
"Satu Minggu sudah berlalu sejak melahirkan, Sanum terus berada di sisi putri bungsu nya itu yang tak lain adalah, baby Shania yang sangat cantik dan menggemaskan.
"Mom,,, Shania pipinya udah gembul banget ya, baru juga satu Minggu"ucap Mikaila.
"Dia itu minum asi nya kuat sekali sayang jadi begitulah"ucap Sanum.
"Heumm,, bukan nya itu bagus ya sayang"ucap Kenzie.
"Ya,, Daddy sampai-sampai aku tidak bisa jauh darinya dan mengurus semua kebutuhan kalian"ucap Sanum, sambil meraih tas kerja dari tangan suaminya.
"Tidak usah sayang kamu belum boleh beraktifitas berlebihan, ini sangat berat"ucap Kenzie yang menahan tangan Sanum.
"Yank,, aku baik-baik saja kok"ucap Sanum.
"Dari luar kata dokter juga terlihat baik-baik saja tapi di bagian dalam masih rentan sayang"ucap Kenji dengan lembut menjelaskan agar istrinya itu tidak merasa sedih.
"Heumm,, baik'lah daddy"ucap Sanum, sambil tersenyum.
Sanum pun hanya membuka sepatu suaminya meskipun sudah berusaha di larang oleh Kenzie tapi istrinya itu tidak ingin mendengar yang satu itu, dia sudah berjongkok di hadapan Kenzie, sebelum Kenzie melarangnya.
"Aku siapkan air untuk mandi titip Shania Yank"ucap Sanum.
"Yank,, aku bisa sendiri"ucap Kenzie.
Kenzie, hanya bisa menggelengkan kepalanya, Sanum benar-benar wanita yang sangat bertanggung jawab dengan segala kewajiban nya sebagai ibu rumah tangga.
"Kenzie benar-benar tidak salah telah memilih istrinya itu.
Setelah Sanum keluar dari dalam kamar mandi, dia langsung mengambil baju ganti dari walk-in closed.
"Sayang, aku menang tender lagi"ucap Kenzie sambil tersenyum bahagia.
"Syukurlah Yank mungkin itu adalah rejeki si kecil"ucap Sanum sambil membukakan kancing kemeja milik suaminya itu.
"Ya sayang semua benar, tambah anak itu tambah rejeki"ucap Kenzie.
Setelah selesai melepaskan seluruh pakaian milik suaminya, Sanum langsung menyimpan semua itu kedalam keranjang cucian.
"Yank,, tunggu aku! aku punya sesuatu untuk mu tapi sebelum itu aku mau mandi dulu"Teriak Kenzie dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Baiklah Yank."balas Sanum.
Saat Sanum tengah menyusui Shania, Kenzie datang dari arah belakang, pria itu membungkuk lalu mengecup bibir istrinya dari atas.
"Honey,, eum.. Yank,,, apa? kamu tidak lihat aku sedang menyusui putri kita"ucap Sanum.
"Lihat kok Yank,, hanya saja aku sangat merindukan dirimu"ucap Kenzie.
Pria itu sudah lama menahan rindu pada sang istri sejak dua Minggu sebelum melahirkan.
"Sabar hanya tinggal dua bulan lagi, kata Sanum sambil tersenyum.
"Heumm,,, apa? boleh buat jika ratuku berbicara demikian"ucap Kenzie.
"Kamu memang suami terbaik yang ada dalam hidup ku"ucap Sanum.
"Karena aku sangat-sangat mencintai mu sayang ku"ujar Kenzie.
Kenzie, kembali mencium bibir istrinya itu.
Sementara itu di ruangan lain kedua bocah yang baru saja kembali dari jalan-jalan bersama dengan sang kakak, mereka tengah heboh berebut camilan, Mikaila yang kelelahan setelah menyetir mobil hampir satu jam lebih karena kedua adiknya sedang ingin
makan sesuatu.
Mikaila pun menghela nafas panjang, lalu ia bergegas menuju kamar nya.
Sesampainya di dalam kamar Gadis itu langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang empuk tersebut sambil menatap keatas langit-langit kamar nya.
