
"Aku antar kamu ke hotel." suara yang sudah tidak asing lagi bagi Zarania menghentikan gerutuannya yang kini malah berganti menjadi dengusan napas kesal.
Tanpa menggubris perkataan Davi, Zara malah melengos dan hendak berjalan menjauhi pria entah sejak kapan berdiri di sampingnya itu namun tangan Davi malah menghentikannya.
"Aku tahu jalan menuju hotel ku menginap, aku bukan anak kecil yang akan hilang jika di tinggal oleh orang tuanya!" tegas Zara kepada pria yang entah kenapa sekarang malah seperti berusaha tak mau melepaskan dirinya.
"Tapi ini sudah sangat malam, aku tidak akan membiarkan kamu berjalan sendirian di tempat ini." sahut Davi lalu menarik tangan Zara untuk perguruan Dar cafe yang berada di atas gedung itu.
Dengan terpaksa Zara pun melangkah guna mengikuti Davi yang memegang tangannya sangat erat dan kencang tanpa di sadari oleh Davi perbuatannya itu menyakiti tangan Zara.
Baru saja mereka keluar dari cafe dan akan menuju lift untuk turun dari gedung itu, saat kemudian suara seorang pria menghentikan langkah keduanya.
"Mau kemana?" tanya lelaki yang menurut Zara usianya sama dengan Davi dan sepertinya memang teman Davi karena mereka saling berjabat tangan.
"Pulang." sahut Davi.
"Pulang? tapi kenapa tadi kamu meminta aku menutup cafe ini?" kata pria berhidung mancung dan bertubuh tegap di depan Davi.
"Siapa wanita ini? kamu sudah putus dengan Lisa?" melontarkan pertanyaan demi pertanyaan yang bahkan Davi belum menjawab pertanyaannya yang pertama.
Zara yang mengerti dengan apa yang sekarang tengah dibicarakan oleh pria bule itu tersenyum sinis pada pria yang tidak juga mau melepaskan genggaman tangannya pada pergelangan tangan Zara.
Davi gelagapan mendapat pertanyaan dari temannya sendiri dan tanpa menjawab dia pun memilih untuk segera pergi, menghindari sang teman sebelum pertanyaan lain muncul.
"Gue duluan." serunya seraya menarik tangan Zara dan membawanya masuk ke dalam lift yang sudah terbuka.
Di dalam lift Zara mencoba melepaskan tangan Davi dengan sekuat tenaga.
__ADS_1
"Aku bisa menjelaskan tentang Lisa." kata Davi yang sadar bahwa Zara mengerti apa yang tadi di tanyakan oleh temannya.
"Bodi amat, nggak ada urusan." tukas Zara dan mengurut pergelangan tangannya yang terasa sakit setelah berhasil lepas dari genggaman Davi.
"Maaf." kata Davi mengetahui tangan Zara sakit karena perbuatannya.
Davi yang tadinya ingin memberitahukan Zara tentang Lisa menjadi diam membuat lift yang hanya ada mereka berdua itupun menjadi sangat hening di Sertai udara yang sangat dingin.
Davi melepas jaket yang dia pakai ketika melihat Zara seperti tengah menahan dingin.
"Ini Australia jangan samakan dengan Indonesia." kata Davi sambil memakaikan jaketnya pada Zara.
"Gue nggak pakai jaket bukan berarti gue nggak tahu kalau di sini mau musim dingin!" Zara berkata ketus seraya mengembalikan jaket milik Davi dengan sentakkan.
Wajah Zara sudah terlihat semakin marah terhadap Davi apalagi saat mendengar wanita bernama Lisa, Zara kembali ingat pada perkataan yang dulu ia pernah ucapkan pada Davi, ia akan benar-benar pergi ketika Davi bersama wanita lain.
Zara tersenyum miris mengingat ia pernah begitu mencintai pria di sampingnya ini membuat ia bahkan sampai sekarang tidak pernah lagi membiarkan pria manapun masuk ke dalam hatinya, perkataannya yang ingin mencari suami orang asing pun sebenarnya hanyalah sebuah candaan saja untuk menutupi luka hatinya karena Davi.
