
Sekian lama mencari diantara gerombolan anak-anak muda yang berkumpul akhirnya Zara melihat Rian, teman Davi yang kemarin bersamanya.
Gadis itupun bergegas untuk menghampiri pemuda itu dan menanyakan keberadaan Davi yang sejak tadi tidak terlihat juga oleh matanya.
"Rian." panggilan Zara sontak saja membuat bukan hanya Rian yang menengok ke arahnya, tapi juga teman-temannya yang sedang berkumpul bersamanya.
Dan bisik-bisik pun mulai keluar dari mulut mereka, entah membicarakan apa, namun yang dari tatapan mata mereka Zara tahu bahwa dirinyalah yang tengah jadi perbincangan mereka.
Tak mau ambil pusing Zara langsung saja mendekati Rian yang sudah berdiri menunggu kedatangan dirinya.
"Ngapain ke sini malam-malam?" pertanyaan yang langsung terlontar dari mulut Rian yang sejak mendengar suara Zara langsung merasa kaget karena kekasih dari temannya itu sudah ada di tempat itu, Rian sangat tahu bahwa Zara sedang mencari seseorang dan tentu saja seseorang itu dia tahu benar siapa.
"Davi mana?" langsung mengajukan pertanyaan yang sudah bisa di tebak oleh Rian.
"Nggak ada." sahut Rian namun wajahnya menampakkan keraguan yang membuat Zara merasa curiga.
"Pulang sana, udah malam." usir Rian seraya kembali duduk, terlihat sekali bahwa dia tidak ingin berlama-lama berbicara dengan Zara karena dia tidak mau sampai keceplosan bicara.
__ADS_1
Zara terus saja melihat Rian yang mengabaikan dirinya dan melanjutkan obrolan tak jelas dengan teman-temannya yang tidak Zara kenal.
Tatapan Zara membuat Rian jadi salah tingkah disertai dengan tubuhnya yang bergerak gelisah, dia tidak nyaman karena Zara terus berdiri di tempat semula padahal dia sudah memintanya untuk pergi dari tempat itu.
"Udahlah kasih tahu aja." kata Ari yang memang sejak tadi mulutnya sudah sangat gatel ingin memberitahukan dimana Davi berada saat ini.
Ucapan Ari tentu saja membuat Zara makin penasaran dan semakin mendesak Rian untuk memberitahu dirinya ada dimana Davi.
"Mana Davi Rian?!" tanya Zara dengan suara yang kencang dan tegas agar Rian berkata jujur padanya.
Tindakan Zara itu membuat Rian mendengus kesal.
"Noh Davi di sana." tunjuk Ari ke tempat yang cukup gelap dan ada sebuah bangunan gazebo yang sepertinya memang sering dijadikan tempat untuk berkumpul oleh anak-anak muda itu, karena saat kemarin datang bersama Davi gazebo itu tampak begitu ramai dengan suara-suara nyanyian yang diiringi oleh petikan gitar.
Tanpa banyak berpikir dan bertanya dengan siapa Davi di sana Zara pun lantas menggerakkan kakinya dengan cepat menuju tempat itu yang terlihat sepi.
"Ngapain lu kasih tahu sih Ri!?" Rian tampak berbicara pada Ari yang tadi malah dengan sengaja menunjukkan di mana Davi berada.
__ADS_1
"Ya biarin ajalah, biar dia lihat si Davi kayak gimana." sahut Ari dengan entengnya.
"Dari awal kan Davi emang nggak ada perasaan apa-apa sama dia, niatnya cuma buat bikin Saipul marah doang, jadi biarin aja tuh cewek tahu kayak apa si Davi." lanjut Ari lagi.
"Tapi kan gue kasihan sama tuh cewek, dia nggak tahu apa-apa tentang Saipul sama Davi tapi malah dilibatkan, nggak lucu banget, nah sekarang si Davi malah mojok sama Si Dinda, kan gila." Rian berkata geram mengingat Davi yang diam saja ketika Dinda menggeret nya ke gazebo gelap yang biasa mereka tempati.
"Ya karena gue juga kasihan sama tuh cewek makanya gue kasih tahu, biar dia nggak usah ngejar-ngejar Davi lagi, lu denger sendiri kan? tadi si Davi juga bilang kalau gertak tuh cewek buat putus, tapi itu cewek malah nggak mau." ucap Ari mengingatkan Rian tentang yang tadi dikatakan oleh Davi pada mereka.
Rian menjadi diam dan dalam hatinya turut serta membenarkan pernyataan Ari kali ini.
Sebaiknya memang Zara harus tahu tentang seorang Davi agar tidak semakin sakit hati nantinya.
Rian menatap punggung Zara yang terus berjalan ke arah gazebo tempat di mana Davi berada sekarang ini dan entah sudah sampai melakukan apa dengan Dinda.
Tentu kelakuan orang yang sedang tidak sadar akan melakukan tindakan yang berlebihan.
Rian tahu Davi dalam keadaan tidak sadar karena habis menenggak alkohol hampir setengah botol hingga membuatnya tidak sadarkan diri dan itu dimanfaatkan oleh Dinda untuk bisa berduaan dengan Davi, dia tahu pasti jika sudah seperti itu pasti di rumahnya Davi habis mendengar kata yang menyinggung perasaannya.
__ADS_1
Meski tadi teman-temannya itu sudah berusaha mencegah Davi untuk tidak mengikuti ajakan Dinda tapi karena tengah tak sadar efek minuman, Davi malah memarahi teman-temannya itu dan meminta mereka untuk tidak ikut campur dengan urusannya.
*************