang tidak dikenal oleh Zara.
__ADS_1
Sedangkan Zara sekarang hanya bisa duduk diam dengan Rian yang diminta untuk menjaganya.
****************