Kejaran Cinta Zarania

Kejaran Cinta Zarania
Bagian 124


__ADS_3

Malam hari di kota besar yang selalu sibuk dan seakan tidak pernah punya kesempatan untuk beristirahat terdapat sepasang kekasih yang sebentar lagi akan melaksanakan pernikahan.


Duduk saling berhadapan di sebuah cafe yang biasa tutup tengah malam dengan dua gelas minuman di atas meja tepat di depan keduanya.


Sesekali Ipul melirik pada wajah wanita lembut di hadapannya saat ini, melihat cemas sebab wajah wanita yang akan menjadi istrinya tampak tidak seperti biasanya, ada sesuatu yang ingin wanita itu sampaikan namun entah kenapa belum juga terucap meski mereka sudah berada di cafe ini hampir satu jam lamanya.


Hanna, wanita lembut yang beberapa tahun setia menemani dirinya, wanita lembut namun tegar karena masih saja mau menerima dirinya setelah apa yang sudah dia lakukan, setelah kekecewaan yang sudah dia berikan akan tetapi wanita itu masih tetap memaafkan dirinya dan memberikan kesempatan meski wajahnya terlihat gurat keraguan.


Mungkin wanita itu juga tengah bertarung dengan pikirannya sendiri untuk meneruskan pernikahan yang sudah mereka rencanakan sejak dulu atau memilih untuk benar-benar mengakhirinya, menekan rasa sakit hati ketimbang harus menikah dengan lelaki yang masih menyimpan perasaan pada wanita lain.


Di saat ini sangat jelas bahwa Hanna ingin menekan egonya sendiri, setelah sempat memikirkan semuanya matang-matang agar ia tidak tersakiti nantinya apabila tetap memilih untuk terus melanjutkan pernikahan mereka.


"Mas," setelah keterdiaman yang cukup lama akhirnya Hanna pun mulai bersuara yang justru terdengar seperti sebuah gumaman semata, namun meskipun begitu suaranya yang tak jelas itu tetap saja terdengar masuk ke dalam telinga lelaki di depannya meski mengalun pelan namun terasa seperti cambuk yang siap menyisakan goresan luka memar jika sampai di teruskan.

__ADS_1


Ipul mengangkat wajahnya semakin sejajar dengan tatapan sang wanita yang tadi menggumamkan namanya meski sejak tadi diapun sudah menatap wajah lembut serta tatapan nan sendu yang tak tahu kenapa malah justru membuat Ipul merasa takut untuk mendengarkan lebih jauh lagi apa yang ingin wanita itu sampaikan.


Jelas terlihat jika ada hal penting yang akan dia dengar dari bibir kecil wanitanya itu, jika tidak ada hal penting tentu wajah sang wanita itupun tidak akan tampak seperti sekarang ini bukan?


Ipul mendesah berat, sungguh terasa amat berat seraya menanti apa yang selanjutnya akan keluar dari mulut Hanna sekarang ini.


Hanna menatap dalam pria yang entah kenapa sampai saat inipun masih sangat ia sayangi sekalipun pria itu telah menorehkan luka yang sebenarnya sulit untuk ia lupakan.


Mengingat setiap malam ia yang selalu membayangkan apa yang sudah Ipul lakukan pada Zara membuatnya terus meneteskan air mata seraya mempertanyakan bagaimana sebenarnya perasaan Ipul terhadap dirinya.


Dan dengan cepat wanita di depannya itupun menganggukkan kepala memberikan jawaban yang sebenarnya sudah ia susun rapi di dalam kepalanya.


"Apa?" tanya Ipul kemudian dengan menahan gejolak di dalam hatinya.

__ADS_1


"Tentang pernikahan kita," ucap Hanna sambil memberanikan diri menatap kedua manik mata pria di depannya.


Deg!!


Jantung Ipul pun seolah berhenti berdetak untuk sesaat, meski sudah menduga namun kenyataannya dia tetap saja terkejut mendengar ucapan Hanna barusan.


Wajah Ipul berubah seketika namun sebisa mungkin dia menyembunyikannya, berusaha bersikap tenang seraya bertanya, "kenapa dengan pernikahan kita?" tanyanya dengan suara yang berat.



"Aku ingin membatalkan pernikahan kita."


__ADS_1


\*\*\*\*\*\*


__ADS_2