Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Melihatmu bersama dengan nya#


__ADS_3

"Itu tidak mungkin tuan,aku dan anda bagaikan langit dan bumi"ujar Sanum.


"Sanum, aku tidak pernah main-main"ucap Kenzie.


"Sudah ya tuan sebaiknya kita akhiri lelucon ini"ujar Sanum.


"Sanum"


"Tuan pasti lelah silahkan beristirahat,dulu saya akan belanja bahan makanan untuk mengisi lemari pendingin dan kebutuhan lainnya bersama dengan tuan Yudha.


"Aku yang akan berbelanja dengan mu, bukan orang lain"sikap posesif Kenzie, semakin terlihat.


"Tuan, saya tau anda banyak pekerjaan, saya mohon tunggu di sini, jadi tuan bisa sambil mengerjakan pekerjaan kantor"ujar Sanum.


"Kamu tidak usah pergi di sekitar sini ada super market online"ujar Kenzie.


Kenzie langsung menelpon seseorang untuk mencatat semua kebutuhan Sanum, dan wanita itu hanya bisa menghela nafas, sambil menyebutkan apa-apa saja yang dia butuhkan mulai dari beras, minyak, gula pasir, gula Jawa, perbumbuan, daging, seafood dan berbagai macam sayuran dan buah juga peralatan mandi beberapa macam minuman kaleng, galon air mineral, juga roti tawar dan susu ada berbagai jenis macam susu sampai perabot peralatan masak dan lain nya.


Semua sudah komplit, dan tidak sampai satu jam mobil boks, dari super market tersebut sudah datang membawa semua pesanan, padahal itu hanya bisa Kenzie yang pesan yang lain tidak ada.


Orang-orang yang bekerja membawa semua itu masih lewat pintu samping dibantu Yudha dan Sanum, Kenzie pun ikut turun tangan, merapihkan semua itu di tempat yang seharusnya, padahal ia baru pertama kali ini melakukan semua itu, Kenzie adalah seorang tuan muda, semua tinggal perintah, maka semua akan selesai dengan sendirinya.


Tapi hanya Sanum, yang mampu membuat pria itu melakukan segala hal meskipun tidak pernah Sanum minta, dan itu membuat Yudha benar-benar takjub, kekuatan cinta bisa mengubah dunia, hingga seorang tuan muda Kenzie bersedia melakukan apapun.


Setelah semua selesai, Sanum pun mencuci peralatan masak dan peralatan makan yang baru dia beli itu, sampai, selesai dua jam kemudian.


Kini Sanum mulai menyiapkan bahan makanan, dan mencuci sayuran itu kembali meskipun tadi sempat dicuci bersih sebelum dimasukkan ke kulkas yang sebesar lemari pakaian milik Sanum di kampung yang beberapa hari ini ia tempati itu.


Akhirnya acara memasak pun dimulai Sanum mulai mengiris daging menjadi potongan dadu disusul dengan Kentang dan juga brokoli, setelah itu dia memberikan bawang putih halus sebagai Balur lada hitam dan olive oil dan juga irisan lemon setelah itu dimasukkan ke dalam oven yang sudah dipanaskan setelah daging setengah matang sayuran tadi masuk bersama Mozarella kembali ia panggang hingga matang dan pas.


setelah itu dia juga membuat telur gulung dan menanak nasi, dan buat tumis pakcoy ala restaurant China.


Kini Kenzie duduk menunggu makan malam siap sambil mengerjakan pekerjaan nya yang terbengkalai bersama dengan Yuda, hingga Sanum menghilangkan semua makanan yang tadi dia masak, di atas meja makan yang terbentang panjang seperti di hotel tersebut.


Meskipun Sanum, sudah memasak makanan sehat ala western, tapi Kenzie tetap saja ingin makanan yang dimakan oleh Sanum beruntung telur gulung itu dicampur berbagai macam jenis sayuran dan daging cincang jadi masih aman untuk perut Kenzie.