Davi menatap tak percaya saat telinganya mendengar perkataan Zara yang menjadi sangat ketus, ini bukan Zara yang dia kenal dulu, di sampingnya sekarang ini Zara baru yang mungkin sudah sangat kecewa dengannya.
"Kemana Zara yang selalu mengatakan kalau kita tidak akan pernah putus?" ucap Davi mengingatkan perkataan Zara dulu saat usia mereka masih belasan tahun.
"Mati." singkat Zara seraya membuang wajahnya tak ingin menatap Davi sedikitpun.
"Urus saja wanita mu sekarang, jangan sampai dia juga sakit hati karena perbuatan mu." kata Zara lalu melangkah keluar ketika lift terbuka.
Davi masih dengan keras kepalanya mengejar Zara dan langsung menariknya ke dalam mobil miliknya.
__ADS_1
"Aku antar kamu." katanya ketika Zara tengah berusaha untuk membuka pintu mobil.
Tidak di pungkiri bahwa saat ini ada denyutan sakit di dalam hati Davi ketika mendengar Zara mengatakan tentang wanita yang sekarang menjadi kekasihnya, Davi sangat sadar kesalahannya terhadap Zara, kesakitan bahkan kekecewaan Zara lebih besar dibanding yang dia rasakan sekarang ini.
Mobil Davi keluar dari halaman parkir, bahkan melewati teman-teman Zara yang masih menunggunya akan tetapi Zara tidak melihat keberadaan teman-temannya itu karena posisi mereka berseberangan.
"Lusa aku akan kembali ke Indonesia, aku ingin kita bertemu di sana dan akan menjelaskan semua tentang Lisa." ujar Davi yang tidak di dengarkan oleh Zara sedikitpun.
"Zar." panggil Davi kala Zara tidak menjawab.
"Aku tidak mau mendengar apapun darimu, kita tidak ada hubungan apapun sejak terakhir kali kita bertemu dulu." tutur Zara tegas.
"Kamu juga tidak perlu menjelaskan apa-apa tentang wanita manapun yang menjadi kekasihmu, karena aku tidak perduli tidak mau tahu lagi tentang kamu Daviandra!" seru Zara dengan tajam.
Perkataan Zara membuat Davi menginjak rem mendadak, sungguh dia tersentak mendengarnya dia tidak ingin Zara mengucapkan perkataan itu, karena itu mengingatkannya pada tingkah bodohnya dulu yang memaksa Zara untuk pergi padahal dia sadar bahwa Zara sudah memiliki ruang tersendiri di dalam hatinya.
Setelah mengatakan hal itu Zara lantas turun dari mobil Davi dan langsung menghentikan taksi yang kebetulan melintas.
Davi cukup mengerti sikap Zara kepadanya sekarang bahkan untuk pertama kalinya mereka kembali bertemu setelah bertahun-tahun lamanya.
Sungguh Davi sadar akan semua kesalahannya kepada Zara, kepada gadis yang dulu terus mengejarnya bahkan saat berulang kali dia mengatakan putus.
Mobil Davi mengikuti taksi yang membawa Zara, dia ingin memastikan bahwa Zara sampai dengan selamat di hotel dan tentunya karena juga ingin tahu di mana Zara menginap selama di Australia ini.
"Aku bersyukur jika selama ini kamu hidup dengan baik Zara." gumamnya ketika melihat Zara turun di depan sebuah hotel yang terbilang bagus.
Mata Davi terus mengikuti langkah Zara dan memperhatikan tubuh Zara.
__ADS_1
"Tapi tubuhmu terlalu kurus dari sebelumnya." katanya lagi, Davi tetap berada di depan hotel itu sampai tubuh Zara menghilang masuk, kemudian Davi pun menjalankan mobilnya untuk kembali ke apartemen yang selama ini dia tinggali seorang diri.
***