Kejaran Cinta Zarania

Kejaran Cinta Zarania
Bagian 11


__ADS_3

Ditengah kebingungan Saipul mencari Zara, nyatanya gadis yang pemuda itu cari tengah bersama Davi sang kakak sepupunya.


Tadi siang sebenarnya Zara berniat untuk berbicara dulu kepada Ipul namun Davi yang sudah menunggunya diluar gerbang terus menghubungi memintanya untuk segera keluar, jadilah setelah pelajaran selesai Zara langsung pergi tanpa bertemu Saipul lebih dulu.


Zara mengeluarkan HP nya dari dalam tas karena benda pipih itu berbunyi.


"Telepon dari siapa?" Davi yang duduk didepan Zara ikut melihat nama sang penelepon.


"Temen aku." sahut Zara seraya bersiap untuk menjawab panggilan dari Saipul, namun tangan Davi sudah lebih cepat merampas benda itu dari Zara.


"Bisa nggak, simpen dulu HP kamu, kita kan baru jadian." kata Davi kepada Zara yang saat itu sudah resmi menjadi kekasihnya.


Sungguh Zara tidak menyangka jika Davi memiliki perasaan yang sama dengannya ketika pertemuan pertama kali mereka di toilet pom bensin, yah setidaknya itulah yang dikatakan oleh Davi saat meminta Zara menjadi pacarnya.


Dan Zara dengan polosnya percaya dengan pernyataan Davi serta dengan mudahnya ia menerima pernyataan cinta Davi tanpa memikirkan nya lebih dulu.


Zara bukannya tidak mau menjawab ataupun membalas telepon serta pesan yang Ipul kirimkan, tapi Davi yang langsung mengambil HP nya begitu saja dan mengantongi nya.


"Nanti kalau sudah mau pulang baru aku kembalikan." pungkas Davi tanpa mau dibantah sedikitpun.


Jadilah sejak tadi Zara hanya terus melirik kearah kantong sekolah Davi ketika lampu HP nya menyala tanda ada panggilan masuk.


Ipul pasti cemas, panik serta bingung mencari Zara, apalagi sejak tadi Ipul tak berhenti menghubungi.

__ADS_1


...Kata itulah yang terus melingkar didalam kepala Zara, sebab ia sangat tahu bagaimana sifat Saipul ketika ia tidak memberi kabar pada pemuda itu....


Namun nyatanya sebagai seorang gadis yang tengah jatuh cinta ia tidak mampu untuk berbuat apapun untuk sekedar memberi kabar pada Ipul.


Apalagi hari ini hari pertama dirinya dan Davi resmi berpacaran, yah meskipun aneh rasanya baru dua kali bertemu sudah langsung jadian padahal pertemuan pertama pun tidak disengaja oleh mereka.


Akan tetapi pesona Davi dan kota-kota manis nya sungguh membuat Zara seolah tidak memiliki kuasa untuk menjawab tidak.


Apalagi saat melihat senyum Davi yang terus terlontar kala ia mengangguk memberikan jawaban.


Sungguh wajah tampan serta senyum menawan tidak bisa lagi ia tampik, meski saat melihat dari dekat Zara melihat senyum serta wajah Davi seperti tidak asing.


Tapi kemudian Zara kembali mengacuhkan hal itu karena dibenaknya saat ini sedang di kerubungi oleh bahagia yang tidak pernah ia sangka sebelumnya ternyata akan seperti ini kisah percintaan dirinya yang menaruh hati pada pertemuan tak sengaja di toilet pom bensin.


"Kok bengong?!" Davi membuyarkan lamunan Zara yang terbagi menjadi dua antara Ipul dan pemuda didepannya sekarang ini.


Davi menarik napas.


"Kirain mikirin HP yang aku sita." sindir Davi yang tadi sempat melihat nama sang penelepon dan begitu dia tahu itu adalah Saipul tangannya langsung merebut dan menyimpan HP Zara.


"Iih apaan siih." kata Zara.


Davi mengedikkan bahunya.

__ADS_1


"memangnya yang telepon siapa siih? aku lihat sekilas kayak nama cowok." kata Davi bohong seakan dia tidak mengenal Saipul yang bahkan waktu kecil mereka sering bermain bersama sampai SMP namun ketika duduk dikelas satu SMA perlahan sifat Davi berubah, dia seolah tidak mau lagi berbicara dengan Ipul dan ketika bertemu di jalan pun Davi memilih untuk berpura-pura tidak melihat adik sepupunya itu.


Tidak tahu apa yang terjadi dengan Davi sekarang ini Saipul juga sebenarnya tidak mengerti, jika hanya karena Davi tidak ingin selalu dibandingkan dengan Ipul tentunya sejak dulu Davi akan marah, tapi tidak Davi hanya tertawa dan menganggap itu hanya sebuah motifasi agar dirinya menjadi lebih baik.


Tidak seperti sekarang yang malah menjadi liar seperti ini, entahlah mungkin Davi yang memang salah memilih teman hingga menjerumuskan dia menjadi pemuda nakal yang lebih sering tidur di sebuah tempat yang mereka sebut basecamp.


Setiap malam minggu tempat itu akan ramai oleh teman-temannya yang bergadang sambil memainkan gitar dan bernyanyi.


Namun ketika Davi sedang merasa kesal di rumah dia akan memilih tidur ditempat nongkrongnya itu bahkan pernah berhari-hari dia tidak pulang ke rumah sama sekali.


Daripada bertambah muak di rumah lebih baik tidak pulang, begitu yang ada didalam pikiran Davi, bahkan pemuda itu mematikan HP nya agar orang tuanya tidak bisa menghubungi dirinya.


"Temen kok." sahut Zara.


"Yakin cuma teman?" tanya Davi lagi dengan wajah yang menampakkan ketidak percayaan, setidaknya itulah yang Zara sangka.


"Beneran kok cuma teman." kata Zara dengan senyum yang merekah agar Davi tidak meragukan dirinya.


"Ya udah aku percaya sama kamu, mau pulang sekarang?" ucap Davi.


Zara mengangguk cepat karena memang hari sudah semakin larut dan ia harus segera pulang jika tidak ingin terkena masalah lagi yang mengharuskan ia keluar tenaga untuk melawan dua orang perempuan di rumah.


"Ayok." Davi berdiri lebih dulu diikuti oleh Zara dan mereka langsung berjalan kearah motor yang terparkir dihalaman cafe tempat yang sama dengan yang malam minggu didatangi oleh Zara dan Saipul dan tempat Davi meminta nomor HP nya.

__ADS_1


Hingga akhirnya seperti inilah hubungan mereka sekarang, sepasang kekasih yang sebenarnya hanyalah Zara saja yang mencintai Davi, sedangkan pemuda itu tidak memiliki rasa apapun terhadap Zara.


****************


__ADS_2