Kejaran Cinta Zarania

Kejaran Cinta Zarania
Bagian 67


__ADS_3

Keesokan malamnya Zara sudah duduk menunggu Ipul, di tempat yang mengingatkannya pada seseorang.


Awalnya Zara merasa sangat aneh saat membaca DM dari Ipul yang mengajaknya bertemu di tempat yang dulu pernah ia datangi bersama Davi, namun kemudian Zara menepis semua pikiran anehnya itu karena merasa yang mengirim DM itu adalah Ipul, temannya sendiri.


"Nggak mungkin juga tuh orang." gumam Zara di dalam hatinya.


Zara duduk di bangku kosong seraya matanya berkeliling meneliti setiap perubahan yang ada di danau itu sekarang.


Namun setelah sekian tahun nyatanya tidak banyak yang berubah di tempat itu, Gazebo yang dulu pun masih ada hanya saja kini sudah tampak lebih bagus dari yang dulu saat dimana ia mendapati kekasihnya tengah berduaan dengan seorang wanita dan hampir saja berbuat mesum jika ia tidak segera datang.


Zara menarik napas menatap nanar kala mengingat kejadian yang sudah bertahun-tahun itu.


Semua seakan kembali melintas di pelupuk matanya, tentang bagaimana lelaki yang sungguh ia sayangi justru terus memintanya untuk pergi sekalipun ia berusaha untuk menolak, tapi kenyataan bahwa lelakinya tidak ingin bersamanya sungguh menggoreskan luka tersendiri.


Setitik air jatuh dari kedua belah matanya ketika mengingat kejadian demi kejadian yang pernah ia lalui dulu membuat Zara tidak menyadari bahwa sejak tadi ada seseorang yang tengah memperhatikannya dari kegelapan malam.


Davi yang sebenarnya sudah sampai di tempat itu bahkan jauh sebelum Zara datang hanya berdiam seraya memperhatikan wanita yang jauh lebih kurus dari sebelumnya.


Davi menarik napas ketika menyadari Zara tengah menangis sadar bahwa dia sudah sebegitu jahatnya pada wanita yang menyayangi dirinya.


Sadar bahwa dia telah menyia-nyiakan betapa tulusnya rasa cinta yang Zara beri untuknya.


"Maafkan aku Zara." gumamnya dengan segurat kesedihan yang terpancar di wajah rupawan nya.


Davi terus menatap Zara hingga sesaat kedua matanya melihat ada dua orang lelaki yang menghampiri wanita yang dia rindukan itu.


Kedua matanya terpicing kala dua orang itu duduk di samping kiri kanan Zara, terlihat sekali Zara merasa tidak nyaman dan akan berdiri untuk pergi namun salah satu dari lelaki itu malah dengan tidak sopan nya memegang tangan Zara.


"Jangan kurang ajar!" bentak Zara seraya mencoba untuk melepaskan tangan lelaki yang tidak ia kenal itu.


Dan tanpa berpikir apapun Davi segera berlari cepat lalu meninju wajah lelaki yang tengah memegangi Zara hingga tersungkur di bangku taman itu.


"Siapa lu!" sentak salah satu lelaki itu dengan wajah beringasnya karena tidak terima temannya di tinju oleh seseorang yang tiba-tiba muncul mengganggu kesenangan mereka.

__ADS_1


"Davi." seru Zara terkejut namun sesaat kemudian makin berteriak kala lelaki yang tadi di tinju oleh Davi balas meninju perut mantan kekasihnya dengan cukup keras.


Davi tidak tinggal diam, dia berusaha untuk melawan dua orang yang mengeroyoknya.


Hal itu membuat Zara semakin ngeri menyaksikan pukulan demi pukulan yang di terima oleh Davi, hingga akhirnya membuat Zara berteriak histeris meminta pertolongan.


"Tolooong." teriak Zara yang langsung membuat orang-orang berkumpul untuk memisahkan perkelahian satu lelaki melawan dua orang.


Orang-orang itu berusaha untuk memisahkan ketiga lelaki yang masih saling memukul.


Sungguh emosi Davi yang memuncak melihat Zara di perlakukan seenaknya oleh orang lain membuatnya sangat panas.


Makian terus dia lontarkan kepada dua orang itu sekalipun kedua orang itu sudah di bawa pergi menjauh dari hadapannya.


Zara meringis melihat wajah Davi yang babak belur akibat perkelahiannya tadi.


Bahkan sudut bibirnya tampak mengeluarkan darah.


Zara pun menarik tangan Davi untuk duduk lalu ia membuka Tasnya untuk mengeluarkan tisu guna membersihkan darah yang ada di bibir Davi.


"Bersihkan sendiri." kata Zara akhirnya menyerahkan tisu ke tangan Davi.


Wanita itupun lantas berdiri yang membuat Davi menatapnya dan bertanya.


"Kamu mau kemana?" tanya Davi.


"Aku mau pulang, orang yang aku tunggu sepertinya nya tidak akan datang." ucap Zara seraya beranjak


"Ipul memang tidak akan datang Za." ujar Davi yang langsung membuat Zara menatapnya dengan tatapan heran.


"Maksud kamu?" tanya Zara tak mengerti.


"Za, Aku yang meminta mu datang ke sini." ungkap Davi yang sudah pasti membuat Zara memberinya tatapan tajam dan pergi begitu saja tanpa berkata apapun.

__ADS_1


"Zara." panggil Davi seraya mengejar Zara yang berjalan sangat cepat.


"Brengsek." maki Zara sambil terus melangkah sangat cepat tidak peduli di belakangnya Davi tengah mengejar dirinya.


"Kita harus bicara Za." seru Davi seraya menarik tangan Zara untuk menghentikan langkah wanita itu.


"Sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi Dav." sahut Zara seraya menatap kedua mata lelaki yang ada di hadapannya dengan jarak yang sangat dekat itu.


"Ada, Ada banyak yang harus kita bicarakan." ujar Davi dengan dada yang bergemuruh kencang.


Zara menggeleng lemah.


"Kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi, semua sudah berakhir saat aku menyetujui permintaan kamu untuk putus." tutur Zara dengan rasa getir yang menyeruak di dalam hatinya.


Sungguh menatap Davi dengan jarak yang sangat dekat setelah bertahun-tahun lamanya membuat perasaannya campur aduk, kesedihan serta rindu bercampur jadi satu membuatnya semakin bingung dengan perasaannya sendiri.


"Aku ingin memperbaiki semuanya." ujar Davi.


Hati Zara tersentak mendengarnya.


"Apa lagi yang harus di perbaiki Davi? apa?" seru Zara dengan suara yang meninggi.


"Hubungan kita." jawab Davi.


"Tidak." Zara menggeleng menolak pernyataan Davi.


Merasa banyak yang tengah memperhatikan mereka akhirnya Davi membawa Zara untuk masuk ke dalam mobilnya.


"Aku mau pulang!" sentak Zara tidak mau masuk ke dalam mobil.


"Aku akan antar kamu pulang setelah kita bicara." kata Davi seraya mendorong Zara duduk di dalam mobilnya dan menutup pintu itu.


Davi membawa mobilnya pergi dari danau tempatnya dulu bersenang-senang dengan teman-teman nongkrongnya, tempatnya kala melakukan hobi balapan yang akan selalu dia menangkan.

__ADS_1


****


__ADS_2