Sanum, sempat merasa bersalah karena Yudha memberitahu bahwa saat mereka makan mie yang level tertinggi dan panjang sepanjang jalan kenangan tersebut, Kenzie jatuh sakit.


"Tuan sebaiknya makan yang itu saja,itu akan aman di perut tuan, jadi tidak akan sakit lagi"ujar Sanum.


"Tidak aku itu juga ayo suapi aku"ujar Kenzie.


"Baiklah"jawab Sanum.


Wanita itu tidak pernah bisa menolak semua perintah Kenzie.


Hingga malam pun larut, Kenzie sudah bersiap untuk pulang ke Mension, tapi ada rasa tidak tega meninggalkan Sanum, sendirian di rumah besar itu.


"Hati-hati di rumah sayang ingat jangan terima tamu sembarangan"ujar Yudha sambil terkekeh.


"Potong gajih"ujar Kenzie.

__ADS_1


"Ampun bos, sorry hanya bercanda bukan nya saya mewakili anda"ujar Yudha, sambil nyengir kuda dan buru-buru pergi.


"Hati-hati di rumah sayang, besok pagi jangan lupa masuk kerja"ujar Kenzie sambil mengelus puncak kepala Sanum.


"Besok belum bisa tuan, saya akan mencari putri saya"ujar Sanum.


"Sanum, jangan keras kepala, aku sudah menyuruh orang-orang ku untuk melakukan semua itu, kamu tidak usah macam-macam mereka adalah orang-orang licik, tunggu Mikaila mu kembali"ujar Kenzie.


"Baiklah tapi tetap masih belum bisa masuk, besok saya masih harus mengisi kebutuhan rumah ini, dan menyiapkan kamar untuk sikecil"ujar Sanum.


"Semua sudah aku pesan kan isi rumah semua sudah ku catat jadi tidak ada alasan lain lagi, pagi hari akan ada orang yang akan mengantar mobil baru mu, dan simpan uang mu untuk investasi jangka panjang, kamu bisa mulai buka usaha meskipun tidak kamu juga yang menangani nya karena kamu akan tetap bekerja di kantor bersama ku, kamu bisa membeli saham perusahaan di sebuah perusahaan yang nanti aku akan beritahu kan agar uang itu terus berkembang" ujar Kenzie.


"Tuan saya akan transfer uang belanja dan pembelian mobil nanti, jadi saya tidak berhutang banyak pada anda"ujar Sanum.


"Sanum, tapi baiklah jika itu yang kamu mau, aku akan ikut tapi satu hal yang harus kamu ingat, aku melakukan semua itu karena aku cinta kamu"ujar Kenzie.


Sanum hanya bengong, saat Kenzie mengatakan semua itu, bukan karena kaget dengan pernyataan cinta nya, tapi Kenzie mengecup bibir Sanum.


"Good night"ujar Kenzie sambil kembali mengacak rambut Sanum.


"Good night"ujar Sanum lirih.


"Masuk lah dan pastikan semua pintu dan jendela terkunci"ujar Kenzie, dan Sanum pun langsung masuk seperti perintah Kenzie dan buru-buru mengunci pintu dan juga mengecek semua nya, setelah dipastikan aman akhirnya Sanum berjalan masuk, menuju kamar nya dengan membawa satu botol air mineral, untuk berjaga-jaga jika dia terbangun dari tidurnya dan haus.


Sanum pun terlelap dalam mimpi indahnya, hingga pagi menjelma wanita itu sudah bersiap membuat bekal untuk dirinya dan Kenzie seperti biasanya, dan sudah selesai dengan pakaian yang rapi untuk pergi ke kantor.


Hingga saat, Sanum keluar, sebuah mobil baru yang masih ada pita nya terparkir cantik di dalam garasi seseorang menghampiri Sanum, untuk tanda terima.


