Kejaran Cinta Zarania

Kejaran Cinta Zarania
Bagian 126


__ADS_3

Zara berlari masuk ke dalam kamar lalu mengunci pintunya agar Davi tidak bisa masuk, saat ini ia tengah marah dan kecewa terhadap lelaki yang katanya akan selalu berada di sampingnya namun nyatanya itu hanya omong kosong!


Bayangkan saja saat ia tengah merasa gelisah karena mengendalikan rasa ketakutan yang mendadak muncul saat ada dua orang pria dan satu wanita yang bernama Claire di kantor suaminya, ia yang tadinya tengah duduk dengan tenang justru merasakan seluruh tubuhnya bergetar, tapi apa yang di lakukan suaminya? suaminya itu malah sibuk berbincang dengan mereka terutama dengan Claire, wanita dengan rambut berwarna kecoklatan dan warna manik mata yang juga sama.


Berbincang dengan begitu tenang seakan tidak ada dirinya, atau mungkin memang ia tidak dianggap?


Zara menatap kedua telapak tangannya yang tadi ia jadikan pelampiasan rasa takut serta kecewa yang bercampur menjadi satu, mengepal begitu kuat hingga ada kulit tangannya yang terkelupas.


"Za.."


Panggilan dari Davi membuat Zara mengalihkan kedua matanya ke arah pintu yang sedang berusaha di buka.


"Jangan ganggu aku!" seru Zara dengan matanya yang memerah.

__ADS_1


"Claire hanya rekan bisnis Za, percaya padaku, sejak tadi aku sudah menjelaskan padamu," jelas Davi.


Tentu sejak perjalanan pulang tadi bahkan setelah Claire pergi dari kantornya dia pun segera memberikan penjelasan pada wanita yang tadi hanya diam menunduk, sebagai seorang suami dia juga tau apa yang istrinya rasakan saat itu tapi demi bertanggung jawab pada pekerjaan dia terpaksa mengabaikan istrinya, hanya untuk sesaat saja dan dia pikir Zara tidak akan apa-apa toh mereka masih berada di ruangan yang sama.


Tadinya Davi mengira hanya trauma saja yang muncul mengingat ada dua orang laki-laki yang berada bersama mereka, tapi nyatanya saat mereka semua pergi Zara terus saja menyebut-nyebut nama Claire.


"Pembohong! mungkin ini alasan kamu berniat membawa aku bertemu dengan psikiater, alasan kamu agar aku disangka gila agar kamu bisa bersama wanita lain!" teriak Zara dari dalam kamar.


Deg!


"Konyol Za, pikiranmu sangat konyol! aku tidak mengerti bagaimana bisa kamu memikirkan hal gila seperti itu!" kata Davi seraya menggelengkan kepala serta menarik napasnya menahan panas dari dalam dirinya yang muncul secara tiba-tiba.


Panas karena tidak terima mendapatkan tuduhan yang tidak mendasar dari sang istri yang sudah semakin berubah jauh dari yang dia kenal dulu.

__ADS_1


"Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri dan kamu masih mengelak?"


"Apa yang kamu lihat? aku bermesraan dengan Cla.."


"Jangan sebut namanya!" pekik Zara menutup kedua telinganya dengan telapak tangan yang masing-masing terluka di sertai dengan suara tangis yang mulai bermunculan.


"Buka pintunya Za," pinta Davi melembutkan suaranya menekan kemarahan yang tidak akan mungkin dia lampiaskan pada wanita yang dia sendiri pun tahu ada trauma yang makin lama makin menjadi jika terus di abaikan.


Zara tidak memberi jawaban ataupun bergerak untuk membuka pintu, ia malah menangis histeris membuat Davi menjadi sangat khawatir istrinya akan berbuat nekat, pria itupun segera mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu yang sepertinya mulai hari ini tidak perlu menggunakan kunci lagi, karena dia takut Zara akan melakukan hal tidak masuk akal yang akan membahayakan nyawanya.


"Kalau seperti ini kenapa kita tidak bercerai!" histeris Zara tepat saat pintu terbuka.


"Sampai kapanpun tidak akan pernah ada perceraian! kecuali aku mati!" seru Davi seraya mendekap tubuh sang istri sekalipun wanita itu menolak dan berusaha untuk menjauh darinya.

__ADS_1


*****


__ADS_2