
Kenzie langsung terbangun dari tidurnya, saat ini ternyata mimpi, setelah empat bulan lamanya dia merindukan sosok wanita yang sangat ia cintai yang kini entah berada di mana, seakan wanita itu sudah ditelan bumi, mimpi yang panjang disidang hari itu terasa sangat nyata.
"Aku sudah mencari mu kemana-mana, dimana sebenarnya kamu sayang, ini sudah empat bulan lamanya, kamu tega ninggalin aku"ucap nya lirih.
Tapi ada rasa syukur dalam hati pria itu, karena wanita itu tidak mengalami apa yang ada di dalam mimpi nya.
"Bos, mau sampai kapan?bos seperti ini terus, lihat diluar sana masih banyak wanita cantik yang sama baiknya dengan Sanum"ucap Yudha.
"Yudha, sekali lagi saya tanya dimana Sanum, karena kamu pasti tau semua itu"tanya Kenzie.
"Bos, berapa? kali pun bos bertanya jawaban nya akan tetap sama karena aku juga tidak tahu"jawab Yudha berbohong.
"Setiap kota sudah kucari lewat orang-orang terbaik ku, tapi semua nihil tidak ada sedikit pun jejak yang Sanum tinggal kan, aku hanya takut terjadi sesuatu pada nya"ucap Kenzie.
"Bos, sabar saja semoga satu hari nanti Nona Sanum bisa kembali"ucap Yudha.
"Yudha, aku tidak pernah meminta apapun pada kedua orang tua ku, tapi kenapa? disaat wanita yang sangat aku cintai ada di samping ku, mereka menghalalkan segala cara untuk memisahkan kami, apa? salah Sanum pada mereka, apa? seorang anak bisa memilih untuk terlahir dari siapa"ucap Kenzie yang frustasi.
"Empat bulan Yudha, sudah empat bulan aku bahkan tidak tau Sanum berada di mana"ucap Kenzie yang kini terlihat sangat menyedihkan bukan karena penampilan nya, tapi ratapan nya.
"Bos, aku tidak tau apa? aku bisa membantu atau tidak, tapi aku akan mencoba mencari tahu"bohong Yudha, sudah dia putuskan untuk memberitahu Kenzie meskipun nantinya dia akan dipecat oleh orang yang lebih berkuasa.
Sementara itu Sanum yang kini berada di sebuah cafe, dia tidak bisa melamar pekerjaan seperti di dalam mimpi Kenzie, wanita itu menjadi weters di sebuah cafe, sekaligus menjadi penyanyi disana tengah sibuk melayani pengunjung.
Sanum memiliki dua teman yang juga merangkap sebagai penyanyi cafe itu, mereka akan bergantian disaat Sanum mengisi panggung, maka dia akan menjadi weters, dan begitu pun sebaliknya.
Tepat di G, Sanum bekerja tapi keberadaan nya sama sekali tidak pernah tercium oleh siapapun orang-orang Kenzie yang dia sebar entahlah mungkin karena kekuasaan Kenzo.
Sementara itu Queen sendiri sudah berulang kali memohon agar, Kenzie kembali ke Mension utama agar dia tidak merasa kesepian lagi, tapi Kenzie menolak tegas, jika bukan Sanum yang meminta dia pulang ke Mension, maka Kenzie akan tinggal di rumah Sanum untuk selamanya.
Queen bahkan sudah bernegosiasi dengan Kenzo bahwa Daddy nya harus membawa Sanum kembali, agar kakak nya bisa kembali ceria seperti dulu.
"Sayang putri Daddy, Daddy melakukan itu untuk kebaikan keduanya, karena, kakak mu reputasi nya akan hancur jika mereka menikah"ucap Kenzie.
"Tapi Daddy, anggapan orang diluar sana, tidak sama dengan fakta nya, kak Sanum adalah wanita baik-baik, dia tidak pernah melakukan kesalahan yang fatal meskipun saat itu dia dimanfaatkan, oleh suaminya"ucap Queen yang tau cerita Sanum dari Yudha.
"Sayang kamu tidak tau apa-apa"ucap Kenzo.
