
Suara gedoran yang di barengi dengan bunyi bel yang berkali-kali membuat akhirnya Davi tersadar akan apa yang tengah dia lakukan pada wanita yang sangat dia cintai itu.
Tubuh Zara sudah terlihat hampir semuanya di bawah Davi yang tengah mengungkungnya.
Mata Davi melihat binar di mata Zara yang entah karena sedih atau perasaan lain karena harus kembali menghadapi kegilaan yang sangat sulit Davi kontrol jika saja tidak ada hal yang membuat dia akhirnya tersadar, seperti layaknya kejadian di Villa tempo hari lelaki itu baru sadar dengan perbuatannya ketika lampu menyala, dan sekarang pun kejadian yang sama terulang kembali namun bedanya saat ini suara gedoran serta bel yang sangat kencang akhirnya mampu membuatnya sadar dari tindakan yang pasti akan menyakiti hati dan perasaan Zara setelahnya, meski sejak tadi Zara juga sudah mulai larut dengan apa yang dia lakukan.
Namun tetap saja pasti Zara akan kecewa terhadapnya setelah itu.
"Davi keluar kamu!!!" suara teriakan dari luar pintu membuat Davi segera memakai kembali pakaiannya dan bergegas keluar setelah menyelimuti tubuh Zara yang memamerkan kulit putih tanpa cacatnya itu.
Suara gedoran malah semakin keras terdengar ketika Davi sudah bersiap untuk membuka pintu.
Saat pintu terbuka muncul satu wajah yang dari suaranya saja sebenarnya Davi sudah mengetahui siapa makhluk yang menjadi penolongnya saat ini karena berhasil menyadarkan dirinya.
Harus kah dia berterimakasih pada sang mantan kekasih yang sekarang berdiri di depannya dengan wajah dipenuhi Angkara murka.
Sepertinya Davi tidak akan melakukan hal itu karena dia tahu tujuan Lisa datang ke apartemennya sekarang ini adalah untuk kembali mengamuk padanya karena tak terima telah di putuskan di saat wanita itu sangat mencintainya.
Lisa merangsek masuk ke dalam membuat Davi berusaha menahannya namun nyatanya wanita yang dia hadapi sangat beringas bahkan dengan sengaja menggigit lengan Davi dengan sangat kencang.
Davi memperhatikan tangannya yang kini luka karena perbuatan Lisa begitu tak percaya bahwa inilah sifat asli Lisa yang sebenarnya.
"Kenapa kamu mengganti password apartemen ini?!" tanya Lisa yang sangat tidak terima mengetahui bahwa Davi sudah mengganti password hingga ia tidak bisa lagi masuk dengan leluasa ke apartemen milik lelaki itu.
"Kita sudah tidak punya hubungan apapun, lebih lagi sejak dulu aku tidak pernah memberikan kamu ijin untuk masuk apartemen ku sesuka hatimu, aku tidak pernah memberitahu mu tentang password apartemen ini!" seru Davi menyatakan kebenaran tentang hubungan mereka yang sudah berakhir.
"Aaaaahhh." Lisa dengan gilanya malah berteriak histeris mendengar pernyataan Davi tentang hubungan yang sudah tidak lagi ada antara mereka.
Zara yang mendengar suara teriakan dari arah luar gegas memakai kembali pakaiannya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi meski pun telinganya sudah menangkap pembicaraan dua orang di depan dan pasti Zara sudah tau siapa yang saat ini datang.
Zara melangkah menuju pintu dan membukanya tepat saat pintu terbuka matanya langsung bertemu dengan tatapan penuh kemarahan dari wanita yang sejak tadi berteriak memaki Davi.
__ADS_1
Lisa yang tengah memaki Davi pun bungkam dengan deru napas yang sangat kencang membuat Davi menoleh kemana mata Lisa kini tengah menunjukkan kemarahannya.
Davi langsung bergerak cepat menuju Zara sebelum Lisa melakukan tindakan yang menyakiti wanita di depan pintu kamarnya saat ini.
