Kejaran Cinta Zarania

Kejaran Cinta Zarania
Bagian 79


__ADS_3

"Kenapa tidak melawan? kenapa kamu diam saja?" tanya Davi memandang wajah Zara yang tampak kacau dengan air mata, Davi tahu dulu Zara adalah wanita yang sangat berani bahkan Zara juga pernah berkelahi dengan mantan pacarnya dulu di saat dia tengah balapan.


Tapi kenapa saat ini Davi melihat Zara yang sangat lemah bahkan sangat pasrah saat ada orang yang menyakitinya.


"Apa aku punya hak untuk melawan? di saat semua yang Lisa katakan adalah benar." tutur Zara lirih.


"Apa maksudmu Za, Jangan mulai lagi menyalahkan dirimu sendiri aku tidak suka!!!" Davi berkata dengan nada tinggi.


"Kamu bukan wanita murahan seperti yang Lisa katakan, kamu wanitaku kamu calon istriku dan tidak ada seorang pun yang boleh menghina kamu sedikitpun!" seru Davi yang membuat Zara menutup wajahnya menangisi apa yang ia rasakan saat ini.


"Kita pulang ke Jakarta sekarang." kata Davi tegas menarik tangan Zara agar bersiap.


Zara terlihat bingung apalagi jadwalnya kembali ke Indonesia masih kurang 2hari lagi.


"Kita akan menikah secepatnya, aku tidak mau kamu terus menyalahkan dirimu sendiri karena Lisa." tutur Davi kembali memasukkan pakaiannya ke dalam Tas.


"Tapi aku tidak bisa Vi." sahut Zara.


"Apa yang tidak bisa? kenapa?"


"2 hari lagi aku harus masih melayani penumpang yang akan ke Indonesia." beritahu Zara.

__ADS_1


"Jadi pekerjaan mu yang lebih penting?" tanya Davi tak percaya setelah semua yang wanita itu alami masih saja memikirkan pekerjaannya sebagai Pramugari.


"Tapi kamu sudah berjanji untuk tidak memintaku berhenti bekerja." kata Zara pelan.


Davi membuang napasnya dengan kencang.


"Baiklah, kita pulang 2 hari lagi." akhirnya mengalah dan memeluk tubuh Zara dan mengecup keningnya berulang kali seperti tengah menyalurkan kekuatannya untuk wanita di dalam pelukannya itu.


"Tangan kamu berdarah." seru Zara yang baru melihat lengan Davi mengeluarkan cairan berwarna merah di Sertai dengan bekas gigitan yang lumayan dalam.


Zara mengobati luka di tangan Davi dengan penuh perhatian.


"Za." Panggil Davi lembut.


"Jika ada orang yang menyakiti kamu lagi seperti tadi, aku mohon jangan diam saja Za, Kamu harus bisa melawannya seperti dulu kamu melawan Dinda." tukas Davi mengingatkan pada kejadian yang sudah terjadi sekian tahun lamanya itu, kejadian dimana Zara yang saling berkelahi dengan Dinda karena Davi sungguh membuat Zara tersenyum tipis mengingatnya.


"Aku serius Za." kata Davi tegas.


Zara kembali menatap Davi dengan pancaran kekuatan di matanya.


"Berjanjilah bahwa kamu tidak akan diam saja seperti tadi." ujar Davi serius.

__ADS_1


Zara mengangguk perlahan lalu melanjutkan apa yang tengah ia lakukan pada luka Davi yang sudah ia bersihkan.


"Aku takut rabies." Davi tiba-tiba berkata yang membuat Zara tersenyum.


"Kamu pikir mantan kekasih mu itu seekor binatang?" ucap Zara seraya menggelengkan kepala menganggap Davi sangat ngaco saat berkata.


"Aku rasa begitu, jika bukan sebangsa binatang rasanya tidak mungkin dia dengan gilanya menggigit tanganku hingga seperti ini." jawab Davi dengan sangat ringan apalagi ketika melihat Zara yang sudah bisa tersenyum.


"Salah kamu kenapa bisa berpacaran dengan seekor binatang seperti itu." ucap Zara yang sebenarnya hanya ingin bercanda namun ternyata Davi malah berubah kembali serius dengan menuturkan maaf berulang kali padanya.


"Maaf, maaf, maaf aku tidak menyangka akan seperti ini jadinya." tukas Davi penuh penyesalan.


Zara menarik napas dalam sebelum akhirnya berkata.


"Sudahlah, sebaiknya sekarang kamu mandi." pinta Zara yang memang hari sudah menjelang sore.


Sungguh waktu sangat cepat sekali berlalu padahal baru saja tadi mereka makan pagi bersama dan sekarang langit sudah kembali akan menjadi gelap.


Davi mengangguk seraya bangkit dari duduknya ingin mandi tapi lebih dulu dia mencium bibir Zara yang sudah selalu menggodanya saat pertama kali dia menciumnya secara paksa dulu.


Lelaki itu langsung pergi begitu saja meninggalkan Zara yang menggigit bibirnya karena terkejut dengan serangan mendadak yang dilakukan oleh Davi.

__ADS_1


****


__ADS_2