"Daddy salah jika bilang Queen tidak tahu apa-apa, Queen tau kakak, memperjuangkan kak, Sanum sejak dia SMA, hingga Daddy mengirim kakak ke luar negeri iya kan, dan kakak, saat itu hampir masuk rumah sakit karena berkali-kali mencoba bunuh diri"ucap Queen.
"Sayang itu tidak benar"kata Kenzo.
"Sekarang Daddy jawab Queen dengan jujur"ucap Queen.
"Apalagi sayang?"tanya Kenzo.
"Daddy Queen juga bukan anak yang terlahir dari sebuah keluarga, malah Queen, lahir sebagai anak haram berbeda dengan kak Sanum, yang lahir dari keluarga utuh dan setelah kak Sanum lahir, ibunya mengambil pekerjaan itu untuk menghidupi nya, Daddy dan semua orang bisa melakukan apapun, untuk menghidupi anak keturunan nya termasuk mungkin juga ibu Queen, apa? Daddy akan tetap memungut Queen jika Daddy tau bahwa Queen, juga anak seorang germo"ucap Queen yang tidak bisa lagi dihentikan.
"Queen Daddy mohon jangan samakan ratu Daddy dengan wanita itu, kamu putri Daddy sayang Daddy sedih jika Queen terus mengungkit masa lalu Queen, putri Daddy dan mommy titik, tidak ada yang lain nya"ucap Kenzo, sambil menitikkan air mata.
Queen langsung memeluk Kenzo"Queen memang putri kalian sejak Daddy membawa Queen pulang ke rumah ini, Queen sangat mencintai mommy dan Daddy, Queen janji tidak akan pernah minta apapun dari kalian berdua, hanya saat ini saja Queen mohon ijinkan kakak untuk hidup bahagia dengan pilihan nya"ucap gadis berusia sembilan belas tahun itu.
"Baiklah demi putri Daddy tersayang Daddy akan mengabulkan permintaan apapun, meskipun itu sulit tapi Daddy hanya Daddy mohon jangan pernah ungkit masalalu lagi"ucap Kenzo.
"Baik lah Daddy, tapi satu lagi Daddy bawa kak Allan pulang ke sini, jika tidak Queen saja yang kuliah di negara tempat kak Allan tinggal"ucap Queen.
"Tidak!!"teriak Mariana dan Kenzo.
"Kenapa? Daddy"tanya Queen kaget.
__ADS_1
"Kamu tidak boleh pergi dari rumah sampai kapan pun kecuali berlibur, baiklah-baiklah Daddy akan bicara dengan uncle Adri agar membawa Allan kembali"ucap Kenzo, dia tidak akan pernah bisa hidup berjauhan dengan putri kesayangannya itu.
"Terimakasih Daddy muachh,,,, Queen sayang dan cinta pada mommy dan Daddy"ujar Queen sambil mencium keduanya.
Queen berjanji akan menjauh dari Allan, jika pria itu memang tidak pernah mengharapkan dirinya, tapi setidaknya Allan dibebaskan dari hukuman nya saat ini, meskipun bukan hukuman penjara, tapi Allan seolah diasingkan.
Queen langsung menghubungi Kenzie, memberitahu bahwa kedua orang tua mereka sudah merestui hubungan antara Kenzie dengan Sanum.
Tentu saja kabar, itu adalah kabar baik tapi Kenzo kembali menegaskan bahwa, Sanum harus benar-benar memenuhi syarat, sebagai seorang wanita yang baik.
Kenzie pun menyetujui itu, dan Kenzo pun memberitahu bahwa Sanum berada di kota G, wanita itu bekerja di sebuah cafe, dan tentu saja Kenzie pun langsung terbang menuju kota tersebut, dia tidak ingin lagi kecolongan, Kenzie benar-benar akan menjadikan Sanum sebagai ratu seutuhnya.
Kenzie langsung pulang ke Mension dia langsung memeluk Daddy dan mommy nya, pria itu bahkan berulang kali mengucapkan terimakasih, yang sebesar-besarnya atas restu itu, Kenzie bahkan berjanji akan lebih fokus mengurus perusahaan.