Saat dia sedang anteng melamun tiba-tiba suara ponsel nya membuat dia menoleh ke atas nakas.
Panggilan, dari nomor tak dikenal membuat dia mengabaikan panggilan tersebut, hingga notifikasi pesan pun ikut berbunyi.
Gidion.š"Sayang angkat telpon nya"
Akhirnya gadis itu mengangkat telepon tersebut.
"Apa? ada yang bisa dibantu"Mikaila.
^^^"Tolong menikah dengan ku"Gidion.^^^
__ADS_1
"Untuk yang satu itu,,, tidak termasuk pertolongan"Mikaila.
^^^"Tapi hati ini sangat sakit, saat aku tidak bisa memiliki kamu"Gidion.^^^
"Itu bukan urusan ku! lagipula bukankah istri mu yang super cantik itu selalu ada di sana, kenapa? tidak memanfaatkan kesempatan itu"Mikaila.
^^^"Honey! maka kau akan menyesal jika saat ini menyia-nyiakan aku"Gidion.^^^
"Memangnya apa? yang harus aku lakukan, wanita itu tidak bisa menjadi seperti laki-laki yang bisa berbuat apapun"ucap Mikaila.
Sampai, panggilan itu berakhir dengan janji temu satu hari lagi mereka saling bertemu di sebuah tempat.
Jika saat ini keadaan Mikaila tengah gundah gulana, maka lain halnya dengan Gidion.
Pria itu tersenyum penuh kemenangan, saat ini karena dia berhasil menghubungi wanita yang masih sangat ia cintai, dan pertemuan itu adalah hari pertunangan mereka.
Gidion menyiapkan semua sejak jauh-jauh hari.
Sementara kedua orang tua Mikaila, keduanya sudah mengetahui maksud Gidion, tapi tidak memberitahukan kepada Mikaila, dan jika nanti Mikaila bertanya kepada mereka.
Maka jawabannya adalah dia akan menghadiri pesta yang diadakan untuk memperkenalkan Shania, pada teman bisnis daddy nya itu.
Mereka juga ingin membuat pesta kejutan untuk putrinya itu.
Mikaila, baru bisa memejamkan mata, setelah beberapa menit ia berguling-guling di kasur saking gundahnya, ada-ada saja memang tingkah Gadis remaja itu.
Pagi harinya, di saat semua orang tengah bersiap untuk beraktifitas berbeda dengan Mikaila yang saat ini masih memejamkan matanya, gadis itu seakan malas untuk membuka mata.
"Sayang mau tidur sampai kapan heumm?"ujar Sanum yang kini mengelus puncak kepala putri pertamanya itu.
"Mom,, aku masih ngantuk"ucap Mikaila yang kini merengek minta dipeluk oleh sang Mommy.
"Sudah Segede ini, masih ingin bobo dengan mommy, bagaimana jika adik mu protes nak"ucap Sanum, sambil memeluk putri nya itu.
"Tidak apa-apa biarkan saja"jawab Mikaila.
"Sayang apa? papah mu ada hubungi kamu, jika ada bilang padanya, mommy mengundang dia dan keluarganya untuk datang ke sini, mommy ada yang harus di bicarakan"ucap Sanum.
"Baiklah mommy ku tersayang, aku akan segera menghubungi papah" ucap gadis itu..
__ADS_1
"Terimakasih sayang,, kamu adalah putri kesayangan mommy dan sekarang kamu sudah tumbuh remaja, mommy sudah tua , mommy berharap kedepannya Mika, bisa menjadi wanita yang dewasa yang bisa menghadapi semua masalah kehidupan Mika sendiri."
"Mommy, dan Daddy Kenzie akan selalu ada untuk mu, tapi kamu adalah seorang gadis yang suatu saat nanti akan pergi dari rumah setelah menikah, dan untuk hal itu mommy ingin Mikaila belajar hal-hal kecil dari sekarang seperti bangunan pagi, belajar membuat sarapan apapun itu karena meskipun suatu saat nanti kamu menikah dengan pria sekaya apapun, suamimu tetap butuh perhatian dari istrinya"ucap Sanum.