Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Jenuh#


__ADS_3

"Mas, aku mau buat camilan dulu"ucap Mariana yang langsung hendak pergi tapi Kenzo langsung menahan tangan nya, Mariana tidak bisa menghindar lagi.


Kenzo langsung mengangkat tubuh istri nya menuju kamar mereka, Kenzo langsung membaringkan tubuh Mariana perlahan-lahan.


"Mas, masih terlalu pagi Loh"ucap Mariana.


"Aku tidak peduli sayang"jawab Kenzo yang kini mencoba melepaskan semua apa yang ada di antara keduanya.


akhirnya malam pertama di pagi hari pun terjadi, Mariana bisa merasakan apa? itu hubungan yang sebenar-benarnya di rumah tangga, sebuah hubungan yang akan semakin mempererat sebuah hubungan yang terjalin diantara kedua insan yang menikah karena salah satu nya merasa terpaksa.


tapi saat ini jalinan pernikahan mereka tidak terpaksa karena orang tua melainkan karena cinta dari salah satu nya, yang bisa membuat mereka bersatu, cinta yang begitu kuat dari pria bernama Kenzo, mampu menaklukkan hati Mariana, yang berstatus sebagai janda.


Kenzo begitu mendominasi saat percintaan itu berlangsung, dia tidak sedikit pun membiarkan Mariana, tak bersuara, suara khas orang yang sedang melakukan perjalanan menuju alam nirwana itu, begitu menggoda.


Kenzo bahkan mampu membuat Mariana, mengakui bahwa pria itu, memang yang terbaik dari yang seseorang yang berlalu meninggalkan dirinya dalam keterpurukan atas rasa cinta sepihak yang dia jalani.


Kenzo, bahkan mampu membuat nya merasa nyaman pria itu selalu berusaha untuk melindungi Mariana, secara diam-diam dari musuh yang menginginkan kehancuran nya.


hingga pukul satu siang, percintaan itu baru selesai, bisa dibayangkan bukan berapa jam, jika percintaan itu dilakukan dari pukul sepuluh pagi, Mariana bahkan tertidur pulas di samping Kenzo, yang saat ini tengah menatap wajah cantik itu, dalam-dalam.


pria itu benar-benar merasakan kebahagiaan yang teramat meskipun, saat ini bukan yang pertama bagi Mariana, tapi pria itu merasa sangat puas bisa mendapatkan istri, secantik dan seseksi Mariana, meskipun Mariana tidak pernah memakai pakaian terbuka seperti wanita kebanyakan, dia memang tidak berhijab tapi baju yang Mariana kenakan masih terbilang sopan janda tanpa anak itu lebih menggoda saat berada di dalam rumah.


hanya pria bodoh seperti Dion, yang menyia-nyiakan wanita secantik dan sebaik Mariana.


"Love you sayangku, aku berharap akan segera tumbuh Kenzo junior, atau pun Mari, junior di sini, agar rumah tangga ini semakin kokoh"ucap Kenzo lirih.


pria itu tidak sekalipun merasa lelah, dia langsung mandi, dan setelah itu menyiapkan makan siang meskipun ada pelayan yang siap untuk menyiapkan semuanya, tapi dia ingin memberikan yang spesial untuk istrinya itu.


saat Kenzo tengah memasak tiba-tiba Mariana, sudah berada di belakang nya.


"Mas, sedang buat apa?... kenapa? tidak membangunkan aku"ucap Mariana.


wanita itu ingin mengambil alih pekerjaan Kenzo tapi pria itu tidak memberikan kesempatan malah ia membawa istrinya itu untuk duduk di kursi yang berada di pantry.


"Sayang siang ini spesial untuk mu, aku ingin membuat kan mu makan siang jadi kamu hanya perlu menikmati ini dan berikan aku koreksi"ucap Kenzo yang menyodorkan satu buah menu makanan yang tidak pernah Mariana cicipi itu seperti hidangan pembuka hingga Kenzo duduk di hadapan nya sambil menyaksikan istrinya mencicipi makanan tersebut.


sementara masakan yang lain masih ada di dalam panci yang kini sesekali Kenzo aduk.