....................................
Mariana bahkan ikut menemui Sanum.
Sanum yang mendapat kunjungan tepat saat dia tengah bernyanyi diikuti oleh tepuk tangan meriah dari pengunjung yang baru saja dia sapa, Kenzie datang diam-diam dengan sang mommy, yang rencananya akan melamar Sanum, untuk Kenzie putra semata wayangnya itu.
Kenzie menggenggam tangan mommy nya, karena dia adalah sumber kekuatan bagi Kenzie.
"Abang mampu kok, percayalah"ucap Mariana yang melihat putranya gugup.
Dua jam sudah Sanum berada di panggung tersebut karena terlalu banyak permintaan lagu yang harus Sanum bawakan hingga seseorang yang memiliki penampilan gagah dan tampan, meminta Sanum bernyanyi dengan nya, dan Sanum tidak bisa menolak itu.
"Apa-apaan ini"ucap Kenzie yang tidak terima tapi Mariana yang melihat itu, malah tersenyum, karena dia tau sifat putra nya tidak jauh beda dengan Daddy nya yang juga super posesif.
"Abang sabar, itu sudah biasa terjadi"ucap Mariana.
"Mommy ini sih lebih buruk dari mimpi buruk di siang hari bolong eh dia berani merangkul pinggang istri ku"ucap Kenzie yang hendak berdiri, tapi kemudian Sanum, melepaskan tangan nakal meskipun masih dalam kewajaran karena lagu romantis yang yang mereka bawakan.
"Terimakasih, untuk saweran nya tuan Richard"ujar Sanum.
"Sama-sama, Nona manis"ucap pria yang bernama Richard, tersebut.
Sanum pun menyudahi acara bernyanyi nya, kini giliran sahabat nya, dia sendiri bersama dengan yang lain nya berganti tugas lagi dengan menggunakan seragam khusus weters, wanita itu berjalan menghampiri meja di samping meja Kenzie dan sang mommy yang tengah bernostalgia.
"Maaf, mas ini pesanan nya silahkan dinikmati"ucap Sanum yang hendak pergi, tapi pergelangan tangan nya, diraih oleh Kenzie hampir saja Kenzie kena timpuk nampan kayu tapi pria itu langsung menahan itu dengan sebelah tangan lagi.
"Tuan!"ucap Sanum kaget.
"Kamu, masih ingat padaku, honey"ujar Kenzie datar pria itu langsung menyeret Sanum dan dia bawa ke parkiran, sementara itu Mariana dan anak buahnya mengurus ijin Sanum, saat ini hingga membawa barang-barang Sanum, saat itu juga .
"Tuan, saya sedang bekerja jika anda perlu sesuatu bisa langsung bicara di dalam"ujar Kenzie.
"Sayang, kamu sudah aku biarkan berkeliaran di luar selama empat bulan lamanya, apa? kamu sudah tidak mengenali ku lagi"ucap Kenzie yang kini menatap lekat wajah yang semakin terlihat cantik dengan polesan makeup .
"Ambilkan aku tissue basah"ujar Kenzie, pada sopir pribadi sang Mommy.
"Ini tuan" ucap nya, sambil menyodorkan tissue basah.
"Aku tidak suka wajah cantik ini dipandangi oleh siapapun, dan tangan mana yang tadi bersentuhan dengan kulit pria gila itu"ujar Kenzie yang kini masih terbakar cemburu.
"Ken, aku tidak jual diri, jadi tidak ada alasan untuk kamu melakukan itu"ucap Sanum.
"Abang jangan keterlaluan"ucap Mariana, wanita paruh baya yang terlihat masih sangat cantik itu langsung masuk kedalam.
"Tapi Mom.... istri ku, berani bersentuhan dengan pria lain"ucap Kenzie yang langsung membuat Sanum dibuat gelagapan.
__ADS_1
"Sayang jangan takut, mommy tidak jahat dia sengaja datang untuk menjemput menantu nya"ucap Kenzie.
"Maaf kan saya nyonya, saya tidak tau"ucap Sanum.
