
Zara berlari kencang setelah dengan perasaan bahagia setelah mengetahui bahwa dirinya lulus dengan nilai yang cukup baik.
"Ipuuul." teriaknya memanggil nama Saipul yang bahkan orangnya sekarang tengah berjalan menuju kearahnya dengan senyuman yang lebar.
"Gue luluus." pekik Zara bahagia memberi tahukan kepada Ipul.
"Selamat ya." kata Ipul yang juga merasakan senang melihat Zara yang wajahnya sangat berseri sangat berbeda setahun yang lalu saat memutuskan untuk tidak lagi mengingat tentang Davi apalagi menyebut namanya.
Selama ini pun Ipul selalu menjaga Zara, bukan karena permintaan dari Davi melainkan karena dirinya yang memang ingin menjaga gadis itu.
"Setelah ini apa?" tanya Ipul setelah Zara selesai mengekspresikan kebahagiannya dengan berloncatan bagai seekor kelinci.
"Gue mau sekolah pramugari." sahut Zara.
"Jadi beneran mau tetap jadi pramugari? nggak mau lanjutin kuliah aja?" tanya Ipul.
Zara menggeleng.
"Benar lah, kan gue udah lengkapin semua persyaratannya, lagian kalau kuliah juga gue nggak akan sanggup untuk bayar. kuliah kan butuh banyak biaya." jawab Zara cepat.
"Kan Papah sama Mamah gue yang mau tanggung semua biaya kuliah elu Za." ujar Ipul.
Memang sebelumnya pemuda itu sudah memberitahukan kepada Zara bahwa orang tuanya bersedia untuk membayar kuliah Zara termasuk semua kebutuhan gadis itu tanpa perlu bersusah payah memikirkan uang, Zara hanya di minta untuk fokus pada kuliah saja.
Tanpa Zara sadari bahwa tawaran yang Ipul katakan dari orang tuanya malah justru dari orang tua Davi.
__ADS_1
Andini dan Arman berniat membantu Zara untuk kuliah, mereka malah meminta Ipul untuk mengatakan bahwa orang tuanya lah yang akan membiayai Zara agar Zara tidak menolak, karena jika mengatakan itu dari Andini dan Arman sudah jelas Zara takkan pernah mau menerima.
Namun ternyata ketika Ipul mengatakan bahwa semua itu bantuan dari Papah dan Mamahnya, nyatanya Zara tetap saja menolak bantuan itu.
"Gue nggak mau bergantung sama orang tua lu Ipul. udah ah jangan ngomongin itu lagi, bilang aja terimakasih sama mereka karena selama ini udah perhatian sama gue." tukas Zara.
"Terus biaya buat sekolah pramugari emangnya elu ada?" usut Ipul yang takut Zara tidak mempunyai uang yang cukup untuk masuk sekolah itu karena setahu Ipul untuk biaya pendaftarannya saja sudah cukup lumayan.
"Tenang aja Pul, Mamah gue tinggalin tabungan untuk gue yang bisa di ambil saya usia gue 18 tahun dan sekarang gue udah 18 tahun." sahut Zara yang membuat Ipul tenang lalu bernapas lega seraya mengelus kepala Zara dengan penuh perhatian.
"Bagus lah." sambut Ipul.
"Makan yuk?" ajak Zara.
"Traktir ya?" pinta Ipul.
"Kan mau jadi pramugari." goda Ipul.
"Tapi kan bukan sekarang."
"Bodo nggak mau tau, pokoknya traktir." Ipul sudah berjalan lebih dulu menuju parkiran motor.
"Zara." Dira yang melihat Zara tengah mengejar Ipul memanggilnya.
Zara sengaja mengacuhkan nya karena ia tahu Dira akan mulai mengoceh tak jelas apalagi tadi gadis itu terlihat sangat tidak suka apalagi saat mengetahui Zara akan sekolah pramugari.
__ADS_1
"Dih Bolot kali nih orang ya!" gerutu Dira karena kesal Zara mengabaikan panggilannya.
"Heh Bolot." Dira mendorong punggung Zara dengan cukup kencang hingga membuat Zara terdorong ke depan.
"Dih nggak jelas lu!" sentak Zara seraya berbalik dan memberikan tatapan sadis pada saudara tirinya itu.
"Makanya kalau di panggil tuh jawab."
"Dih siapa elu, ogah banget gue jawab panggilan nenek sihir, bisa sawan nanti gue." ketus Zara.
"Cepat Zara." panggil Ipul yang sudah duduk di atas motornya menunggu tak sabar.
"Iya." sahut Zara lu berniat untuk melangkah menuju Ipul namun lagi-lagi Dira memanggilnya dengan suara kencang membuat Zara kesal.
"Mau ngapain sih lu?!" marah Zara.
"Lu punya duit dari mana mau sekolah pramugari!?" Dira bertanya curiga.
"Dih ngapain nanya-nanya? apa urusannya sama elu?" cibir Zara yang merasa heran dengan pertanyaan Dira terhadapnya.
"Ya urusan sama gue lah, lu punya duit dari mana lagi emangnya kalau bukan dari Mamah gue." Dira berkata ngeselin menuduh Zara meminta uang pada Dewi.
"Eh elu sama Mamah lu itu sama, nggak bakal mungkin mau keluarin duit buat gue, apalagi dengan nominal yang banyak. mikir aja deh lu!" omel Zara yang tidak terima dengan tuduhan Dira bahwa ia meminta uang pada Dewi.
"Terus lu dapat duit dari mana?" Dira masih saja penasaran.
__ADS_1
"Dari mana kek, yang jelas ini duit gue bukan duit Mendiang Ayah gue apalagi duit Mamah lu!!!" ketus Zara lalu segera berlari menuju Ipul yang langsung melajukan motornya meninggalkan Dira yang menggerutu kesal tidak terima Zara mempunya uang untuk menjadi seorang pramugari.
********************