Kejaran Cinta Zarania

Kejaran Cinta Zarania
Bagian 104


__ADS_3

"Lu harus tanggung jawab Robert!!" Davi berteriak kencang, setelah beberapa hari ini dia mencari pria itu bersama dengan Lugo akhirnya malam ini dia menemukan temannya itu di sebuah tempat hiburan malam di pinggiran kota.


Robert berdecih dengan wajah yang begitu menyebalkan, "Gue nggak mau, wanita murahan seperti itu biarkan saja hamil, lagian belum tentu juga itu anak gue," ketus Robert membuat Lugo dan Davi membelalak tak percaya.


"Gue nggak nyangka lu beneran brengsek!" Lugo tampak tidak percaya dengan sikap Robert yang selama ini menjadi temannya.


Robert mendengus lalu berkata, "Asal kalian tahu, sebelum dengan gue Lisa sudah sering tidur dengan banyak pria, jangan katakan kalau elu tidak pernah tidur dengannya?" nada bicara Robert seakan menuduh Davi, ya status Davi yang dulu adalah kekasih Lisa tentu membuat Robert menuduhnya juga pernah tidur dengan wanita itu, karena dia yang hanya selingkuhan saja bisa dengan mudah mengajak Lisa naik ke ranjang apalagi Davi yang Robert tahu sangat di cintai oleh wanita itu.


Pertanyaan kurang ajar yang Robert lontarkan terang saja membuat Davi murka, dia tidak pernah menjadi bajingan hingga memanfaatkan tubuh wanita yang statusnya hanya sebagai kekasih saja, terlebih lagi dia tidak mempunyai rasa cinta sedikitpun pada wanita itu, Tidak! Davi tidak akan segila itu.


Sudah seperti ini Davi sudah tidak bisa sabar lagi berbicara dengan Robert, tangannya pun menarik kerah baju yang Robert pakai. menariknya dengan sangat kencang hingga urat di tangannya terlihat jelas.



"Gue bukan pria bajingan seperti elu Bert!" kecam Davi dengan rahang yang mengeras, "Temui keluarga Lisa, atau gue akan membunuh lu sekarang juga!" ancam Davi, bukan Davi merasa kasihan pada Lisa, sungguh bukan itu, Davi hanya tidak mau nantinya dialah yang akan terus di kejar oleh orang tua Lisa untuk bertanggung jawab, dia tidak mau menyakiti istrinya, dia tidak mau membuat wanita yang dia cintai terluka hanya karena wanita seperti Lisa.



"Gue nggak mau!" tolak Robert sungguh sangat sialan, sikapnya itu memang mencerminkan pria yang bajingan dan tubuhnya juga sangat layak untuk di taruh di lintasan kereta dan dilindas hingga tidak berbentuk.


__ADS_1


Davi sudah tidak bisa mengendalikan emosi serta kemurkaan yang sejak kemarin dia tahan, dengan tanpa ampun menarik Robert keluar dari tempat itu wajahnya juga tidak seperti biasanya, wajah yang biasanya terlihat begitu tenang dalam sekejap berubah bagaikan malaikat pencabut nyawa, menakutkan!



Lugo yang menegang ikut berlari keluar mengejar kedua orang yang kini berdiri berhadapan, menunjukkan wajah siap saling menyerang.



Bugh..bugh..


Davi yang kehilangan rasa sabar pun melayangkan pukulannya pada Robert yang tak mendapat kesempatan untuk melawan, sungguh Davi sudah sangat kesetanan menghadapi temannya itu. teman sialan yang bahkan tidak mau bertanggung jawab atas perbuatan yang sudah dilakukan.


Lugo berusaha menahan Davi ketika temannya itu sudah mulai menendang tubuh Robert yang terkapar tak berdaya di dekat mobil, bahkan orang-orang sudah mulai berkumpul guna melihat apa yang tengah terjadi.




"Ingat istri lu Davi, sebaiknya kita selesaikan ini dengan cepat dan lu bisa kembali ke Indonesia." Davi yang tak kunjung berhenti membuat Lugo membicarakan Zara, tentu dalam sekejap membuat Davi tersadar, benar ada seorang istri yang tengah menantinya untuk kembali karena sudah hampir satu Minggu dia meninggalkannya, bukan untuk pekerjaan melainkan untuk urusan sialan yang diperbuat oleh Robert dan juga Lisa.


Davi menghentikan apa yang dia lakukan dengan dada yang bergerak naik turun seraya menatap Robert dengan sangat tajam, meski belum puas tapi dia berusaha menahan amarah dalam dirinya.

__ADS_1


Lugo pun membimbing Robert untuk masuk ke dalam mobil, sedangkan Davi yang masih kesal bahkan tidak mau melihat temannya itu yang sudah babak belur karena perbuatannya.


Biarkan saja karena Robert memang pantas mendapatkannya.


\*\*\*\*



Setelah kejadian beberapa hari yang lalu Zara hanya bisa diam di dalam kamar, merasa bersalah terhadap suaminya karena dia membiarkan Ipul melakukan hal yang tidak seharusnya.


Sepulang penerbangan dari Lombok pun Zara langsung mengurung dirinya di dalam kamar, mengunci pintu tidak membiarkan siapapun untuk masuk ke dalam.


"Maafin aku Vi." tutur Zara sendu dan lagi-lagi air matanya mengalir sangat deras mengingat suaminya yang kini tengah dalam masalah tapi ia juga malah membuat masalah, bukankah seorang suami tidak akan terima jika mengetahui istrinya telah disentuh oleh pria lain?.


Drtt.. HP di samping Zara pun bergetar menandakan ada pesan yang masuk.


Zara meraihnya lalu membaca pesan yang dikirim oleh sang suami, "Aku pulang malam ini." isi pesan yang Davi kirim makin membuat Zara tak bisa bernapas, jantung seolah terhenti dan tak mau lagi berdebar.



Senang karena suaminya akan pulang, namun wajahnya malah muncul seraut kesedihan yang tampak jelas.

__ADS_1



\*\*\*


__ADS_2