
Davi membawa motornya dengan kecepatan tinggi bahkan menerobos lampu merah hingga suara klakson dari setiap kendaraan saling bersahutan diiringi dengan makian serta umpatan dari si pengemudi kendaraan karena hampir saja mengalami kecelakaan karena ulah Davi.
Davi seolah tidak merasa bersalah dengan terus saja melajukan motornya itu bak seorang pembalap handal moto GP, tentu dia memang pebalap namun hanya pebalap liar yang sering dijadikan joki karena kehandalannya dalam mengendalikan motor hingga sangat jarang sekali dia mengalami kekalahan saat tengah memanfaatkan keahliannya untuk sekedar menyalurkan hobi dan melampiaskan emosi yang bergolak didalam dadanya.
Davi menjadi joki balap bukan karena bayarannya, tentu kalau soal uang dia tidak pernah kekurangan karena dia dari keluarga yang sangat berkecukupan bahkan bisa dibilang berlebih.
Angin yang dihasilkan dari kebutan motornya pun terasa begitu sangat kencang hingga membuat jaket yang tidak dia kancing kan beterbangan tak jelas bagaikan dua buah sayap yang mengepak.
Pemuda yang tengah dilanda emosi itu membawa motornya ketempat biasa dia nongkrong dimana lagi kalau bukan di danau tempat kemarin dia membawa Zara.
Benar saja dengan kecepatan yang sangat tinggi membuat Davi secara kilat sudah sampai ditempat yang dia tuju, tempatnya menyalurkan hobi guna menjernihkan pikiran keruhnya.
"Daviii." suara genit langsung menyergap pendengaran Davi yang sudah bisa ditebak siapa pemilik suara itu.
Dinda berlari kencang begitu melihat motor Davi yang baru saja berhenti didekat sederetan motor dengan berbagai jenis dan merek.
"Ck." Davi berdecak kencang seraya mengunci motornya lalu menghampiri Arda yang sedang mengobrol bersama Rian dan Ari yang rupanya malam inipun datang ketempat itu.
"Dav." suara manja Dinda yang terus saja mengikuti Davi meskipun pemuda itu terus mengabaikan dirinya.
__ADS_1
"Video pacar lu rame nih di grup sekolah." adu Arda ketika Davi duduk disebelahnya.
Dinda yang mendengar penuturan Arda malah kesenangan sendiri sebab ia mengira cewek yang dikatakan sebagai pacar Davi adalah dirinya.
"Rambut aku rontok dijambak sama cewek ganjen itu." adu Dinda dengan tidak tahu dirinya seraya menunjukkan rambutnya dengan harapan Davi akan memberikan belaian, sungguh harapan yang sangat tidak mungkin terlebih Davi sudah mengatakan bahwa mereka sudah putus dan itu artinya tidak ada lagi hubungan antara mereka, sekalipun Dinda tidak mau putus dan beranggapan mereka masih sepasang kekasih.
Davi terus saja mengabaikan Dinda karena kini dia mengambil HP milik Arda yang tengah memutar rekaman pertengkaran antara Dinda dan Zara, wanita yang tadi pagi dia putuskan namun menolak, tentu saja tolakan itulah yang diharapkan oleh Davi untuk gertakan yang dia berikan.
Ya putus hanyalah sekedar gertakan semata untuk Zara agar dia tahu seberapa besar rasa cinta wanita itu terhadapnya dan hasilnya sungguh luar biasa buat Davi, tolakan Zara membuat Davi semakin bersemangat untuk makin menguras emosi Saipul.
Setelah rekaman terputar habis, Davi pun membaca semua chat yang mengomentari perkelahian antara dua wanita itu, bahkan namanya pun ikut disebut sebagai penyebab perkelahian Zara dan Dinda.
"itu si Davi lagi jalan sama selingkuhannya terus ke gap sama ceweknya si dinda-dinda itu ya akhirnya ribut dah." salah satu chat yang sempat dibaca oleh Davi malah membuat Dinda kesenangan karena rupanya yang komen itu adalah temannya sendiri yang bernama Nesih yang memang sengaja diminta Dinda untuk bertindak seperti itu agar anak sekolah mereka percaya bahwa dia masih kekasih Davi dan Zara hanyalah selingkuhan.
Melihat tingkah Dinda, reflek Davi pun ikut meninggalkan chat untuk menjawab pernyataan yang sungguh tidak dia sukai itu.
"gue Davi, gue sama Dinda sudah putus, dan itu yang berantem sama Dinda cewek baru gue, nggak usah pada sok tahu!!" ketik Davi dan setelah itu mengembalikan HP pada Arda.
Entah apa lagi yang akan dikatakan oleh Nesih sekarang Davi sudah tidak ingin mengetahuinya, karena yang jelas sekarang dia sudah sedikit membela Zara agar tidak dikatakan sebagai seorang selingkuhan, yah meski dia tidak mempunya rasa untuk Zara setidaknya dia bisa membela wanita itu bukan?.
__ADS_1
Karena dia memacari Zara bukan untuk menyakiti wanita itu, melainkan menyakiti Saipul agar Saipul merasa kehilangan Zara, wanita yang selama ini begitu dekat dengannya.
Meski pada kenyataannya secara tidak langsung dan semua yang dilakukan Davi akan tetap menyakiti Zara.
Dinda menjadi begitu cemberut ketika membaca chat Davi pada video perkelahiannya dengan Zara.
"Apa cantiknya sih tuh cewek?" gerutu Dinda seraya melihat HPnya yang menampilkan grup sekolah yang dibuat ramai oleh video antara dia dan Zara.
"Dav." panggilan Rian membuat Davi menoleh kearah pemuda itu yang duduk di paling pinggir dan jauh darinya.
"Apa?" tanya Davi.
"Besok ultahnya Siska." kata Rian menyebut teman sekolah mereka yang besok akan mengadakan pesta ulang tahun.
"Iya gue inget." sahut Davi yang memang mengetahui besok mereka harus datang ke pesat milik temannya itu.
"Kita Dateng bareng ya." seperti biasa Dinda selalu ikut nimbrung jika ada yang berbicara apalagi jika itu menyangkut Davi, wanita itu akan sangat cepat menyambar tanpa peduli orang lain senang atau tidak dengan kelakuannya itu.
"Nggak, gue datang sama cewek gue." tolak Davi dan tentu saja sederetan kata yang terlontar dari mulut Davi membuat hati Dinda langsung kebakaran dan membuatnya kepanasan.
__ADS_1
Wanita itu tidak terima dengan ucapan Davi yang lebih memilih datang bersama Zara ketimbang dirinya yang sampai sekarang masih mengejarnya meski sudah diputuskan, dengan tak tahu malunya masih saja mengakui Davi adalah kekasihnya padahal Davi sendiri begitu kesal ketika melihat wajahnya, wajah yang selalu dihiasi dengan dandanan menor dan pakaian minim sangat tidak pas dengan usianya yang masih sangat muda.
*************