
"Za." seru Davi dari depan pintu kamar yang kini di tempati oleh wanita yang dia cintai itu.
Bukan tanpa alasan Davi melakukan hal itu, karena sudah hampir satu jam lebih Zara tak juga kunjung keluar dari dalam kamar setelah tadi mengatakan ingin ke kamar mandi.
Davi tampak memasang telinganya untuk mendengar jawaban dari Zara, namun nyatanya wanita itu tidak juga menjawab.
"Aku masuk ya?" ijinnya kali ini yang tetap tidak mendapatkan jawaban apapun.
Tangan Davi pun terulur menggapai gagang pintu yang memang tidak di kunci oleh Zara lalu membukanya.
Davi melongok ke arah dalam kamar dan melangkah maju saat melihat wanita yang sejak tadi dia panggil itu tengah berdiri di depan meja samping jendela.
"Aku sudah merusak hubungan kalian bukan?" suara Zara terdengar sangat kecil namun mampu menghentikan langkah kaki Davi.
Mata Davi pun akhirnya tertuju pada benda yang terus di tatap oleh Zara saat ini, benda yang ada di sebuah bingkai kotak yang terbuat dari kayu itu menampilkan wajahnya dan juga Lisa yang tengah tersenyum menatap ke arah kamera, senyum bahagia sesaat setelah mereka lulus kuliah.
Pada saat itu hubungan Davi dan Lisa masih sekedar teman biasa tidak lebih dari itu, Davi sangat senang memiliki Lisa yang selalu mau mendengarkan setiap ceritanya apapun itu.
Namun semua harus berakhir ketika Lisa terus memaksanya untuk menjadi lebih dari sekedar teman, sudah tidak ada lagi Lisa yang Davi kenal karena semenjak itu Lisa menjadi sangat posesif padanya bahkan memintanya untuk berhenti membicarakan wanita lain terutama Zara.
"Aku lupa menyingkirkannya." kata Davi yang lalu mengambil benda itu dan berniat untuk membuangnya ke tong sampah.
__ADS_1
Entah kenapa foto itu bisa berada di kamar tamu nya itu, sebab dia sama sekali tidak merasa sufah memajang foto itu di situ.
Siapa lagi jika bukan Lisa yang melakukannya karena dulu kamar itu adalah kamar milik Davi sebelum dia pindah ke kamar yang satunya.
"Apa aku jahat karena sudah merusak hubungan wanita lain?" perkataan Zara membuat Davi menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap punggung Zara yang masih saja berdiri di depan meja yang kini hanya ada sebuah buku catatan di atasnya.
"Dia sudah tahu bagaimana perasaanku selama ini Za. aku sudah mengatakan semua tentang kamu tentang penyesalan ku." kata Davi dengan suara yang terkesan dalam.
"Za."
"Aku wanita yang jahat Vi, aku bahkan menyakiti perasaan sesama wanita." tutur Zara yang akhirnya membuat Davi tidak bisa mengontrol emosinya sendiri.
Lelaki itu melempar bingkai yang sejak tadi di tangannya dengan keras hingga membentur dinding dan jatuh ke lantai dengan kaca yang sudah pecah berserakan membuat punggung Zara terangkat karena kaget.
__ADS_1
"Berhenti menyalahkan dirimu Zara!" tegas Davi dengan rahang yang mengeras, sedangkan Zara masih merasakan kekagetan dengan yang baru saja di lakukan oleh Davi.
"Aku sudah bilang padanya, dari awal pun aku tidak pernah mencintainya, aku bahkan selalu bercerita tentang kamu padanya. aku katakan padanya bahwa hanya dirimu lah yang ada di dalam hatiku, tapi dia masih dengan ambisinya terus saja memintaku untuk mau menjadi kekasihnya bahkan setelah aku menolaknya berulang kali!!" suara Davi terdengar sangat keras membuat Zara menutup kedua matanya menahan air mata yang ingin mengalir.
"Aku mencintai kamu Zara, hanya kamu!" berkata dengan penuh penekanan bahwa hanya Zara lah yang memang ada di hatinya selama ini.
"Tidak usah terus mengatakan hal bodoh bahwa kamu yang menyebabkan aku memutuskan Lisa, aku memutuskannya karena memang aku tidak ingin bersamanya, aku hanya ingin kamu!" kata Davi dengan keras lalu melangkah pergi meninggalkan Zara yang berdiri dengan kaki gemetar tidak percaya bahwa Davi bisa sangat marah padanya atas semua yang ia katakan.
Braaak..
Davi menutup pintu dengan sangat kencang hingga lagi-lagi membuat Zara di buat kaget karenanya.
\*\*\*\*\*
__ADS_1