"Honey, bagaimana rasanya apa? itu enak"ucap Kenzo.


"Heummm, ini terlalu enak mas, hingga aku ingin makan lagi dan lagi"ucap Mariana.


"Kamu tidak bohong kan sayang?"ucap Kenzo.


"Tidak ini lihat saja gak ada sisa"jawab Mariana.


"Heummm baik'lah mulai sekarang jika aku sedang berada di sini berarti aku yang akan memanjakan istri ku yang cantik ini"ucap Kenzo.


"Lalu bagaimana?? dengan dia, apa?? kamu selalu melakukan hal yang sama"ucap Mariana.


"Kamu bisa tanya pada asisten ku jika kamu tidak percaya pada ku"ucap Kenzo.


"Aku tidak akan mendapatkan jawaban karena kamu sudah memerintahkan dia agar setia pada mu"ujar Mariana, sambil beranjak pergi dia hendak mencari Lion.


"Yang kamu mau kemana?"tanya Kenzo.


"Aku mau cari adikku dulu aku mau tanya apa dia sudah makan atau belum"jawab Mariana.


Kenzo pun hanya bisa pasrah, istrinya tidak akan bisa di larang jika berhubungan dengan Lion.


Kenzo langsung menyelesaikan urusan masakannya, setelah itu dia langsung bergegas menuju tempat dimana istrinya berada yaitu taman belakang rumah besar itu, dilihatnya, Mariana tengah bermain ayunan bersama dengan Lion yang merangkul nya.


kucing besar itu, seperti sudah terbiasa di mana pun, asal mencium bau tubuh Mariana yang punya ciri khas tersendiri, wanginya yang menenangkan Mariana, memiliki parfum buatan dia sendiri.


"Yang kamu nanti terluka jika Lion seperti itu, karena kuku nya belum dipotong"ucap Kenzo.


Lion tidak pernah potong kuku dia tidak akan mencakar ku,mas tidak usah khawatir "ucap Mariana.


"Yang makanan nya, sudah siap,ayo makan siang"ajak Kenzo.

__ADS_1


"Mas aku masih kenyang lagian di sini sedang sangat nyaman, jika mas laper mas makan siang saja duluan"ucap Mariana.


tapi Kenzo, tidak bergerak sedikit pun, dia malah ikut duduk di samping Lion.


"Lion, ini suami Mari, mas Kenzo, dan kamu juga harus nurut sama dia, dia pasti baik dan sayang kita jika tidak kamu kan bisa menerkam nya, atau mencakar nya"ucap Mariana tanpa dosa.


"Sayang kamu tega amat"ucap Kenzo yang memasang wajah datar dan pura-pura marah dia langsung masuk kedalam rumah tersebut, sementara Mariana cuek saja dia bahkan meminta Lion untuk tiduran, sementara Mariana hendak pergi ke dalam.


setelah masuk dia melihat Kenzo tidak tengah memangku laptop nya, Mariana, langsung duduk di samping Kenzo, saat itu juga.


"Sudah makan nya....kok, cepat banget sih ini baru beberapa menit loh mas"ucap Mariana.


"Tidak usah perhatikan aku, aku tidak butuh mungkin Lion lebih butuh"ucap Kenzo yang masih ngambek.


"Ih serem ya,tuan Kenzo kalau lagi marah seperti ini"ucap Mariana.


"Aku tidak marah tapi harus nya, kamu lebih mengerti yang, ini bukan baru pertama kali kamu menikah begitu juga dengan aku"ucap Kenzo.


"Maaf mas, aku hanya merasa jenuh"ucap Mariana yang langsung bangkit, wanita itu merasa ucapan Kenzo saat ini tengah menyindir dirinya.


"Yang maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk melakukan itu"ucap Kenzo.


"Tidak apa-apa mas... kamu benar tidak seharusnya aku bersikap seperti itu, tapi mungkin karena selama hampir dua tahun lebih, aku sudah terbiasa sendiri, jadi ada sedikit rasa jenuh dengan pernikahan"ucap Mariana.


......................................


Kenzo pun makan siang di temani istri keduanya, sambil mengobrol tentang rencana mereka kedepannya nanti.


