Kejaran Cinta Zarania

Kejaran Cinta Zarania
Bagian 135


__ADS_3

Sudah menjelang pagi ketika Zara terbangun dari tidurnya.


Wanita itu memegangi selimut yang menutupi seluruh tubuhnya yang sekarang sudah memakai pakaian dalam, sudah pasti suaminya lah yang memakaikannya saat ia tertidur tadi setelah menangis karena tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.


Zara pun menyadarkan dirinya lalu menatap ke sebelahnya yang kosong, tidak ada sang suami di tempat itu.


Sadar dirinya sudah terlalu mengecewakan pria yang sangat ia cintai itu membuat Zara kembali meneteskan air mata.


"Kenapa harus seperti ini!" tutur Zara seraya menyentak kedua tangannya di atas tempat tidur.


"Aku ingin melupakannya tapi aku tidak bisa! aku tidak bisa," sekarang berkata dengan sangat lirih menyalahkan ingatan buruk yang selalu menghantui pikirannya.


Sedangkan Davi memilih untuk berdiam diri di sebuah kamar kosong yang saat ini sudah dia jadikan sebagai ruang kerjanya, entah sudah berapa lama dia duduk diam di kursi kerjanya dengan lampu yang di padamkan, pria itu hanya memanfaatkan pantulan lampu menembus gorden dari balkon apartemen.


Tercium baru asap rokok yang memenuhi ruangan itu, entah mulai sejak kapan pria itu menghisap rokok sedangkan saat masih duduk di bangku sekolah dia tidak pernah sekalipun menyentuh benda itu, padahal kebanyakan teman-temannya sudah kecanduan merokok di usia yang terbilang masih sangat muda.


Apa mungkin seorang Daviandra Arrayan mulai merokok untuk membantunya mengurangi sedikit beban pikiran yang mau tak mau harus dia hadapi?


Sudah sebanyak satu bungkus rokok yang Davi hisap sepanjang malam ini sampai akhirnya rokok terakhir sudah habis, namun pria itu bukannya menyudahinya malah kembali mengeluarkan satu bungkus rokok dari dalam laci dan kembali membukanya.


Saat Davi akan membuka bungkusan rokok itu tiba-tiba pintu terbuka membuat dia melihat ke arah pintu yang kini sudah ada seseorang berdiri di sana.

__ADS_1


Ya, seseorang itu adalah istrinya yang sejak tadi mencarinya namun begitu mencium asap rokok dari dalam ruang kerja suaminya membuat ia langsung membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu.


Zara langsung melangkah maju dengan cepat lalu mengambil bungkusan rokok yang masih utuh dari tangan suaminya.


"Kenapa merokok?" tanya Zara yang kedua matanya tampak sangat bengkak, tentu saja karena wanita itu menangis sampai tertidur lalu kembali menangis saat bangun dari tidur.


"Aku pria dewasa, tidak ada yang aneh jika aku merokok," sahut Davi tenang seraya melihat ke arah jendela yang tertutup rapat.


"Tapi sejak dulu kamu tidak pernah merokok!" cecar Zara tak terima dengan jawaban yang suaminya berikan.


"Sekarang aku ingin," untuk kedua kalinya Davi menjawab dengan datar.


"Kenapa seperti ini? kenapa harus melampiaskan semua yang kamu rasakan pada rokok," lirih Zara sangat tau apa yang di rasakan oleh pria yang saat ini tak mau menatapnya.



Tanpa berkata Davi langsung beranjak dari duduknya lalu mengambil rokok yang ada di tangan Zara lalu meremasnya hingga tidak berbentuk lagi dan melemparkannya ke atas lantai lalu kali ini menginjaknya.



"Sekarang Sudah tidak ada rokok sialan itu, jadi tidak usah membicarakan hal yang tidak perlu!" tegas Davi.

__ADS_1



Zara sungguh di buat tercengang dengan kata kasar yang baru saja terlontar dari mulut sang suami.



Kata sialan yang tercetus dari mulut Davi sangat terasa asing di telinga Zara karena selama menikah rasanya ia tak pernah mendengar suaminya berkata-kata kasar begitu.



Apa sekarang Davi juga merubah perangainya? Zara pun tidak tau, yang ia pikirkan saat ini adalah suaminya tengah merasakan tekanan yang sangat besar karena harus menghadapi istri seperti dirinya yang bahkan tidak bisa memenuhi kebutuhan batin sang suami.



"Aku sudah menghubungi psikolog yang lain," kata Davi menatap Zara dengan tatapan yang tak biasa.



"Tidak perlu, aku akan mencari sendiri psikolog untuk membantuku, aku tidak ingin terus merepotkan mu. aku akan berusaha untuk sembuh," jelas Zara lalu meninggalkan Davi seorang diri dalam kegelapan.


__ADS_1


\*\*\*\*\*


__ADS_2