
Setelah tragedi gudang dan sorenya terjadi tragedi di lapangan basket, Zara berusaha untuk menghindar dari Ipul, bukan karena ia marah pada temannya itu namun lebih karena ia merasa bersalah pada dirinya sendiri karena tidak bisa membalas perasaan dari sang sahabat yang sempat terucap kala di gudang saat itu.
Zara sebenarnya memiliki sayang kepada Ipul namun rasa sayangnya berbeda dengan yang dirasakan oleh sahabatnya itu.
Tapi sayang Zara lebih sebagai seorang sahabat sekaligus saudara sedangkan rasa sayang Ipul Zara tahu itu sayang antara lelaki terhadap wanita, sayang karena diiringi oleh cinta yang berjalan seirama.
Sungguh Zara tidak pernah ingin semua ini terjadi antara dirinya dan Saipul, ia mengira pertemanannya dengan Ipul tidak akan pernah tercemari dengan rasa suka seperti apa yang telah diungkapkan oleh Ipul kepadanya.
Zara yang terusan berusaha untuk menghindari Ipul nyatanya pun mengalami hal yang dialami oleh Ipul, Davi sudah tidak lagi terlihat dan tak pernah juga menghubunginya membuat seorang gadis bernama Zarania menjadi kalut dan gelisah, ia cemas memikirkan pemuda itu yang sempat melakukan pemaksaan kepadanya saat di lapangan basket tempo hari.
Lapangan basket yang menjadi saksi Zara di buat menangis oleh kekasihnya sendiri yang menjadi sangat marah kepadanya karena sebuah rekaman yang menampilkan dirinya dan Ipul tengah menempelkan bibir dalam Zara yang juga terkejut dengan perbuatan yang dilakukan oleh Saipul.
__ADS_1
Berulang kali Zara memandangi layar HPnya guna mengecek pesan yang ia kirimkan kepada Davi, namun nahas pesan yang ia kirim tak kunjung terbaca bahkan hanya menampilkan sebuah tanda ceklis satu yang artinya pesan itu belum terkirim.
Bukan hanya itu foto profil Davi pun sekarang sudah tidak nampak, kosong yang semakin membuat Zara panik.
Raut wajah gadis itu sungguh tegang pikirannya pun langsung menduga bahwa Davi sudah memblokir nomornya.
Dengan tangan gemetar Zara mencoba untuk menghubungi nomor Davi lewat panggilan biasa terdengar bunyi tersambung dan hal itu sekejap membuat Zara melemas. benar dugaannya kalau Davi sudah memblok WhatsApp nya.
Zara menunggu panggilannya di angkat oleh Davi dengan jantung yang berdebar, namun sesaat kemudian bukannya mendengarkan suara Davi melainkan teleponnya di tolak begitu saja dan ketika Zara mencoba untuk kembali menghubunginya nomor itu malah tidak aktif.
"Apa kamu masih marah sama aku?" gumam Zara memikirkan Davi yang tidak mau menghubunginya sama sekali bahkan kini memblokir nomornya seolah tidak ingin menerima telepon darinya.
__ADS_1
Langit sudah menggelap dan bulan pun muncul ditemani dengan bintang-bintang yang bertaburan disekitarnya.
Sikap Davi yang seperti ini malah semakin membuat seorang Zara dilingkupi oleh rasa penasaran, penasaran dengan ada apa dan kenapa dengan pemuda itu, apakah Masih marah dengannya? atau ada hal lain.
Zara menarik napasnya dengan sangat panjang lalu berdiri dari duduknya.
"Aku harus minta penjelasan darinya." ucap Zara dengan pelan berbicara pada dirinya sendiri.
Setelah banyaknya pertanyaan di dalam hatinya gadis itu akhirnya memutuskan untuk mendatangi Davi di rumahnya dan bertanya langsung kepada kekasihnya itu, beruntung ia tahu dimana kekasihnya itu tinggal jadi ia tidak perlu direpotkan untuk bertanya ke sana sini alamat Davi.
Zara memesan ojek online dan langsung menunggu kedatangan kendaraan itu di luar taman yang lampunya yang menyala semua.
__ADS_1
Begitu kendaraan roda dua itu datang tanpa banyak bicara Zara pun langsung meminta pengendara itu untuk segera berangkat ke alamat yang ia tuju.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*