"Yang kalau kamu disini, bagaimana jika kita tambah asisten pribadi untuk mu,agar kamu tidak kesepian disini"ucap Kenzo.


"Aku akan pulang ke rumah ku, bersama dengan Lion, kamu tenang saja aku tidak akan mengganggu kebersamaan kalian"ucap Mariana.


"Jangan dong yang, lebih baik kamu disini, karena ini rumah mu"ucap Kenzo.


"Aku tidak mau disini jauh dari hiburan, bahkan aku tak bisa jalan bareng Deswita, saat ini"ucap Mariana.


"Yang kamu sudah menikah dengan ku, jadi kamu bukan lagi wanita yang bisa seenaknya pulang pergi begitu"ujar Kenzo.


"Yang"ujar Kenzo Mariana sudah pergi membawa piring kotor bekas dia makan setelah itu dia menyimpan nya, di atas meja makan.


Kenzo langsung meminum air dari gelas miliknya lalu berjalan menyusul Mariana keatas menuju kamar nya.


"Dia pikir aku boneka pajangan apa... seenaknya saja dia menyimpan ku, saat sedang bersama dengan yang lain, gini amat hidup jadi pelakor"ucap Mariana dia terus berbicara sendiri.


"Siapa yang bilang kamu pelakor heumm"ucap Kenzo yang tiba-tiba berada di belakang Mariana.


"Aku tidak bicara apa-apa? kamu salah dengar kali lagi pula jika ada orang bilang begitu juga itu kenyataan nya"ucap Mariana.


Kenzo langsung menarik tangan Mariana kasar, jika ada yang berani bilang begitu akan aku buat dia tidak bisa lagi bicara"ucap Kenzo tegas.


"Itu adalah sebuah kenyataan jadi tidak perlu repot-repot untuk melakukan itu semua, semua orang itu punya kebebasan dalam berbicara, jadi tidak ada alasan untuk marah pada mereka karena aku adalah biang kerok dari semua ini,oh tuhan semoga engkau mengampuni dosa ku"ucap Mariana.


"Yang stop!!"ucap Kenzo berteriak.


Mariana langsung terdiam, dia sama sekali tidak kaget dengan itu, karena Dion, pernah melakukan itu semua lebih parah dari Kenzo.


wanita itu hanya tersenyum lalu pergi begitu saja.


"Ok baik kamu boleh tinggal di kota x tapi tidak dirumah itu aku tidak mau semua yang berkaitan dengan masalalu mu, tunggu hingga aku dapat rumah yang lebih baik agar kamu nyaman.


"Aku pulang ke rumah mana pun itu rumah ku, jadi tidak perlu memikirkan ada apa sebelumnya dengan itu karena, setiap tempat punya kenangan tersendiri, begitu juga rumah mu"ucap Mariana.


"Aku suamimu sayang jika kamu lupa"ucap Kenzo.


"Ya terserah lah"ucap Mariana.


entah mungkin dia sudah tidak berniat untuk menikah dan menjalani kehidupan berumah tangga, sifat Mariana berbeda dengan yang dulu, saat menikah dengan Dion, dia tidak pernah bersikap seperti itu, seenaknya sendiri, tapi Kenzo bisa maklum dan menerima semua itu karena semua ini terjadi atas keinginan nya.


"Baiklah sayang tapi maaf jika nanti semuanya tidak sesuai yang kamu harapkan"ucap Kenzo.

__ADS_1


"Tenang saja, aku sudah terbiasa dengan semua itu"ucap Mariana.


"Mariana"ucap Kenzo lembut.


"Tolong aku tidak ingin berdebat"ucap Mariana, akhirnya Kenzo pun diam dia langsung pergi menuju ke ruang baca saat itu juga, sambil mengusap rambut nya kasar, dia tidak mungkin menyakiti Mariana, jika mereka tinggal berdekatan saat di kota itu.


satu Minggu berlalu, kini Mariana benar-benar sudah kembali ke kota asal nya, tapi dia tidak tinggal bersama dengan suaminya lagi, sesuai kesepakatan dia hanya akan bersikap seperti orang asing.


