Kejaran Cinta Zarania

Kejaran Cinta Zarania
Bagian 36


__ADS_3

Zara tergesa turun begitu sampai di depan rumah yang ia tuju. setelah membayar ongkosnya ia pun melangkahkan kaki secara lambat menuju pagar besi yang tidak terlelu tinggi namun cukup melindungi rumah besar di dalamnya.


Seorang lelaki setengah tua yang bekerja menjadi penjaga di rumah itu lantas menanyakan ada keperluan apa pada Zara.


"Saya ingin bertemu dengan Davi." ucap Zara mengatakan tujuannya datang ke rumah itu.


"Neng siapa? ada keperluan apa?" tanya pria itu seraya menatap Zara dari celah pagar yang di buka sedikit.


"Saya Zara Pak, teman sekolahnya Davi mau menanyakan soal pelajaran." jawab Zara berbohong, karena memang ia bukan teman sekolah Davi, ia mengatakan itu agar pria itu membiarkannya masuk.


Pria itu pun membuka pagar namun tidak menyuruh Zara langsung ke rumah melainkan memintanya untuk menunggu di pos jaganya sedangkan dia terlihat bertanya melalui telepon yang ada di dalam posnya yang tersambung ke rumah besar yang dia jaga selama ini.


"Maaf Bu, ada yang cari den Davi." terdengar pria itu berbicara dengan seseorang, yah bisa dipastikan orang yang sekarang sedang berbicara dengannya itu adalah Andini Mamah dari Davi.


"Kalau tidak salah namanya Zara." ucap pria itu lagi menjawab pertanyaan dari wanita yang berbicara dengannya.


"Oh jadi suruh ke rumah saja Bu? baik akan saya beritahu." kata pria itu dan kemudian pembicaraan pun berakhir dengan gagang telepon yang kembali diletakkan di tempat semula.


"Neng di suruh langsung ke rumah saja." seru pria itu pada Zara yang sedang berdiri dengan wajah yang sepertinya begitu tegang.


"Iya Pak." jawab Zara seraya menganggukkan kepalanya lalu permisi untuk menuju rumah, rumah seorang pemuda yang sudah hampir seminggu itu menghilang darinya dan tanpa memberikan kabar apapun bahkan memblokir nomornya hingga ia tidak bisa menghubungi pemuda itu sama sekali.


Zara melangkah sangat perlahan ketika menuju rumah yang pintu depannya telah di buka oleh seorang wanita.

__ADS_1


Siapa lagi wanita itu jika bukan Mamah dari kekasihnya yang memang langsung menuju pintu depan ketika mengetahui ada kekasih anaknya yang datang.


Meskipun belum lama mengenal Zara namun Andini sudah dapat mengira bahwa Zara adalah gadis yang baik dan bisa membuat anak lelakinya itu berubah menjadi lebih baik, terbukti sekarang Davi yang lebih senang di rumah setelah pulang sekolah dan memilih untuk belajar, bahkan Davi pun telah setuju untuk melanjutkan kuliah di luar negeri menuruti keinginan Ayahnya.


Andini sudah berdiri di ambang pintu dengan sunggingan senyumnya yang seolah menyambut kedatangan Zara.


"Zaraa." baru saja Zara melangkahkan kakinya ke teras rumah suara Wanita beranak tiga itu sudah berseru menyebut namanya seraya mengukir senyum indah di bibir tipisnya.


"Maaf Tante Zara datang malam-malam begini." Zara berucap tak enak karena merasa kedatangannya itu mengganggu penghuni rumah.


"Nggak perlu minta maaf sayang, lagian ini juga belum malam kok baru juga jam setengah 8." sahut Andini ramah seraya mengulurkan tangannya menyambut Zara dan memberikan gadis itu pelukan yang teramat hangat dan dirasakan Zara sangat spesial karena wanita yang memeluknya saat ini adalah Ibu dari kekasihnya.


Sungguh hati Zara merasa senang karena ia merasa di terima dengan baik oleh Andini.


"Baik Tante, Tante sendiri bagaimana?" tanya Zara sopan.


"Baik juga sayang, ayo kita masuk." kata Andini mengajak Zara masuk ke dalam rumah.


Zara mengikuti ajakan Andini dengan patuh dan duduk ketika wanita itu memintanya untuk duduk di sofa ruang tamu yang terlihat sangat empuk dengan meja kaca yang ada di tengahnya.


"Tante buatkan minum sekalian panggil Davi dulu." ucap Andini yang sudah tahu bahwa kedatangan Zara ke rumahnya tidak lain adalah untuk bertemu dengan anak laki-lakinya.


"Tidak perlu repot-repot Tante." ungkap Zara dengan ekspresi tak enak merasa sudah merepotkan Ibu dari Davi itu.

__ADS_1


"Nggak repot kok cuma buat minum dong, udah kamu santai aja nggak usah nggak enak gitu." tukas Andini seraya berlalu menuju kamar sang anak yang ada di lantai atas.


Tok


Tok


Wanita itu mengetuk lebih dulu pintu kamar anaknya sebelum masuk ke dalam.


"Nggak di kunci Mah." terdengar suara Davi dari dalam sana yang artinya sang Mamah diijinkan untuk masuk.


Andini membuka pintu kamar dengan pelan lalu mengintip ke arah dalam kamar mencari keberadaan anaknya.


"Lagi belajar?" tanyanya ketika hanya melihat punggung anaknya saja yang sedang membelakanginya dan menghadap wajahnya menghadap meja belajar.


"Iya." jawab Davi tanpa menoleh.


"Ada Zara, kamu temuin dulu ya, Mamah mau buat minum." ungkap sang Mamah yang membuat Davi mengangkat wajahnya dan malah mematung mendengar nama gadis yang sudah dia hindari beberapa hari ini malah datang ke rumahnya.


Bahkan ketika sang Mamah sudah pergi untuk membuatkan minuman bagi Zara, Davi masih tetap pada posisinya yang terdiam tanpa berkedip merasa terkejut bahwa Zara berani mendatangi rumahnya.


Davi merasa Zara gadis yang cukup berani sebab gadis lain yang sudah sering dia tinggalkan tidak ada yang seberani Zara, datang langsung ke rumahnya bahkan sampai bertemu dengan Mamahnya untuk mencari dirinya.


Berulang kali Davi menghirup udara untuk mengisi paru-parunya yang mendadak kosong dan membutuhkan oksigen karena terkejut dengan kedatangan Zara.

__ADS_1


*****************


__ADS_2