.......................................


Setibanya di kantor, Sanum yang menggunakan lift, khusus Presdir itu pun tiba di lantai teratas gedung tersebut, wanita itu langsung melewati meja sekertaris, karena ingin meminta penjelasan pada Kenzie tentang kedua mobil tersebut.


"Mbak di"


Bertepatan dengan Sanum yang membuka pintu, saat itu juga dia begitu kaget melihat tiga orang asing di ruangan Kenzie, termasuk seorang wanita yang memiliki body gold, yang kini tengah duduk di samping Kenzie, sambil bergelayut manja.


Sementara itu Kenzo menatap tak suka pada Sanum, karena tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dia langsung membuka pintu.


"Ma maaf"ujar Sanum gelagapan lalu dia kembali menutup pintu, tanpa menghiraukan panggilan Kenzie yang terus saja di di tempel ketat oleh wanita yang ada di samping nya.


Sanum kembali turun hingga tiba di lobby kantor, seseorang memanggil nya, dengan suara bariton.


"Sanum!!"


Sanum perlahan berbalik, dia melihat Daddy dari bos nya itu tengah berdiri sambil menatap wajah Sanum dengan tatapan mata tajam.


"Mulai saat ini kamu tidak perlu lagi datang ke perusahan ini, karena kamu saya pecat dan jauhi putra ku, kamu lihat siapa? wanita yang ada di samping putra ku tadi, dia adalah calon istri nya" ujar Kenzo tegas.


Sanum hanya mengangguk, lalu dia pergi begitu saja dengan taksi, karena mobil yang dua tadi bukan mobil miliknya.


"Sanum"ujar seorang wanita yang mengenal nya yang baru saja masuk ke lobby.

__ADS_1


Tapi Sanum tidak menoleh dia terus berjalan menuju mobil taksi yang kebetulan ada di sekitar perusahaan tersebut.


Sanum langsung menyebutkan alamat rumah nya dan sopir pun langsung melajukan mobilnya.


Sesampainya di rumah tersebut Sanum langsung merosot ke lantai, wanita itu begitu terluka, karena mendapatkan penolakan secara terang-terangan di depan orang banyak, se hina itukah dirinya di hadapan orang-orang, apa? semua orang begitu jijik padanya yang memiliki noda yang tidak pernah bisa di hapus, sebagai seorang anak yang lahir dari wanita yang berprofesi sebagai germo.


"Kenapa?... kenapa? aku dilahirkan jika harus dibenci, karena berasal dari tempat yang kotor, apa? salah ku, apa salah ibuku pada mereka, selama ini ibuku mungkin melakukan kesalahan karena berjuang di lebah yang penuh dosa, tapi ibuku tidak pernah memaksa orang untuk menjual diri, mereka sendiri yang datang untuk bekerja sama dengan nya"tangis pilu itu terdengar begitu menyayat hati, tapi ha tembok yang menjadi saksi bisu tangis Sanum saat ini.


Kenzie sendiri tidak tau itu, hingga saat dia yang begitu frustasi mendatangi sebuah club malam, dia langsung duduk di kursi bulat depan meja bar, tapi belum sempat dia memesan minuman dia melihat wanita yang sangat ia cintai yang sempat ia lihat tadi pagi berada di samping nya, Sanum sedang minum.


Kenzie membelalakkan matanya tak percaya hingga seorang wanita paruh baya yang begitu cantik menghampiri nya.


"Bagaimana, apa? kau sudah sadar sekarang bahwa tidak ada ketulusan di luar sana untuk orang yang memiliki masalalu kelam seperti kita, kau memang terlalu naif sayang, sudah ibu katakan, lebih baik ikut ibu dari pada berusaha untuk hidup baik-baik tapi tidak pernah diterima dengan baik oleh orang diluar sana, sekarang kamu tau inilah kenyataan yang sebenarnya"ucap wanita itu.