Mariana bersama dengan Lion, sedang berjalan-jalan pagi, di taman, tapi tidak ada seorang pun mau mendekat mereka benar-benar menjaga jarak dari Mariana dan Lion, tapi tiba-tiba seseorang datang dari arah belakang dia .


"Nona,kau sungguh pemberani, boleh aku berkenalan dengan peliharaan mu"ucap seorang pria tampan yang kini berada di hadapan Mariana, yang tengah mengelus puncak kepala Lion.


"Boleh saja..."jawab Mariana.


pria itu langsung mendekat, dia tidak tau jika Mariana, meminta Lion, menggigit tangan pria itu sebagai tanda perkenalan meskipun tidak sampai berdarah tapi Mariana, yakin bahwa pria itu kini tengah merasa kesakitan terlihat dari raut wajah nya yang merah padam.


"Lion jangan terlalu lama kenalannya kamu membuat dia geli ucap Mariana, dan Lion pun menurut dia langsung menghentikan aksi nya.


pria itu langsung menatap ke arah Mariana.


"Dia sudah lama bersama mu, ya... dia sudah mengerti bahasa mu"ucap nya.


"Dari sebelum dia lahir"ucap Mariana.


"Apa...?? apa kamu pemilik kebun binatang"ucap pria itu.


"bukan, Lion adalah adikku"ucap Mariana.


percakapan mereka direkam oleh seseorang dan dikirim langsung pada Kenzo.


tidak lama, setelah itu Mariana mendapatkan panggilan masuk dari my love.


šŸ“±" Ya, ada apa?" ujar Mariana.


šŸ“±"pulang"ucap Kenzo.


šŸ“±"Aku sedang berjemur di taman"ucap Mariana.


šŸ“±"Pulang"ucap Kenzo tegas.


šŸ“±"Oh tuhan begini amat jadi "


šŸ“±"Jangan mengumpat"ucap Kenzo.


Mariana pun langsung pamit bersama dengan Lion.


"Nama aku Yuda Pratama, nama mu siapa!"teriak Yuda karena terlanjur jauh dari Mariana.


"Mariana!" teriak nya sambil tersenyum berjalan menuju parkiran mobil, Lion pun masuk kedalam mobil nya dan duduk di depan bersama dengan Mariana.


mereka jadi pusat perhatian, selama dalam perjalanan.


tapi bukan nya pulang wanita itu malah pergi menuju restaurant dimana Kenzo dan rekan bisnis nya, kini tengah mengadakan meeting dan kedatangan Mariana, sontak membuat Kenzo membulatkan matanya, karena Mariana kini hanya menggunakan legging dan tangtop berwarna hitam tanpa menggunakan apapun lagi hanya topi putih dan dan kacamata meskipun dia menggunakan kardigan tetap saja bagian depan nya terlihat sangat seksi.


Kenzo langsung pamit dan langsung berlari menuju istrinya itu.


sesampainya di sana Kenzo langsung menghalangi tubuh Mariana dengan badan nya.


"Siapa?? yang menyuruh mu menggunakan pakaian seperti ini cepat masuk kedalam mobil"ujar Kenzo tanpa basa-basi mendorong Mariana untuk kembali masuk.


"Aku habis olah raga dan sekarang aku mau sarapan sudah laper banget" ujarnya.


"Nanti aku minta orang kirim ke rumah, buruan aku sudah ditunggu,"ucap Kenzo.


Mariana hanya menarik nafas panjang setelah itu langsung pergi dengan mobilnya.


tidak lama setelah kepergian Mariana, istri Kenzo datang wanita cantik itu, datang bersama dengan asisten pribadi nya entah,lah dia merasa seperti ada yang aneh Kenzo langsung mengikutinya dari belakang.


"Yang kamu tidak masuk kantor"ucap wanita itu.

__ADS_1


"Masuk ko sebentar lagi, sekarang aku hanya ingin sarapan pagi bareng kamu love"ucap nya.


Kenzo membulatkan matanya, ternyata benar yang dibilang oleh Mariana, saat itu, mereka punya hubungan di belakang Kenzo.


__ADS_2