Namun nyatanya posisi Lisa yang lebih dekat pada kamarnya membuat Davi terlambat, wanita itu sudah menarik rambut Zara dengan sangat kencang disertai dengan makian yang ditujukan untuk Zara.
"Dasar wanita murahan, memanfaatkan tubuh untuk bisa tidur dengan Davi." Lisa berkata seolah dirinya adalah wanita yang sangat suci.
"Lepas Lisa." seru Davi berusaha melepaskan cengkeraman Lisa dari rambut Zara.
Zara tidak mampu berkata apapun karena kini hanya air matanya lah yang mengalir deras seraya menatap Davi yang tengah berusaha membantunya.
"Lisaaa!!!" suara Davi terdengar sangat kencang membuat mata Lisa melotot tajam pada Zara.
"Tidak akan, dia wanita murahan yang sudah berani tidur dengan kekasihku." perkataan konyol diucapkan oleh Lisa.
"Zara bukan wanita murahan seperti dirimu Lisa!" perkataan Davi mampu membuat Lisa mengendurkan cengkeramannya di rambut Zara.
"Apa? apa maksudmu? kamu mengatakan aku murahan? lihatlah siapa yang sekarang berada di apartemen dan tidur berdua saja dengan lelaki, apa itu bukan wanita murahan?" Lisa menatap tajam Zara yang sudah berdiri di belakang tubuh Davi.
"Kenapa kamu melindunginya?!" seru Lisa mencoba menggapai Zara namun Davi terus menghalanginya.
__ADS_1
"Karena Zara wanita yang aku cintai, dia tidak seperti yang kamu katakan, dia bukan wanita murahan." sanggah Davi tajam.
"Dia memang wanita murahan sialan yang rela tidur dengan kekasih orang!" bentak Lisa dengan nada tinggi.
"Kamu wanita murahan itu Lisa, kamu! tidak ada wanita yang lebih murahan selain wanita yang bahkan berulang kali tidur dengan teman dari kekasihnya." Davi berkata pedas membuka semua yang selama ini ia simpan.
Mata Lisa membelalak tak percaya ternyata Davi mengetahui apa yang ia dan Robert lakukan selama ini dan dengan tingkah anehnya Lisa malah bersujud di depan Davi lalu menangis kencang.
"Maafkan aku Davi, Robert yang memaksaku saat itu, itu juga karena kamu tidak pernah memberikan apa yang aku minta bahkan untuk sekedar berciuman pun kamu tidak mau." Lisa malah membela dirinya dengan uraian air mata yang semakin membuat Davi muak.
"Pergi dari sini." usir Davi tajam seraya tangannya terulur ke belakang untuk memegangi tubuh Zara yang sekarang tengah menangis di punggungnya.
"Aku tidak mau." tolak Lisa.
"Keluar!!" suara Davi menggelegar di dalam apartemen itu membuat Zara tersentak.
Lisa pun bangkit dari lantai dan terus memberikan tatapan tajamnya untuk wanita yang berada di balik tubuh Davi.
"Aku tidak akan pernah membiarkan kamu bersamanya." setelah berkata seperti itu Lisa beranjak pergi.
Lisa menutup pintu dengan sangat kencang dan kini pecahlah tangis Zara yang membuat Davi merasa sangat bersalah.
"Maafkan aku Za, Aku sudah membuat kamu berada di posisi menyakitkan seperti ini." ucap Davi lemah menyadari semua yang sekarang menimpa diri Zara adalah kesalahannya yang ceroboh menerima Lisa menjadi kekasihnya.
Harusnya dulu dia terus saja menolak Lisa dan tidak memberi kesempatan pada wanita itu untuk menjadi kekasihnya.
Sungguh dia sakit melihat Zara di perlakukan seperti tadi oleh Lisa, dia tidak akan mungkin memaafkan dirinya sendiri jika Zara sampai terluka nantinya.
Davi merapikan rambut Zara yang sangat berantakan dengan tangannya yang sebenarnya juga terluka karena perbuatan Lisa, sungguh Davi tidak pernah menyangka bahwa seperti inilah sifat Lisa yang sebenarnya yang di penuhi dengan obsesi untuk memiliki dirinya.
****
__ADS_1