"Dimana pria yang harus aku layani"ujar Sanum, dengan tatapan sendu, dan tegukan itu kembali ia lakukan.


"Kamu bisa memulainya dengan pria itu, dia sudah menunggu mu sedari tadi"tunjuk sang wanita cantik itu.


"Berapa? bayaran yang akan aku terima, perjam nya"tanya Sanum.


Tergantung servis yang kamu berikan putri ku, khusus untuk mu, ibu ibu tidak akan memotong biyaya apapun"ujar wanita itu lagi.


"Baiklah, siapkan tempat nya"ujar Sanum yang hendak pergi, tapi seketika itu pula Kenzie langsung menarik pergi wanita malang itu.


"Hey,,, kamu siapa? mau dibawa kemana putri ku"ujar madam Vi, sebutan wanita itu.


"Hey kalian cepat rebut putri ku dari pemuda itu.


"Baik madam"ujar mereka dengan cepat mereka menghalangi jalan Kenzie yang kini tengah merangkul pinggang Sanum.


Tapi mereka tiba-tiba tidak berdaya saat senjata api menodong semua kepala para bodyguard itu, semua yang melakukan itu adalah orang-orang Kenzie, yang selalu menjadi pengawal bayangan.


Kenzie pun langsung meninggalkan mereka menuju mobilnya dan membawa masuk Sanum, kedalam mobil nya Kenzie.


Dia langsung tancap gas, menuju rumah besar milik Sanum.


"Apa? kau sudah gila heuhhhhh, dimana otak mu, saat ini kenapa? kamu bisa berpikir sempit seperti itu, dimana Sanum, yang cerdas, dimana heuhhhhh"ujar Kenzie yang langsung melempar Sanum keatas ranjang.


"Tidak ada lagi kamu tau, Sanum tidak ada lagi di dunia ini, aku sendiri bahkan tidak tau siapa? diriku, kenapa? orang-orang begitu membenciku, apa aku se menjijikan itu di mata mereka, apa? aku tidak punya hak untuk hidup di dunia ini, apa? mereka yang hanya memiliki bebet bobot yang jelas yang berhak ada di dunia ini"racou Sanum dengan bulir air mata yang terus turun membanjiri pipinya.


"Sanum! dengarkan aku, aku yang menginginkan mu, aku yang selalu berharap pada Tuhan agar kita dipersatukan, apa? orang lain membenci mu atau tidak aku tidak perduli, dan kamu hanya harus percaya pada ku, karena aku yang akan selalu ada untuk mu, jangan pedulikan orang lain" ucap Kenzie.


"Tapi kau tak pernah tercipta untukku, aku hanya manusia hina Kenzie, kau seorang pangeran, dan jika pun kita bersatu aku hanya akan jadi selir yang bahkan lebih rendah dari itu, aku hanya akan menjadi wanita simpanan mu dan selamanya akan disembunyikan karena selain keluarga mu tidak menerima ku, aku adalah aib bagi mu, jadi sebaiknya jangan pernah pedulikan aku, aku akan mengikuti jalan yang ibuku tunjukkan"ujar Sanum, sambil memegangi kepalanya yang terasa berdenyut nyeri.


"Kau tidak punya pilihan lain, Sanum, selain berada di sisi ku, mulai saat ini besok dan seterusnya kamu hanya akan berada di dalam rumah, dan jika pun ada keperluan di luar, kamu hanya akan pergi dengan ku"ucap Kenzie tegas.


"I Loved and I Loved and I lost you"gumam Sanum lirih.


Hingga Sanum pun memejamkan mata nya karena sudah tidak bisa lagi melawan pengaruh alkohol.


Kenzie membetulkan posisi nya dan menyelimuti tubuh Sanum yang tak sadarkan diri, setelah itu dia pun pergi meninggalkan rumah itu setelah memastikan anak buah nya menjaga nya.

__ADS_1


__ADS_2