"Abang, dia bukan menantu mommy, kenapa? dia tidak manggil mommy sama dengan mu"ucap Mariana sambil meminta sopir melajukan mobilnya.
"Tunggu saya, tolong saya sedang bekerja"ujar Sanum.
"Sanum kamu sudah berhenti dari pekerjaan mu, saat ini juga"ucap Mariana.
"Tapi nyonya barang-barang saya masih ada di sana"ucap Sanum lagi.
"Di dalam....bagasi semua sudah di bawa"ujar Mariana lembut.
Sanum pun akhirnya bernafas lega.
Mereka pun tiba di hotel berbintang tempat mereka menginap saat ini, Kenzie hanya meminta dua kamar ,satu untuk mommy nya,satu lagi untuk Sanum dan dirinya, dan Mariana sempat melarang, tapi Kenzie meyakinkan bahwa tidak akan melakukan hal yang melanggar peraturan, seperti selama ini, Kenzie hanya ingin melepas rindu dengan cara mengobrol panjang lebar seperti layaknya anak muda yang sedang berkencan.
Dan disinilah mereka saat ini, di dalam kamar setelah Sanum selesai membersihkan diri, wanita itu pun duduk di tepi ranjang, dimana Kenzie tengah merebahkan diri di atas ranjang yang sama yang Sanum duduki .
"Sayang Daddy sudah memberikan restu untuk kita berdua"ucap Kenzie.
"Dan mommy pun merestui kalian, Sanum, mommy berharap agar kamu mau menjadi istri, untuk putra semata wayangnya mommy ini, dan menjadi ibu bagi cucu mommy kelak, terlepas dari semua masalalu mu, mommy ingin kalian bisa menjalankan tugas kalian nantinya, kami sudah tua dan sangat menginginkan cucu, semoga kamu bisa memberikan cucu yang lucu-lucu dan sangat menggemaskan"ujar Mariana.
Wanita itu masuk begitu saja dan duduk di hadapan mereka berdua.
"Tapi saya tidak pantas untuk semua itu, nyonya, saya bahkan hanya anak se"
"Didunia ini, tidak ada manusia yang tidak berdosa sedikit pun, terlepas dari itu, siapapun tidak akan ada anak yang mau terlahir, dari ketidakberuntungan semua ingin terlahir dari keluarga yang baik-baik saja, tapi kita tidak bisa menentang tuhan, maka kita sudah sepatutnya untuk bersyukur, Sanum menikah lah dengan putra mommy hanya itu yang mommy minta"ucap Mariana.
Sanum hanya bisa berderai air mata, bagaimana bisa ada hari dimana selama ini menjadi impian nya, dihari dia dilamar oleh wanita yang telah melahirkan pria yang menurutnya begitu sempurna itu.
"Jawab sayang, jangan menangis mommy sedang menunggu jawaban mu"Kenzie.
Kenzie pun mengusap air mata Sanum dengan ibu jari nya dengan lembut, seketika itu Sanum, memeluk Sanum begitu erat berkali-kali ungkapan terimakasih itu terucap dari bibir wanita cantik itu.
"Aku bersedia mom, terimakasih atas semua kesempatan yang telah Mommy berikan"ucap Sanum tulus.
"Baiklah, Sayang sekarang tugas mommy sudah selesai, tinggal giliran kamu"ucap Mariana.
"Mommy tenang saja, sebentar lagi mommy akan mendapatkan cucu yang banyak"ucap Kenzie.
"Abang jangan ngaco, belum saatnya"ucap Mariana, sambil menatap tajam.
"Baik Mom, bercanda juga, mommy pikir menantu mommy gampang apa? untuk didekati"ucap Kenzie.
"Bagus, sayang mommy akan dukung kamu"ujar Mariana.
"Sayang, kamu bisa tolong ambilkan jam tangan aku di kota itu"ucap Kenzie.
"Kotak mana, Ken"tanya Sanum.
"Itu"tunjuk Kenzie.
"Heumm baik'lah"jawab Sanum.
"Ken ini"ucap Sanum, sambil memberikan kotak tersebut.
"Dalam nya saja sayang ku"ujar Kenzie.
__ADS_1
"Cincin"